
Selamat membaca 🤗
☘️☘️☘️
Brian menggelengkan kepalanya.
"Menarik mu! Apa saya tidak salah dengar atau kau yang sedang mengigau! Baiklah, Saya akan mengingatkannya kembali,"Brian maju dua langkah lebih dekat pada Mikha,"Kau yang meminta untuk tidur di ranjang ini. Dan kau merengek tidak mau di pindahkan saat penjaga ingin membawamu, untung saja Saya berbaik hati membagi ranjang saya untukmu."
Mikha terbelalak mendengar ucapan Brian yang sangat sulit Mikha percaya.
"Anda jangan mengarang cerita."
"Saya bukan penulis Novel, tentu saja tidak ada bakat itu melakukan itu."
Mikha diam, otaknya sedang bekerja keras mengingat apa yang terjadi semalam. Meskipun Mikha sangat yakin jika dia tidak melakukan apa yang baru saja Brian katakan. Tapi dia masih terus mencoba mengingatnya.
"Sudahlah! Tidak perlu membuang energi dan waktu untuk mengingat itu, lebih baik cepat bersiap-siap. Belle sudah sejak tadi menunggumu."Ujar Brian yang langsung menghentikan kerja keras otak Mikha.
Brian sudah akan beranjak dari sana. Tapi Mikha menghentikan langkahnya.
"Tuan, selama saya tidur di sini Anda tidak melakukan apa-apa kan?"
Brian kembali mendekati Mikha.
"Saya sudah bilang, jika saya sama sekali tidak tertarik padamu."
Mikha yang kesal menjadi terpancing dengan omongan blak-blakan Brian.
Hingga muncullah ide gila di otaknya.
__ADS_1
"Benarkah Anda tidak tertarik dengan saya?"kata Mikha dengan nada suara yang seperti sedang menggoda.
Bukan hanya itu, tapi Mikha juga semakin mendekat pada Brian hingga jarak mereka hanya beberapa Senti saja. Mikha mengangkat wajahnya untuk menatap mata Brian.
"Benarkah Anda tidak tertarik dengan saya?"tanya Mikha kembali, sambil mengulas senyum yang sangat manis
Brian yang baru pertama kali melihat wajah Mikha dengan sangat jelas dan senyum indah. Tiba-tiba menjadi gugup dan tidak bisa berkata apapun.
Sementara Mikha masih terus menggodanya dengan senyuman yang semakin membuat Brian tidak karuan. Dan entah kenapa tiba-tiba hatinya berdebar hebat.
Tapi Mikha yang tidak melihat reaksi apapun dari Brian, jadi berfikir yang aneh-aneh tentang lelaki yang tidak bereaksi apapun itu.
"Dia sudah di tinggal istrinya selama bertahun-tahun! dan dia tidak pernah menjalin hubungan apapun dengan wanita manapun, sepertinya Tuan Brian tidak bernafsu dengan wanita! Astaga, sungguh ini kejutan yang luar biasa. Tapi Baguslah, bukankah ini baik untukku jika dia tidak bernafsu pada lawan jenis."
Brian semakin memperhatikan dengan lekat setiap garis wajah Mikha, Hidung, Mata, Pipi hingga bibir, tidak luput dari perhatian mata Brian. Namun lelaki itu tetap tidak menunjukkan ekspresi apapun selain diam seperti tidak perduli padahal hati dan otaknya sedang berseteru dengan apa yang saat ini sedang diperhatikan oleh Brian.
Tidak mau semakin menjadi-jadi karena hatinya semakin tidak karuan. Brian mundur beberapa langkah untuk menjauhi Mikha.
Selepas kepergian Brian. Mikha menepuk jidatnya.
"Astaga! Aku sungguh tidak menyangka jika Tuan Brian tidak tertarik dengan lawan jenis, kasihan sekali. Padahal dia terlihat tampan dan menawan jika sedang tidak marah-marah. Jaman sekarang memang aneh dan di luar nalar."
**
Setelah membersihkan diri, Mikha segera turun ke bawah dan menemui Belle. Dan tidak mau lagi menunda-nunda Brian segera mengajak putrinya pergi ke taman.
Mereka pergi bertiga seperti sebuah keluarga kecil yang ingin menikmati hari libur bersama. Sepanjang perjalanan Belle terlihat sangat bahagia. Akhirnya apa yang dia impikan selama ini bisa terwujud. Pergi bermain di taman bersama Ibunya.
"Tante, apa dulu Tante Mikha sering bermain ayunan?"tanya Belle.
__ADS_1
"Tentu saja pernah,"jawab Mikha sambil mengulas senyum.
"Aku hanya baru 3 kali main ayunan. Dan di taman nanti aku ingin bermain ayunan sebanyak-banyaknya."
Mikha mengusap lembut rambut Belle.
"Tentu saja kau akan melakukan itu."
**
Tidak membutuhkan waktu lama Brian dan Mikha serta Belle sampai di Taman yang dulu pernah di kunjungi Brian bersama Belle dan Rayan.
Dengan sangat bahagia, bocah kecil itu menarik tangan Mikha menuju ke wahana yang paling disukai! yaitu ayunan.
Senyum dan tawa bahagia selalu mengembang di wajah imut dan bersih Belle, begitu juga dengan Mikha, dia seperti mendapatkan teman baru di saat sedang bermain bersama Belle, dia juga sudah seperti ibu yang sangat menjaga Belle dengan baik di saat anak itu sedang berlari-lari mencari wahana yang menarik di matanya.
Brian tertegun melihat kebahagiaan yang belum pernah dia lihat sebelumnya, Belle memang sangat bahagia tapi saat ini, Brian melihat kebahagiaan yang jauh lebih nyata di wajah putri semata wayangnya.
Di tengah kebahagiaan Mikha dan Belle, serta Brian yang juga merasakan bahagia dengan senyuman mengembang yang terlihat dari wajah putrinya.
Ada satu pasang mata yang sedang memperhatikan mereka dari balik bunga-bunga yang terhampar di taman tersebut.
Bersambung..
☘️☘️☘️
Terima kasih sudah berkunjung ke cerita ini 🙏
Mohon dukungannya 🤗
__ADS_1
Tolong koreksi jika ada Kesalahan dalam tulisan ini 🙏
Lope banyak-banyak untuk semuanya ❤️❤️❤️