Terpaksa Menjadi Pengantin Pengganti Tuan Brian

Terpaksa Menjadi Pengantin Pengganti Tuan Brian
Perdebatan Mikha Dan Brian


__ADS_3

Selamat! Membaca 🤗


Brian tersenyum puas dalam hatinya, entah apa yang dipikirkan dan di rencanakan oleh lelaki itu.


"Baiklah, saya akan memberikan satu kesempatan lagi."


"Silahkan duduk tuan."


Di saat kedua pasangan suami istri yang tengah menjadi partner kerja itu kembali duduk berhadapan, Mikha memberanikan diri untuk mengatakan apa yang sudah ia pikirkan.


"Jadi, tipe wanita seperti apa yang Anda inginkan?"


Brian mengerutkan keningnya, ia sedikit bingung dengan pertanyaan Mikha.


"Wanita?"


"Iya, wanita! bukankah ini yang Anda inginkan, kami pihak hotel Lesmana, akan berusaha mencarikan wanita terbaik yang menjadi tipe ideal Anda."


Kata Mikha dengan bersemangat, ia mengira jika Brian menginginkan seorang wanita yang bisa menemaninya untuk bermalam, itulah arti kepuasan yang Mikha tangkap dari ucapan Brian.


"Kau menghina saya!"Brian mulai terpancing emosinya.


"Astaga! kenapa ia terlihat marah! apa aku salah bicara, tapi apanya yang salah!"


"Maaf Taun, sungguh saya tidak bermaksud menghina Anda, tapi bukankah Anda sendiri yang mengatakan jika menginginkan pelayanan yang memuaskan seperti Hotel-hotel yang sebelumnya datang pada Anda!"Kata Mikha dengan hati-hati.


"Memangnya kau pikir saya ini kesepian!"


"Bukankah iya, Anda menduda selama bertahun-tahun, dan calon istri Anda malah kabur, tidak ada alasan untuk Anda tidak kesepian kan!"


"Kenapa kau diam!"sentak Brian.

__ADS_1


"Ti.. Tidak tuan, maafkan saya."


Mikha dan Brian masih saja berdebat panjang lebar, perkataan Brian yang seolah sengaja memancing emosi Mikha, semakin membuat gadis itu geram, ingin sekali ia melayangkan kursi di kepala Brian jika ia tidak takut dosa dan dipenjara.


***


Sementara di luar ruangan, Juna tengah menunggu Mikha dengan perasaan gelisah dan was-was.


Ia takut terjadi sesuatu kepada gadis itu.


Tiba-tiba Juna teringat sesuatu.


"Aku seperti pernah melihat Tuan Brian sebelum ini, tapi di mana ya!"gumam Juna, yang mungkin kehilangan sebagian memori ingatannya yang beberapa hari lalu.


"Selamat! Siang Tuan Juna!"


Rayan datang menghampirinya.


"Aku juga seperti pernah melihat dia!"


"Tuan Juna!"


"Iya, ada apa Pak?"


"Rekan Anda meminta Anda untuk pulang terlebih dahulu."


"Rekan saya, maksud Anda, Mikha?"


"Benar!"


"Tidak, saya akan tetap menunggunya, kami datang bersama jadi pulangpun harus bersama,"tegas Juna.

__ADS_1


Juna menatap Rayan penuh dengan curiga, dan Rayan menyadari itu.


"Terserah pada Anda tuan, saya hanya menyampaikan pesan yang di titipkan Nona Mikha."


Ketika mendengar Rayan menyebut Nona Mikha, seketika ingatan Juna beberapa hari yang lalu pulih.


"Ya, lelaki ini pernah memanggil Mikha dengan sebutan Nona." Gumam Juna dalam hatinya, ketika ia mengingat, pernah bertemu Rayan dan Brian di taman Kota bersma Mikha.


"Maaf Tuan, saya ingin mengajak teman saya kembali."Kata Juna yang terlihat kesal, setelah mengingat jika Mikha pernah mengatakan kalau ia pernah bekerja sebagai pengasuh anak Brian.


Juna langsung nyelonong melewati Rayan, dan ia mengetuk dengan kuat pintu ruangan Brian.


"Mikha, ayo kita kembali, tidak usah berlama-lama di sini, jika perusahaan ini tidak ingin menggunakan jasa Hotel kita, itu tidak jadi masalah."Teriak Juna sambil menggedor-gedor pintu, menarik perhatian karyawan yang ada di sana.


"Tuan hentikan, jika Anda tidak ingin di seret oleh petugas kami,"Kata Rayan.


Dan di saat yang bersamaan Brian membuka pintu.


"Ada apa?" tanyanya.


Juna menatap Brian dengan tatapan sulit di artikan.


Bersambung...


🍁🍁🍁🍁


Terima kasih sudah berkunjung ke cerita ini


Minta dukungannya y🤗


Tolong koreksi jika ada keslahan dalam cerita ini.

__ADS_1


Lope Banyak-banyak untuk semuanya ❤️❤️ y


__ADS_2