Terpaksa Menjadi Pengantin Pengganti Tuan Brian

Terpaksa Menjadi Pengantin Pengganti Tuan Brian
Tugas Dari Brian.


__ADS_3

Selamat membaca 🤗


☘️☘️☘️


Mikha langsung menepis tangan Brian yang masih berada di atas pundaknya.


"Aku tidak butuh beristirahat,"Mikha akan beranjak tapi Brian kembali menahannya.


"Jangan pernah membantah apa yang saya katakan, tetap di sini."Ujar Brian. Dan dia berjalan menuju pintu lalu mengunci satu-satunya jalan untuk Mikha bisa keluar dari kamar itu.


"Apa yang kau lakukan!"marah Mikha dan dia langsung berjalan dengan cepat menghampiri Brian.


Dan Brian langsung memasukkan kunci kedalam saku celananya lalu berjalan mengabaikan Mikha.


Mikha mengikuti langkah kaki Brian yang menunju ruangan yang berbeda di dalam kamar tersebut.


"Tunggu!"cegah Mikha dengan menarik baju Brian dari belakang.


Brian berbalik. Dan saat ini mereka saling berhadapan.


"Aku mau keluar, tolong buka pintunya,"pinta Mikha dengan suara pelan, padahal sebelumnya dia berani berteriak pada Brian. Tapi saat ini nyalinya kembali ciut setelah melihat Brian yang berdiri sangat dekat dengannya.


"Apa kau tidak dengar apa yang saya katakan tadi?"Ujar Brian.


"Dengar, tapi aku tidak mau beristirahat di sini. Aku ingin kembali ke kamarku saja."Ujar Mikha.


"Tunggu saya sampai keluar dari tempat ini,"kata Brian sambil mengarahkan pandangannya ke ruangan yang akan di masuki.


Mengira jika Brian tidak akan lama berada di sana, Mikha mengangguk setuju. Dan dia pun membiarkan Brian masuk tanpa mengikutinya lagi.


"Dasar aneh, kenapa dia harus menyuruhku menunggu di sin."Gumam Mikha dengan kesal, namun tidak ada pilihan lain. Mikha harus tetap menunggu sampai Brian membuka pintu, karena dia tidak bisa dan berani jika harus mendobrak pintu kamar Brian.

__ADS_1


10 menit.


20 menit.


30 menit.


Sosok yang sedang Mikha tunggu akhirnya keluar juga, namun keluarnya Brian dari ruangannya bukan untuk membukakan pintu kamar agar Mikha bisa keluar, tapi dia malah meminta Mikha masuk ke dalam ruangan pribadinya itu.


"Untuk apa?"tanya Mikha.


"Kau lihat saja kedalam. Kau akan tau sendiri jika sudah melihatnya,"jawab Brian.


Tidak mau membuang waktu, agar dia bisa cepat keluar dari kamar itu, Mikha bergegas menuju Ruangan yang tadi di masuki Mikha.


Mata Mikha membulat dan mulutnya menganga melihat keadaan di Ruangan itu.


"Apa-apaan ini! Apa yang terjadi? Apa baru saja terjadi gempa?"gumam Mikha tidak percaya jika tidak terjadi sesuatu di Ruang itu.


"Apa?"tanya Mikha bingung, karena dia memang tidak tau apa yang harus dia lakukan di Ruangan yang seperti habis di terjang badai itu.


Brian membetulkan posisi berdirinya dan lelaki itu melipat kedua tangannya di dada.


"Apa pikiranmu itu terlalu pendek, hingga tidak mengerti dengan apa yang sudah kau lihat di depan matamu?"


"Tuan, jangan berputar-putar seperti ini, langsung katakan saja apa yang harus saya lakukan?"Kesal Mikha.


Brian melepas lipatan tangan dan salah satu dari tangannya menunjuk ke arah beberapa tumpuk buku-buku tebal yang berserakan di lantai bahkan ada yang membentuk seperti gunung.


"Kau, susun semua buku-buku ini di lemari yang sudah di sediakan. Susun dengan sangat tapi tanpa ada celah. Dan urutkan buku sesuai tanggal terbit Buku tersebut."


Mata Mikha membulat dengan sempurna, bahkan kedua bola matanya nyaris menggelinding saking terkejutnya dengan perintah yang di katakan Brian.

__ADS_1


"Kenapa kau melotot seperti itu!"kata Brian.


Mikha masih menahan emosi yang sudah berada di pucuk ubun-ubun.


"Tuan, apa Anda tidak salah dengan apa yang Anda perintahkan pada saya?"


"Tidak!"jawab Brian secepat kilat.


Mikha menghirup banyak-banyak oksigen, nafasnya hampir habis karena mendengar ucapan Brian yang membuat dadanya panas dan lehernya tercekik.


"Anda meminta saya untuk menyusun semua Buku yang jumlahnya ribuan ini, dan mengurutkannya sesuai dengan tanggal terbit tersebut buku-buku ini?"Tanya Mikha dengan tertahan.


Brian Mengangguk dangan sangat santai.


"Tuan, Anda taukan jika ingin melihat tanggal terbit buku tersebut, saya harus memeriksa isi buku itu terlebih dahulu agar tersusun sesuai urutan tanggal terbit?"


"Tentu saja tau, oleh karena itu saya memintamu untuk mengerjakan semuanya,dan sebelum menyelesaikan pekerjaanmu, kau tidak di ijinkan keluar."


"Apa!"teriak Mikha, dia tidak bisa membayangkan kapan akan selesai Jika dia membereskan ribuan buku itu dengan takut sendiri bahkan dia pun harus membuka satu persatu untuk melihat tanggal dan tahun terbit buku tersebut agar bisa di sesuai urutan urutan tanggal terbit.


"Sudahlah jangan dibahas lagi, cepat kerjakan apa yang harus kau kerjakan."Ujar Brian tanpa dosa. Lalu dia pun berjalan mendekati kursinya dan setelah sampai sana, Brian langsung duduk sambil menaikkan kakinya di atas meja.


Bersambung..


☘️☘️☘️☘️


Terima kasih sudah berkunjung ke cerita ini 🙏


Mohon dukungannya 🤗


Tolong koreksi jika ada Kesalahan dalam tulisan ini 🙏

__ADS_1


Lope banyak-banyak untuk semuanya ❤️❤️❤️


__ADS_2