
Selamat membaca 🤗
☘️☘️☘️
Bukan hanya Mikha yang terkejut, tapi Brian juga terkejut dengan apa yang dia lihatnya saat ini. Sungguh lelaki ini tidak menyangka akan mendapatkan pandangan seperti ini di saat memasuki kamar gadis itu tanpa permisi.
"Tuan, bisa Anda keluar sebentar. Aku yang akan menemui Anda, jika sudah selesai."Pinta Mikha, agar dia bisa diberi kesempatan untuk mengenakan pakaian terlebih dahulu.
Tapi, Brian yang tadinya mematung dan Diam. Malah menggerakkan kakinya mendekati Mikha.
"Tuan, tunggu!"cegah Mikha sambil mengangkat tangannya, mengisyaratkan agar Brian tidak melanjutkan langkah kakinya.
"Kenapa? Saya kan sudah bilang jika saya sama sekali tidak memiliki ketertarikan padamu. Jadi jangan khawatir, saya tentu tidak akan tergoda dengan penampilanmu yang saat ini."
Mendengar ucapan Brian yang seperti itu, membuat Mikha sedikit kesal, dia yang tadinya berusaha mencegah Brian dan ingin menutupi tubuhnya yang terekspos menjadi mengurungkan semua itu. Malah, Mikha juga ikut melangkahkan kakinya mendekati Brian.
"Ada apa? ada kegentingan apa yang membawa Anda sampai masuk ke kamarku tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu?"tanya Mikha yang sudah berdiri tepat di hadapan Brian.
Melihat Mikha yang berdiri di hadapannya dengan handuk yang melilit di sebagai tubuhnya membuat Brian jadi tidak nyaman, dia berusaha untuk mengalihkan pandangannya dari gadis itu, namun dia juga tetap terlihat cool seperti tidak terusik sama sekali dengan penampilan yang sedikit seksi dari Mikha.
"Ada apa Tuan Brian, kenapa Anda diam?"tanya Mikha, sambil bergerak menggeserkan seluruh rambutnya ke belakang.
Brian semakin menjadi tidak karuan, dia yang sudah mengatakan bahwa tidak akan tergoda dengan Mikha menjadi sedikit gerah. Apalagi ketika kedua bola matanya menatap pundak Mikha yang mulus dan putih, membuat Brian menelan ludahnya sendiri.
"Menjauh lah, Jangan pernah mencoba untuk menggoda saya."Ujar Brian.
"Menggoda! apa saya terlihat seperti menggoda Anda? sepertinya Anda salah paham Tuan Brian, tentu saja saya tidak mungkin menggoda Anda. Saya hanya ingin bertanya apa yang membawa Anda sampai datang ke kamar saya?"sahut Mikha, yang dilengkapi dengan senyum yang terlihat menggoda di mata Brian.
Kening Brian menjadi mengkilap, setelah beberapa butir keringat mengucur dari sana.
"Saya akan datang lain waktu, sekarang kau selesaikan saja apa yang ingin kau lakukan."Akhirnya, malah Brian sendiri yang ingin keluar dari kamar Mikha.
__ADS_1
"Tunggu Tuan."Cegah Mikha yang reflek malah menahan lengan Brian,"Katakan saja ada apa?"tanya Mikha yang masih menggenggam lengan Brian.
"Tidak ada, saya akan bicara di lain waktu saja. Sekarang cepat singkirkan tanganmu dari lengan saya."Kata Brian sambil melirik tangan Mikha.
Mikha yang menyadari atas kesalahannya segera melepaskan lengan Brian.
"Maaf Tuan, saya hanya refleks saja. Untuk kedepannya saya tidak akan mengulangi kesalahan yang sama seperti ini."Mikha menundukkan kepalanya.
Tanpa mengatakan apapun lagi karena hatinya sedang bercampur aduk, Brian segera keluar dari kamar Mikha. Tapi entah kenapa langkah kakinya kaki ini terasa berat ingin meninggalkan kamar Mikha.
Tapi dia tetap harus tetap pergi dari sana sebelum terjadi sesuatu yang tidak diharapkan.
"Dasar lelaki aneh. Untung saja dia benar-benar tidak tertarik dengan wanita, jadi aku bisa sedikit aman menggunakan pakaian seperti apapun di kamar ini, karena dia tidak mungkin tergoda."Gumam Mikha, sesaat setelah Brian pergi dan menutup kembali pintu kamarnya.
***
Sementara Brian tengah tergesa-gesa menuju ke kamarnya, sesampainya di sana lelaki itu langsung menanggalkan kemejanya dan masuk ke dalam kamar mandi lalu menyalakan shower.
Air shower yang meluncur dari ujung kepala sampai ujung kakinya membuat Brian sedikit dingin. Tapi tidak dengan hati dan otaknya yang masih panas, bahkan pelupuk matanya kembali memutar momen beberapa menit yang lalu di saat kedua bola mata Brian melihat penampilan Mikha yang hanya terlilit handuk dengan rambut yang basah dan kulit pundak yang begitu mulus putih.
"Sial! Kenapa otak dan mataku malah membayangkan gadis bodoh itu!"umpatnya.
***
Brian terus menggosok-gosok kepala dan wajahnya agar bayang-bayang Mikha musnah dari sana, namun seperti apapun Brian imenggosok wajah dan kepalanya dia tetap saja membayangkan wajah Mikha yang tersenyum manis dan menggoda dirinya.
"Sial-sial!"umpat Brian sambil memukul-mukul tangannya di tembok.
"Ini tidak bisa di biarkan, Gadis itu tidak bisa dibiarkan."
Brian terus saja meracau dalam guyuran air shower.
__ADS_1
***
Hingga satu jam kemudian.
Brian keluar dari kamar mandi dengan tubuh yang sedikit menggigil karena terlalu lama mengguyur diri di bawah air.
"Astaga! apa yang sedang kau lakukan karena gadis bodoh dan munafik itu Brian, bahkan kau sampai seperti ini,"umpatannya. Entah sudah berapa kali Brian mengumpat kebodohannya sendiri sejak di dalam kamar mandi tadi.
"Tuan apa yang terjadi!"
Suara Rayan yang tiba-tiba muncul mengejutkan Brian, bahkan lelaki itu sampai terlonjak dengan suara nyaring dari Rayan.
"Astaga! Rayan, mengapa kau tiba-tiba muncul mengejutkan saja, apa yang sedang kau lakukan disini?"tanya Brian dengan kesal pada Sekretarisnya itu.
"Maaf Tuan, jika kedatangan saya mengejutkan Anda. Saya hanya ingin memastikan jika Anda dalam keadaan baik-baik saja, saja khawatir karena mendapati Anda tidak keluar dari kamar mandi selama satu jam. Padahal Anda hanya akan memerlukan waktu 10 menit jika melakukan ritual mandi,"kata Rayan, yang sepertinya sudah sangat tau akan kebiasaan yang di lakukan Brian.
"Tidak ada apa-apa, aku hanya merasa kepanasan saja. Jadi harus mandi sedikit lama,"sahut Brian.
"Kepanasan? Apa yang membuat Anda kepanasan? Bukankah seluruh ruangan yang ada di Rumah ini sudah terpasang AC?"tanya Rayan yang bingung. Karena dia sungguh belum memahami situasi Bria.
Bersambung..
☘️☘️☘️
Terima kasih sudah berkunjung ke cerita ini 🙏
Mohon dukungannya 🤗
Tolong koreksi jika ada kesalahan dalam tulisan ini 🙏
Lope Banyak-banyak untuk semuanya ❤️❤️❤️
__ADS_1