
Selamat membaca 🤗
☘️☘️☘️
"Baik, kau urus saja semuanya."Ujar Brian, setelah Rayan menjelaskan soal Acara perusahaan mereka.
Rayan dan Brian menyudahi perbincangan setelah melihat kehadiran Belle.
"My Princess. Kemarilah, apa ada sesuatu yang mengganggumu?"tanya Rayan sambil melambaikan tangannya agar Gadis kecil itu mendekat.
"Rayan! Jangan meniruku,"Protes Brian, karena dialah yang biasa berbicara seperti itu pada Belle.
"Hehe.. maaf Tuan, saya hanya Reflek."
Dengan wajah yang sendu, Belle berjalan mendekati Brian.
"Ada apa? Kenapa wajahmu seperti ini?"tanya Brian seraya menangkup wajah mungil gadis kecil itu.
"Pah, kenapa Tante Mikha harus bekerja? Om Rayan bilang, orang dewasa bekerja untuk mendapatkan uang. Bukankah Papah sudah bekerja dan banyak uang, kenapa Tante Mikha harus bekerja juga? Apakah uang Papah sudah mau habis? Tolong beri Tante Mikha uang, pah. Agar Tante Mikha tidak sibuk seperti Papah."
Brian tersentak mendengar ucapan polos putrinya, dia seperti di Rosting dengan anaknya sendiri.
Mana mungkin uang Brian bisa habis, bahkan bertahun-tahun dia tidak bekerja pun belum mampu menghabiskan sebagian dari uang yang dia miliki. Tapi yang dikatakan Belle ada benarnya juga, kenapa Istrinya masih bekerja jika dia sudah memiliki banyak uang.
"Pah! Kenapa diam?"tanya Belle yang melihat Papahnya malah terbengong.
Brian mengangkat Belle untuk duduk di pangkuanku nya.
"Sayang, seseorang bekerja bukan hanya karena uang. Tapi ada alasan lain yang belum bisa di mengerti dengan anak seumuran Belle. Salah satunya Tante Mikha, tentu saja dia bekerja bukan karena uang, uang papah sangat banyak, Tante Mikha tidak akan bisa menghabiskan Uang Papah meskipun dia menggunakannya setiap menit."Jelas Brian, ya.. meskipun terdengar sedikit sombong.
"Lalu apa alasan Tante Mikha, bekerja?"
"Mungkin karena lelaki yang ingin menjadi pahlawan itu." Batin Brian.
"Papah tidak tau, tapi jika Belle ingin bertanya pada Tante Mikha, lakukanlah."Ujar Brian.
"Tapi, Tante Mikha tidak ada Pah, Tante Mikha sudah pergi bekerja!"
Brian kaget!
"Pergi!"lelaki ini kira Mikha masih ada di Rumah, karena wanita itu belum berpamitan padanya.
"Iya Pah, Tante Mikha pergi kerja, tanpa sarapan dulu. Om Rayan bilang, jika orang terburu-buru ingin berangkat kerja. Artinya orang itu membutuhkan banyak uang."
Brian melirik pada Rayan . Dan Rayan langsung membuang wajah seolah tidak mendengar apa-apa.
"Rayan!"panggil Brian.
"Baik Tuan, saya akan segera mencari tahu alasan kenapa Nona Mikha, terburu-buru untuk berangkat kerja,"Rayan yang tau apa yang harus dia lakukan sesuai dengan keinginan Brian segera pergi dari sana.
***
"Apa My Princess, sudah sarapan?"Tanya Brian.
__ADS_1
Belle menggeleng.
"Belum."
"Kalau begitu, ayo sarapan bersama Papah. Om Rayan, akan segera membawa pulang Tante Mikha."Brian langsung menggendong anaknya, agar tidak terus-terusan cemberut karena di tinggal oleh ibunya.
***
"Kenapa kalian membiarkan Nona Mikha pergi tanpa pamit terlebih dahulu pada Tuan Brian?"
Rayan sedang mengintrogasi para pelayan dan penjaga yang sebenarnya tidak bisa disalahkan atas Mikha yang pergi tanpa pamit.
"Maafkan kami, Tuan."Ucap mereka dengan penuh sesel sambil menunduk, tidak berani mengangkat wajah, untuk melihat Rayan yang dalam mode marah.
"Maaf! Hanya itu saja yang bisa kalian katakan disaat melakukan kesalahan!"
Semua semakin menunduk ketakutan, dengan meremas jari masing-masing yang sudah di penuhi dengan keringat. Tidak ada yang berani menyahuti Rayan.
"Saya yakin, jika Nona Mikha pasti berbicara denganmu sebelum pergi, apa itu benar?"tanya Rayan dengan suara yang terdengar mengintimidasi. Dan pertanyaan itu dia tunjukkan untuk Luri, Rayan sangat tau jika Luri, satu-satunya pelayan wanita yang dekat dengan Mikha.
"Be...benar, Tuan."Jawab Luri dengan terbata-bata.
"Lalu, apa yang Nona Mikha katakan padamu?"
"Tidak banyak, Tuan. Nona Mikha hanya berpamitan dan meminta saya untuk menjaga dan memperhatikan Nona Belle selama beliau pergi. Itu Nona Mikha lakukan, karena beliau menyayangi Nona Belle."Jelas Luri.
Rayan yang tadinya ingin membentak, memaki dan mengeluarkan kata-kata yang mungkin bisa membuat Luri Down. Seketika terdiam.
