Terpaksa Menjadi Pengantin Pengganti Tuan Brian

Terpaksa Menjadi Pengantin Pengganti Tuan Brian
Brian Gelisah


__ADS_3

Selamat! Membaca 🤗


Setelah taksi yang ia pesan datang, Tika mendorong Mikha masuk kedalamnya.


"Hati-hati di jalan ya, pak sopir, tolong antarkan teman ku ini di tujuannya."Seru Tika


"Baik Mbak, beres!"sahut sopir taksi tersebut.


Mikha hanya bisa diam, menahan kesal di hatinya.


Padahal ia berniat untuk bermalas-malasan di rumah Tika, tempat yang paling aman menurutnya, tapi sepertinya, sahabatnya itu lebih pada Brian, jika lelaki itu mengamuk dan mengobrak-abrik rumahnya yang masih baru.


Mobil melaju dengan kecepatan sedang, menjauhi rumah Tika.


☘️☘️☘️☘️


"Papah, dimana Tante Mikha?"


Belle, sudah menanyakan keberadaan ibu sambungnya itu, pada Brian yang saat ini tengah duduk di meja makan.


"Belle, Tante Mikha, sedang ada urusan sedikit. Sebentar lagi ia kembali, jika urusannya sudah selesai,"dan Rayan yang menjawab pertanyaan itu. Karena Brian hanya diam saja.


"Urusan?"Belle nampak bingung.


"Iya, urusan. Dan ini adalah urusan orang dewasa, jadi Belle belum mengerti, lebih baik sekarang Belle, habiskan makanannya dan setelah itu tidur yang nyenyak."Ujar Rayan.


"Tapi, aku ingin menunggu Tante Mikha pulang, bolehkan Om?"pinta Belle.


"Tidak boleh."Sahut Brian, yang tiba-tiba bersuara mengejutkan Belle dan Rayan.


"Kenapa Pah?"


"Jangan pernah menunggu siapapun, setelah makan ini My Princess kembali ke kamar, Papah yang akan menemani tidur."


Jika Brian sudah memberikan keputusan, itu sama saja perintah yang tidak bisa di tawar lagi, dan tentu harus di laksanakan tanpa bisa di bantah.


"Baik pah,"Sahut Belle dengan patuh.


☘️☘️

__ADS_1


Sementara di tempat lain, Mikha terjebak macet parah.


Inilah yang membuat gadis itu pulang terlambat. Padahal Brian sudah mewanti-wanti dirinya untuk pulang tidak lebih dari pukul 20:00, tapi nyatanya! ini sudah pukul 20:10. Namun ia masih di tengah jalan, bagaimana jika ia bermalas-malasan terlebih dahulu di rumah Tika, mungkin ia akan semakin larut sampai di rumah Brian.


"Pak, apa tidak bisa mencari jalan lain?"tanya Mikha pada sopir taksi tersebut.


"Tidak bisa Mbak, untuk menuju ke putaran saja masih jauh."


"Aduh! bagaimana ini, dia pasti marah besar karena aku pulang terlambat,"gumam Mikha.


"Tunggu sebentar lagi ya Mbak, sambil menunggu alangkah baiknya sambil berdoa, agar kemacetan ini cepat terurai, sepertinya ada kecelakaan di depan."


Mikha hanya mengangguk. Pasrah.


Namun sudah 20 menit ia menunggu, kemacetan masih belum terurai, membuat Mikha semakin takut.


"Saya turun di sini saja Pak."Pinta Mikha.


"Kenapa Mbak? tujuan mbaknya kan masih sengat jauh?"


"Tidak apa-apa, saya akan melanjutkan dengan ojek saja."


"Ini pak."Mikha menyerahkan beberapa uang lembaran pada sopir paruh baya tersebut,"Bapak tenang saja, saya akan tetap memberikan bintang 5 untuk bapak."Sambungannya.


"Kalau begitu, terima kasih, mbak. Hati-hati di jalan."


Setelah menyebrangi jalan. Mikha berhasil mendapatkan ojek, sebelum ia memesan lewat aplikasi online.


Tanpa pikir panjang, Mikha mengikuti ojek tersebut dan berjanji akan mengantarkannya sampai tujuan.


☘️


☘️


☘️


"Kenapa lewat sini?"tanya Mikha yang bingung, karena jalan yang di ambil ojek tersebut bukan jalan yang biasa ia lalui.


"Saya memotong jalan, agar cepat sampai tujuan. Bukankah Mbak ingin cepat sampai?"sahut pengendara ojek tersebut.

__ADS_1


"Iya."Mikha, hanya mengangguk meskipun ia merasa ada yang aneh, tapi Mikha tetap berfikir positif.


Selama beberapa menit melaju, Mikha merasakan jika motor tersebut berkendara sudah terlalu jauh, dan Mikha semakin asing dangan tempat yang ia lalui saat ini.


"Pak, sepertinya kita salah jalan."Kata Mikha.


"Tidak! ini jalan yang sudah benar."


"Tapi kenapa jadi semakin jauh?"


"Sudah diam saja, yang penting saya akan m membawamu ke tempat yang seharusnya."


Mendengar nada bicara yang lain dari pengendara ojek, Mikha menjadi curiga dan waspada. Ia yakin jika orang yang tengah mengendarai motor ini memiliki niat buruk padanya.


☘️☘️


Di rumah Brian.


lelaki itu tengah gelisah, antara marah dan khawatir. Karena sudah hampir jam 10 malam, Mikha belum kunjung pulang. Padahal ia sudah memastikan jika Mikha sudah keluar dari rumah Tika beberapa jam yang lalu.


"Tuan, apa Anda tengah menunggu Nona Mikha?"Rayan muncul, dan mengangetkan Brian.


"Kenapa kau tiba-tiba muncul dari sana, membuatku terkejut saja."


"Maaf Tuan, tapi apa benar Anda tengah menunggu Nona Mikha?"Rayan mengulangi pertanyaannya.


"Tidak!"sahut, Brian tegas, namun wajahnya mengatakan iya.


Bersambung...


☘️☘️☘️☘️


Terima kasih sudah berkunjung ke cerita ini 🙏


Mohon dukungannya ya 🤗


Tolong koreksi jika ada Kesalahan dalam tulisan ini 🙏


Lope banyak-banyak untuk semuanya ❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2