Terpaksa Menjadi Pengantin Pengganti Tuan Brian

Terpaksa Menjadi Pengantin Pengganti Tuan Brian
Di Kacaukan Oleh Juna


__ADS_3

Selamat membaca 🤗


☘️☘️


Mikha menatap Brian, tapi dia tidak meminta jawaban dari lelaki itu.


Mikha tau jika Hotel Lesmana sangat membutuhkan dukungan terutama dari perusahaan besar seperti milik Brian. Tapi, semenjak Mikha menyadari jika Juna tidak menyukai Brian begitu juga sebaliknya, Mikha berharap jika perusahaan Brian tidak pernah memilih Hotel Lesmana sebagai tempat pilihan momen bersejarah perusahaan tersebut.


Tapi, hari ini Mikha mendapatkan kejutan yang luar biasa, jika ternyata. Perusahaan Brian telah memilih Hotel Lesmana.


**


Brian yang mendapat tatapan dari Mikha, balik menatap gadis itu. Tapi tatapnya sungguh sangat berbeda dari tatapan yang Mikha berikan. Brian menatap seolah penuh makna dan isyarat, jika Mikha benar-benar harus menghindari dan menjauhi Juna.


"Mikha, suamimu ini memang sangat baik, dia bersedia memilih Hotel Lesmana. Semoga saja kita bisa terus bekerja sama dengan perusahaan Tuan Brian."Kata Juna.


Mikha hanya bisa mengangguk, tapi dia sudah bertekad untuk bicara dengan Brian, apa yang menjadi alasan lelaki itu memilih Hotel Lesmana sedangkan jelas-jelas waktu itu dia seperti tidak menyukai bahkan menolak Hotel Lesmana. Tapi kenapa sekarang Brian malah memilih Hotel Lesmana secara tiba-tiba.


****


Tidak mau berada di suasana canggung dan serba salah seperti ini. Mikha dengan cepat menghabiskan makan siang ya.


"Belle, mau Tante suapi?"tawar Mikha, karena dia melihat makanan Belle yang masih banyak di piringnya.


"Tidak Tante! Terima kasih banyak aku bisa sendiri."Sahut Belle.


"Baiklah,"ujar Mikha dan membiarkan anak itu makan sendiri.

__ADS_1


Juna, lelaki itu masih setia dengan kursinya, dia tidak mau beranjak sedikitpun dari sana padahal Brian sudah mengusirnya dengan tatapan.


"Aku, permisi dulu."Pamit Mikha yang sudah beranjak dari duduknya.


"Tante mau kemana?"tnya Bell.


"Tante, mau ke Toilet sebentar."Sahut Mikha. Dan dia segera berlalu menuju tempat yang baru saja di sebutkan.


Melihat Mikha beranjak dari sana, tiba-tiba Juna pun bangun dan berkata.


"Brian, aku pamit. Karena ada sesuatu yang harus aku kerjakan,"lalu Juna beralih pada Belle,"Anak manis, Om Juna pamit dulu ya. Kapan-kapan kita akan bertemu lagi."


"Iya Om, berhati-hatilah."


"Terima kasih."


Tanpa menunggu Brian mengeluarkan suara, Juna sudah lebih dulu pergi dari sana.


Pikirkan negatif tentu menyelinap di otak Brian.


***


Usai makan siang, mereka bergegas pulang ke Rumah. Meskipun Belle masih belum merasa puas bermain di tempat itu karena masih ada beberapa tempat yang ingin Belle kunjungi, tapi Brian tetep mengajak mereka pulang. Sepertinya lelaki itu sudah tidak lagi bersemangat setelah di kacau kan oleh Juna.


☘️☘️


Sesampainya di Rumah, Mikha bergegas masuk kedalam kamar begitu juga Brian yang langsung meminta Belle untuk beristirahat.

__ADS_1


***


Di tempat lain. Raline yang juga sudah kembali dari pengintaian nya. Menjadi uring-uringan di dalam kamar.


Dia terus saja merutuki dan memaki Mikha.


"Jangan kau pikir kali ini kau bisa merebut apa yang seharusnya menjadi milikku, dan kali ini, aku tidak akan mau mengalah lagi padamu.


☘️☘️


CKLEK..


Suara pintu terbuka dan tanpa di ketuk terlebih dahulu, tentu saja mengejutkan Mikha yang sedang mengeringkan rambut.


Dia berbalik dan sudah siap ingin memarahi siapa yang masuk kedalam kamarnya tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.


Namun niat yang ingin marah, harus Mikha urungkan setelah melihat siapa yang masuk.


"Tu... tuan Brian! Ada apa? Kenapa tiba-tiba Anda masuk kedalam Kamar ku?"tanya Mikha dengan gugup. Karena malu dengan keadaan yang saat ini yang hanya mengenakan handuk saja.


Bersambung.


☘️☘️☘️


Terima kasih sudah berkunjung ke cerita ini 🙏


Mohon dukungannya 🤗

__ADS_1


Tolong koreksi jika ada kesalahan dalam tulisan ini 🙏


Lope Banyak-banyak untuk semuanya ❤️❤️


__ADS_2