Terpaksa Menjadi Pengantin Pengganti Tuan Brian

Terpaksa Menjadi Pengantin Pengganti Tuan Brian
Brian Kesal


__ADS_3

Selamat membaca 🤗


☘️☘️☘️


"Tapi Tuan, inikan kamar saya."Ujar Mikha.


"Tapi kamarmu berada di dalam Rumah saya,"timpal Brian.


Mikha kalah, tentu saja dia akan kalah jika sudah berdebat dengan lelaki itu.


"Apa iya, aku harus tidur sambil di awasi. Sungguh tidak masuk akal. Jika tau akan begini, aku lebih memilih membiarkan dia membawa Belle."


Brian menarik kursi yang memang sudah tersedia di kamar Mikha, dan dia memposisikan diri menghadap keranjang. Tentu saja ini semakin membuat Mikha tidak nyaman bagaimana orang bisa tidur dengan nyenyak jika dipantau seperti ini.


"Ada apa!"tanya Brian dengan suara berat ketika dia melihat Mikha malah bengong tidak melanjutkan tidurnya.


"Dia masih bisa bertanya ada apa dasar manusia aneh."


Mikha tidak menjawab pertanyaan Brian, dia malah kembali berbaring dan menarik selimut mencoba untuk memejamkan mata dan kembali tidur. Namu di situasi seperti ini tidaklah mudah untuk tidur.


"Kau mau kemana?"tanya Brian yang melihat gadis itu, sedang berusaha untuk turun.


"Kamar Mandi, kenapa? Apa kau juga ingin mengawasi?"kesal Mikha.


Brian tidak menjawab tapi dia beranjak dari kursi dan mendekati Mikha. Tanpa mengatakan apapun lelaki itu mengulurkan tangannya.


Mikha mendongak.


"Apa?"


"Saya tidak pernah melakukan tawaran kebaikan membantu orang untuk ke kamar mandi. Jadi, cepatlah jangan sampai saya berubah pikiran."


"Tidak perlu, terima kasih. Saya bisa sendiri,"tolak Mikha dan mengabaikan uluran tangan Brian.


"Baiklah, terserah!"Brian kembali ke tempat semula, membiarkan Mikha bersusah payah menuju Kamar Mandi.


Brian tidak perduli dan masa bodo, dia mengutak-atik ponselnya untuk mengalihkan pandangannya.


Dengan berpegang pada tembok, Mikha menuju kamar mandi. Kamar Mandi letaknya berada di sudut ruangan tentu akan sulit untuk orang yang sedang mengalami cedera serius di kakinya. Di tambah lagi, Mikha sudah tidak bisa menahan sesuatu yang ingin ia keluarkan di tempat itu.


"Aku sudah tidak tahan, di situasi seperti ini. Kenapa Kamar Mandi terasa begitu jauh. Jangan sampai aku melakukannya di sini. Itu akan sangat memalukan."


Mikha semakin mempercepat langkah yang hanya menggunakan satu kaki.


Dan.

__ADS_1


GREB!


Satu pasangan tangan besar menangkap tubuh Mikha yang oleng karena tidak seimbang.


"Merepotkan sekali."Ujar Brian, karena dialah yang menangkap Mikha.


Bukan cuma mencegah insiden yang hampir terjadi pada Mikha, tapi Brian juga langsung membopongnya Gadis itu menuju kamar mandi.


"Cepat lakukan apa yang ingin kau lakukan,"kata Brian setelah dia menurunkan Mikha, lalu pergi dan menutup pintu.


Mikha yang terkejut karena hampir jatuh dan Brian yang untuk kedua kalinya menolong. Jadi terdiam.


"Bisa kau mempercepat sedikit!"teriak Brian, yang sepertinya masih menunggu di depan pintu.


Dengan cepat dan tanpa menyahut, Mikha menyalakan air, dan langsung menuntaskan hasratnya.


***


"Apa dia masih menunggu di luar,"Gumam Mikha setelah beberapa menit dia di dalam.


"Tuan Brian, apa Anda masih di luar?"panggil Mikha, memastikan.


Dan tidak ada sahutan dari orang yang di panggil.


Dan.


CKLEK.. pintu terbuka dari luar.


"Aah, ternyata dia benar-benar menunggu."


Brian masuk dan kembali melakukan apa yang sebelumnya dia lakukan.


"Terima kasih Tuan,"ucap Mikha setelah Brian mendudukkannya di sisi ranjang.


Lagi-lagi Brian tidak menyahut.


DREEETTT... DREEETTT..


Kedua bola mata Brian langsung tertuju pada suara getaran ponsel yang terletak di atas meja rias.


Begitu juga dengan Mikha, karena itu ponselnya, Mikha langsung meraihnya dan menutup panggilan tanpa menjawabnya.


(Juna, ada apa? Tolong jangan hubungi aku dulu malam ini, aku takut mengganggu Belle yang sedang tertidur) Terkirim..


Tidak menjawab telepon, tapi Mikha langsung mengirim pesan pada lelaki itu.

__ADS_1


(Belle? Apa dia anak dari suamimu?)balas Juna.


(Iya)


(Sepertinya kau akrab dengan anak itu?)


(Tidak juga. Juna, apa?) Mikha kembali bertanya.


(Mikha, ada sesuatu yang ingin aku bicarakan padamu. Aku sudah tau semuanya dan aku minta kau jujur padaku)


Mikha terdiam, dia tidak tahu apa yang di maksud Juna, tapi perasaannya menjadi tidak enak.


Brian yang sejak tadi memperhatikan Mikha yang tengah fokus berkirim pesan, mengeraskan rahangnya.


"Apa kau terbiasa meladeni lelaki di malam hari seperti ini?"suara Brian mengejutkan Mikha.


Mikha mendongak, menatap Brian yang ternyata berdiri tepat di hadapannya, karena fokus dengan pesan Juna, Mikha jadi tidak menyadari itu.


"Maksudnya?"


Brian semakin terlihat kesal.


"Katakan pada lelaki itu untuk jangan menghubungi dan mengganggu orang di malam hari."


Sekarang Mikha tahu apa yang dimaksud oleh Brian.


"Dia Rekan sekaligus teman saya. Jadi dia hanya memastikan keadaan saya."


Mikha yang kembali mengingat harus bersikap manis pada Brian , kembali meletakkan ponselnya. Dia harus melakukan itu karena Mikha belum mendapatkan Maaf dari Handoko.


Karena kesal, dan entah kenapa dia kesal. Brian memutuskan untuk keluar dari kamar itu.


"Kenapa dia selalu marah jika menyangkut Juna, dan lagi. Apa tadi dia tau kalau aku sedang mengirim pesan pada Juna."Gumam Mikha.


Bersambung.


☘️☘️☘️


Terima kasih sudah berkunjung ke cerita ini 🙏


Mohon dukungannya


Tolong koreksi jika ada kesalahan dalam tulisan ini 🙏


Lope Banyak-banyak untuk semuanya ❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2