Terpaksa Menjadi Pengantin Pengganti Tuan Brian

Terpaksa Menjadi Pengantin Pengganti Tuan Brian
Kedatangan Juna


__ADS_3

Selamat membaca 🤗


☘️☘️☘️


"Tante dengar, acara Perusahaanmu di laksanakan Minggu depan?"tanya Merry.


"Iya, Tante."


"Ajaklah Mikha, dan perkenalkan dia pada semua orang sebagai istrimu. Karena banyak orang yang mengira jika Istrimu adalah Raline. Bukan Mikha."Kata Merry.


Brian mengagguk. Entah dia akan menuruti permintaan Merry atau tidak. Yang penting bagi Brian, mengagguk saja dulu agar semua beres.


"Baiklah, kalau begitu Tante mau istirahat dulu. Jangan lupa panggil Tante jika Belle sudah bangun, Tante sudah sangat merindukan anak manis itu."


Merry beranjak dan langsung menuju kamar yang bisa dia tempati di saat sedang ada di Rumah tersebut.


Sedangkan Brian masih duduk tak bergeming, dia memutar balik setiap kata yang di ucapkan oleh Merry. Yang meminta dia agar membuka hati dan tidak terlalu membatasi hubungan antara Mikha dan Belle.


Tapi akhir-akhir ini Brian sudah lebih baik, dia tidak lagi melarang Mikha untuk mendekati Belle. Malah lelaki itu seperti membebaskan hubungan antara Mikha dan putrinya.


**


"Tuan, di luar ada Seseorang yang ingin bertemu dengan Anda,"ucap seorang pelayan yang tiba-tiba datang menghampiri Brian.


"Siapa?"tanya Brian.


"Saya tidak tau, Tuan. Karena orang itu belum pernah datang kesini sebelumnya. Tapi dia bilang perwakilan dari Hotel Lesmana."


Mendengar nama Hotel Lesmana, seketika Brian tertarik."Suruh dia masuk."


"Baik Tuan."Sang pelayanan bergegas kembali ke pintu utama dimana tamu menunggu.


***


"Terima kasih,"ucap seorang lelaki dengan menundukkan kepalanya setelah pelayanan mengantarkannya sampai di Ruang Tamu. Dan sudah ada Brian di sana.


Lelaki yang datang adalah Juna. Dan sepertinya Brian sudah menduganya.


"Selamat sore menjelang malam, tuan Brian. Apakah kedatangan saya mengganggu."Sapa Juna.


Brian mendengus kesal."Jika iya, apa kau bisa langsung pergi dari sini."


"Haha.. tentu saja tidak! Karena kedatangan saya di sini, ingin menyampaikan sesuatu yang penting untuk Anda."


Tanpa menunggu si pemilik Rumah mempersilahkannya untuk duduk, Juna sudah lebih dulu melakukan itu.


"Cepat katakan ada apa? Jangan terlalu lama bertamu di Rumah orang,"kata Brian sesaat setelah Juna mendudukan dirinya.


"Kau ini sangat tidak ramah sekali,"sahut Juna.


**

__ADS_1


Setelah berbasa-basi fersi musuh. Juna mulai serius menyampaikannya maksud kedatangannya. Yang tentu saja ada hubungannya dengan Hotel Lesmana. Dia senaja langsung menemui Brian, karena Rayan sedang tidak ada di Kantor. Dan kesempatan ini juga Juna gunakan untuk melihat keadaan Mikha yang tiba-tiba mengundurkan diri dari Hotel Lesmana.


"Baik, lakukan saja sesuai rancangan Hotel itu,"kata Brian setelah Juna menyelesaikan penjelasannya.


"Baik, terima kasih karena kau sudah mempercayakan Hotel Lesmana."


"Tidak perlu berbasa-basi lagi. Sekarang urusanmu sudah selesai, jadi cepat pergi dari sini."Usir Brian.


"Apa kau tidak ingin memberikan akau minum terlebih dahulu?"tanya Juna, yang terkejut dengan Brian yang mengusirnya.


"Sudah datang tidak diundang sekarang kau malah meminta minum! sungguh sangat tidak tahu malu sekali."Umpat Brian.


"Aais, sepertinya Anda belum paham cara menghormati tamu. Bukankah sudah menjadi kewajiban si pemilik rumah untuk menyuguhkan minuman kepada tamu yang datang."Balas Juna.


Brian yang terpancing langsung mengepalkan tangannya.


Dan tanpa Brian sadari seorang pelayan wanita membawakan satu gelas minuman untuk Juna.


"Silahkan di minum,Tuan."Ucap pelayanan tersebut.


Tentu saja hal ini membuat Juna tersenyum puas sambil melirik ke arah Brian.


Dan Brian langsung menatap tajam ke arah pelayannya, sang pelayan tentu saja panik melihat tatapan dari Brian, Pelayanan sudah bisa menduga jika dia baru saja melakukan kesalahan. Tapi, apa kesalahanku? Pikir si Pelayan.


"Terima kasih, telah membawakan Saya minum. Karena sejak tadi saya merasa sangat kehausan,"kata Juna.


