
Selamat membaca 🤗
☘️☘️
Sambil menggoyang-goyangkan kakinya. Brian mengibaskan tangan menyuruh Mikha segera melakukan apa yang di perintahkan.
Dengan hati yang super dongkol. Mikha bergerak mendekati tumpukan Buku. Dan mulai memeriksa tanggal terbit di buku-buku itu. Dalam hatinya terus merutuki dan menyumpahi Brian.
**
Brian masih memperhatikan pekerjaan yang saat ini sedang dilakukan oleh Mikha dengan sangat serius dan hati-hati. Sementara Mikha sudah terlihat sangat kesal, jenuh dan lelah dengan apa yang sedang dia lakukan saat ini, karena sudah hampir tiga jam dia di sana menyusun buku-buku koleksi Brian, tapi tidak sedikitpun buku-buku yang berserakan itu berkurang.
"Tuan, bisakah di lanjutkan besok saja?"pinta Mikha dengan wajah yang sudah sangat lesu tidak bersemangat.
"Tidak bisa, kau harus menyelesaikan pekerjaan ini. Kerena jika tidak, aku akan berubah pikiran untuk tidak memaafkan mu karena kau mulai tidak patuh, padahal sebelumnya kau berjanji akan melakukan apapun agar saya bersedia mengembalikan yang Ayahmu minta."Sahut Brian dengan sedikit mengancam.
Dengan tangan yang terkepal, Mikha kembali menyumpahi Brian dalam hatinya. Dan dia pun kembali melanjutkan pekerjaannya tanpa mengatakan apapun lagi.
***
__ADS_1
Lima jam sudah Mikha menjalani hukuman dari Brian, dan saat ini waktu sudah menunjukkan pukul 01:00. Namun, di waktu yang sudah Mikha lewati Gadis itu hanya baru menyelesaikan setengah dari pekerjaannya.
Cape, ngantuk, pegal, jenuh. Semua itu tentu Mikha rasakan. Dan yang paling membuat Mikha kesal adalah! Kehadiran Brian di sana, lelaki itu tidak semenit pun meninggalkan Mikha dan dia terus mempertahankan pekerjaan Mikha.
"Tuan, apa Anda haus?"tanya Mikha, berharap jika Brian mengatakan iya.
"Tidak!"jawab Brian singkat, dan langsung membuat Mikha muram.
Tapi Mikha tidak mau menyerah.
"Tuan, Anda sudah Lima jam duduk di sana, saya yakin pasti Anda lelah kan. Anda harus bekerja besok pagi, jadi bukankah sebaiknya Anda beristirahat."Kata Mikha, jika dia tidak bisa pergi dari ruangan itu, setidaknya dia bisa membuat Brian yang pergi dari sana. Agar dia bisa beristirahat sejenak tanpa harus diawasi oleh mata lelaki itu.
"Saya tidak perlu beristirahat."
"Sulit sekali orang satu ini! Apa yang harus aku lakukan? Apakah di tempat ini tidak ada obat tidur? Aku ingin sekali membuat orang ini tidur untuk selama-lamanya.. Aah, kenapa aku jadi jahat seperti ini. Maksudku tidak sampai besok pagi, agar aku bisa menyelesaikan ini tanpa harus di awasi. Aku sungguh tidak nyaman jika di selalu melihatku."
"Kenapa kau malah diam!"sentak Brian yang melihat Mikha malah mematung di hadapannya.
"Tidak Tuan, saya akan segera melanjutkan pekerjaan saya."
__ADS_1
Mikha langsung kembali ke posisinya semula, jika sudah menyangkut Handoko dan Marlina gadis itu pasti akan patuh dengan siapapun. Sepertinya dia lupa dengan kata-kata hatinya yang mengatakan sudah tidak akan memperdulikan Handoko lagi.
Dia kembali memilah-milah Buku yang masih menumpuk. Hingga beberapa menit kemudian, Gadis itu sudah tidak lagi kuat menahan kantuk yang luar biasa.
PLUK!
Mikha menjatuhkan satu buku dari tangannya, dan karena sudah tidak bisa menyeimbangkan diri Mikha pun nyaris terjatuh.
Untung saja, Brian yang sejak tadi tidak melepaskan pandangan menyadari itu. Dia beranjak tepat waktu dan langsung menangkap tubuh Mikha sebelum ambruk di lantai.
Bersambung.
☘️☘️☘️
Terima kasih sudah berkunjung ke cerita ini 🙏
Mohon dukungannya 🤗
Tolong koreksi jika ada Kesalahan dalam tulisan ini 🙏
__ADS_1
Lope banyak-banyak untuk semuanya ❤️❤️