"Lalu, siapa yang membantu Nona Mikha, mengeluarkan motor dari Garasi dan membuka pintu gerbang?"tanya Rayan, setelah dia meloloskan Luri.
"Sa...saya, Tuan!"
Rayan langsung menatap tajam dua lelaki tersebut. Dan berucap.
"Tunggu saya di tempat biasa."
Setelah mengatakan empat kata yang membuat dua penjaga langsung lemas. Rayan pergi dari sana.
Semua pelayan dan penjaga menatap Luri.
"Apa hanya mereka berdua yang akan dihukum Tuan Rayan, dan Luri tidak! Bukankah Luri juga bersalah karena membiarkan Nona Mikha pergi,"ucap Rasti, pelayan muda yang baru beberapa bulan bekerja di sana.
"Ini bukan salah Luri, atau siapapun. Tapi ini murni kesalahan Nona Mikha, dia benar-benar selalu membawa masalah untuk kita,"sahut Susi yang memang tidak pernah menyukai Mikha.
"Jaga bicaramu, bagaimana jika terdengar Tuan Rayan, atau bahkan Tuan Brian sendiri. Kita pasti akan terkena masalah lagi."Sentak Penjaga Pria.
"Huf, baru di sebut namanya saja sudah membuat masalah,"umpat Susi dengan kesal.
"Sudah cukup! Kembalilah bekerja, dan aku akan ikut kalian berdua menghadap Tuan Rayan."Kata Luri. Pada dua penjaga yang sepertinya dalam masalah besar. Dan semua Bubar dari sana.
☘️☘️
Sementara di tempat lain.
__ADS_1
Nama yang menyebabkan Drama di kediaman Brian tengah sibuk memeriksa hasil rekayasa, dekorasi yang akan di pasang di Hotel Lesmana untuk acara Perusahaan Brian.
"Mikha, aku senang kau sudah kembali bekerja,"kata Juna. Yang sedang memeriksa semua gambar-gambar contoh dekorasi. Tapi matanya selalu tertuju pada Mikha yang ada di hadapannya.
"Ya, aku pasti kembali bekerja."Sahut Mikha tanpa melihat Juna.
"Baiklah! Kita harus fokus, dan selesai rancangan dekorasi ini sebelum jam 11 sang!"seru Juna dengan penuh semangat.
Pada rekan-rekannya.
"Baik, kau tenang saja. Bahkan di jam 10 pun kita sudah akan menyelesaikan semuanya,"sahut teman Juna.
Dan saat itu juga. Mereka yang berjumlah 5 orang, fokus bekerja tanpa bicara dan menyinggung apapun yang tidak ada kaitannya dengan urusan Hotel.
☘️☘️
Kembali pada Rayan, sebelum dia melakukannya sidang pada dua penjaga yang di anggap salah kerena membiarkan Mikha pergi, Rayan menuju ruangan Brian terlebih dahulu.
**
"Berapa uang bulanan yang kau berikan pada gadis itu?"tanya Brian.
"Seperti apa yang Anda perintahkan, Tuan. Setiap bulan saya mentransfer uang sebesar 30 juta untuk Nona Mikha, dan karena Nona Mikha baru memasuki bulan kedua sebagai istri Anda. Saya hanya baru mentransfernya 2 kali. Tapi....!"Rayan menggantungkan ucapannya.
"Tapi apa?"
"Sepertinya, Nona Mikha tidak pernah menggunakan uang yang Anda berikan, atau mungkin dia tidak tau, jadi tidak pernah menggunakannya."
"Mana mungkin dia tidak tau jika ada dana yang masuk di Rekeningnya,"elak Brian.
"Itu sering terjadi Tuan, mungkin Nona Mikha tidak mendapatkan notifikasi dari Bank terkait dan Nona Mikha tidak pernah mengeceknya saldonya."
"Dasar gadis bodoh!"umpatnya,"Sekarang, kau minta wanita itu untuk berhenti bekerja dari Hotel kumuh itu. Apapun caranya,"sambung Brian.
"Baik Tuan. Tapi, satu Minggu lagi pesta ulang tahun perusahaan kita akan di selenggarakan di Hotel Lesmana."
"Memangnya kenapa? Tidak ada hubungannya dengan gadis itu. Pokoknya, besok aku tidak mau lagi melihat dia berangkat bekerja."Keputusan Brian bersifat final. Tapi Rayan kembali mengingatkan Brian tentang surat perjanjian pernikahan mereka.
"Dia tidak tau mengenai tiga permintaan itu. Jadi kau bisa menghapusnya. Bukankah pihak pertama berhak melakukan Revisi isi perjanjian."Sahut Brian dengan entengnya.
"Baik, Tuan. Saya akan melakukan sesuai dengan apa yang Anda harapkan."
"Bagus! Sekarang kau boleh pergi, lakukan apa yang ingin kau lakukan pada mereka."Ujar Brian, yang sepertinya tau jika Rayan ingin menghukum penjaganya.
"Saya permisi Tuan."Rayan mengangguk dan dia segera pergi dari Ruangan pribadi Brian.
Bersambung.
☘️☘️☘️
Terima kasih sudah berkunjung ke cerita ini 🙏
Mohon dukungannya 🤗
__ADS_1
Tolong koreksi jika ada kesalahan dalam tulisan ini 🙏
Lope banyak-banyak untuk semuanya ❤️❤️❤️