"Sa.. Sama-sama, Tuan. Ini sudah menjadi semua tugas para pelayan menyuguhkan minuman pada tamu yang datang, karena Tuan Brian selalu menghormati setiap tamu yang menginjakkan kaki di rumah ini. Jadi kami harus segera membawakan minum sebelum Tuan Brian memintanya."Sahut Pelayanan tersebut, yang mungkin saja kata-katanya ini bisa menyelamatkannya dari hukuman Brian.


Juna langsung menenggak minuman itu sesaat setelah pelayan pamit undur diri.


"Jika kau sudah menghabiskan minuman itu, segeralah pergi karena saya ingin beristirahat."Kata Brian, yang masih mengusir Juna.


Juna meletakkan gelas di atas meja dia mengangguk lalu berkata.


"Tentu saya akan segera pergi dari sini, tapi izinkan saya bertemu dengan Mikha terlebih dahulu karena ada sesuatu yang ingin saya bicarakan kepadanya."


Mendengar ucapan Juna, seketika Brian semakin mengepal kuat tangannya.


"Kau lancang sekali!"geramnya Seraya mengeraskan rahang dan otot-otot di tangan.


"Aku hanya ingin berbicara Pada Mikha sambil memastikan apa yang menyebabkan dia berhenti dari Hotel Lesmana secara tiba-tiba, aku hanya ingin meyakinkan jika kau tidak ikut andil dalam pengunduran diri Mikha."


"Itu bukan urusanmu, dan kau tidak berhak mempertanyakan mengapa dia berhenti dari Hotel itu."


"Itu memang bukan menjadi urusanku, tapi kau harus ingat Brian, jika kau tidak boleh mengekang Mikha seperti apa yang kau inginkan. Mikha berhak memilih jalan hidupnya sendiri dan melakukan aktivitas sesuai keinginannya kau tidak boleh memaksa kehendak yang keterlaluan dan tidak bisa Mikha imbangi."


Brian yang semakin geram dengan ucapan Juna seketika bangkit dari duduknya.


"Saya suaminya, jadi saya lebih tahu mana yang baik untuknya. Dan kau hanya orang lain tidak perlu ikut campur setiap urusan Mikha."


Juna tersenyum pahit. Mendengar kata, jika dia hanya orang lain untuk Mikha. Namun Juna tidak perduli dengan ucapan yang keluar dari mulut Brian. Yang Juna yakini, Mikha menganggap dirinya sepesial.

__ADS_1


"Aku tau itu Brian, dan aku juga tau jika Mikha istri di atas kertas."


DEG!


Brian membulatkan matanya. Dengan gerakan kasar, Brian meraih kerah kemeja Juna.


"Dengar, saya selama ini diam dan membiarkanmu berkeliaran di sekitar Mikha, tapi bukan berarti kau bisa seenaknya."


Juna tentu tidak terima, dia langsung menyingkirkan tangan Brian yang ada di lehernya.


"kenapa kau bereaksi berlebihan seperti ini? Apa kau takut jika Mikha berpaling darimu?"


"Juna!"Tiba-tiba Mikha datang. Dia yang baru terbangun dan ingin pindah ke kamarnya malah melihat pemandangan menegangkan..


Juna dan Brian sangat terkejut mendapati kehadiran Mikha di sana, tapi keterkejutan Juna langsung memudar karena sejak tadi dia memang menunggu kehadiran Mikha.


"Mikha."Panggil Juna.


Juna langsung menepis kembali tangan Brian yang sudah akan sampai di lehernya dan dia berlari kecil menghampiri Mikha yang masih berdiri kebingungan.


"Mikha, kau baik-baik saja kan! aku sangat mengkhawatirkanmu karena tiba-tiba kau bukan diri, Katakan ada apa, aku akan membantumu."Kata Juna.


"Juna, kau tidak perlu berlebihan seperti ini apalagi sampai datang ke sini hanya untuk menanyakan hal tersebut, aku memutuskan berhenti dari hotel Lesmana karena aku memang tidak bisa melanjutkan bekerja di sana. Tolong hargai keputusan ku dan jangan pernah lagi datang untuk menanyakan alasan itu,"pinta Mikha. Yang tentu saja kata-kata Ini membuat Juna sedikit kecewa.


Brian yang semakin memanas karena amarah yang sudah sampai di ubun-ubun, melangkahkan kaki mendekati Juna, dan tanpa mengatakan apapun lagi. Brian langsung menarik pundak Juna agar dia mundur dan menjauh dari Mikha.


Juna yang kesal dengan aksi Brian, tidak terima. Dia mendorong Brian dengan sangat kuat sampai membuat lelaki itu mundur beberapa langkah.


"Kau!"geram Brian.


Dan.


BUG!


satu pukulan kuat melayang di wajah Juna.


Mikha kaget! Tidak menyangka jika Brian sampai memukul Juna.


Juna yang terhuyung menyentuh ujung bibirnya yang sedikit berdarah. Sambil mengulas senyum meledek.


"Juna! kau tidak apa-apa,"karena Reflek dan tidak tega. Mikha ingin menolong Juna.


Namun, belum sampai pada Juna, Brian sudah lebih dulu menarik lengan Mikha.


Bersambung..


☘️☘️☘️☘️


Terima kasih sudah berkunjung ke cerita ini 🙏


Mohon dukungannya 🤗..

__ADS_1


Tolong koreksi jika ada.


__ADS_2