
Selamat membaca 🤗
☘️☘️☘️
Meskipun sudah menyadari jika hari sudah pagi menjelang siang, Mikha masih enggan untuk beranjak dari tidurnya. Mungkin karena tempat tidur yang berbeda membuat Mikha jadi ingin berlama-lama tidur di kasur yang seperti sutra itu.
CKLEK..
Suara pintu terbuka di susul dengan suara langkah kaki kecil yang berjalan mendekati Mikha.
"Tante Mikha, Tante masih tidar!"
Samar-samar Mikha mendengar Belle memanggilnya.
"Tante! Tante sudah berjanji akan pergi ke taman bersamaku kan! Ayo bangun, ini sudah siang. Papah dan Om Rayan sudah menunggu."Belle mengguncang tubuh Mikha yang masih berbalut selimut.
Perlahan Mikha membuka matanya.
Dan dia melihat Belle dengan senyum penuh dengan semangat.
"Tante tidak lupa,"kata Mikha dan dia bangun dari tidurnya.
Setelah duduk di sisi ranjang, Mikha mengedarkan pandangan keseluruh ruangan dan di sini Mikha baru menyadari jika dia bukan sedang berada di dalam kamarnya.
"Aku ada di mana? Ini bukan kamarku kan? Kamarku tidak sebagus ini. Lalu ini kamar siapa? Aku tidak di mana?"
__ADS_1
"Tante, kenapa diam?"Belle menyentuh tangan Mikha yang sedang berdialog dengan hatinya.
"Tidak apa-apa,"sahut Mikha sambil mengumpulkan memori semalam.
"Aah, aku ingat. Semalam aku di beri tugas yang tidak manusiawi oleh lelaki tidak waras itu." Gumam Mikha dalam hatinya. Tapi dia masih bingung kenapa bisa tidur di atas ranjang Brian.
"Dia tidak menarik ku untuk tidak di ranjangnya kan! dan dia tidak melakukan apapun padaku kan!"
Di saat Mikha sedang mengingat-ingat kembali apa yang terjadi, Brian masuk kedalam kamar itu.
"Papah, tante Mikha sudah bangun!"seru Belle.
"Benarkah!"sahut Brian dan langsung mendekati putrinya.
"Iya Pah, sepertinya Tante Mikha sangat suka tidur di kamar Papah. Besok biarkan Tante Mikha tidak di sini lagi ya Pah. Aku senang jika kamarku berdekatan dengan Tante Mikha."Ujar Belle.
"Baiklah, sekarang Belle tunggu di luar ya. Kita akan segera berangkat."
Belle mengangguk.
"Baik Pah,"dan anak itu langsung beralih pada Mikha yang masih diam dengan melihat Brian,"Tante aku tunggu di luar ya. Tante minta cepatlah,"ujar Belle.
"Balik, Tante akan segera bersiap."Sahut Mikha.
Belle beranjak dari kamar Brian, dan setelah anak itu menutup pintu. Mikha mulai mencecar Brian dengan beberapa pertanyaan.
__ADS_1
"Tuan, apa yang Anda lakukan, kenapa Anda menarik saya sampai tertidur di ranjang ini? Dan katakan pada saya jika Anda tidak memanfaatkan situasi ini kan?"
Mendengar pertanyaan yang membuat telinga Brian gatal. Lelaki itu bergidik lalu melipat kedua tangannya di depan dada.
"Apa kau pikir kau ini menarik, hingga bisa bicara seperti pada saya? Dan apa kau pikir saya buta. Tidak bisa membedakan mana yang wanita dan yang bukan."
Seketika Mikha membulatkan matanya dengan sangat sempurna, menatap Brian dengan penuh aura tidak terima.
"Tidak bisa membedakan mana yang wanita dan mana yang bukan!"Mikha mengulangi ucapan Brian beberapa detik saja yang lalu.
"Kenapa!"sahut Brian seperti menantang.
Mikha menyingkirkan selimut yang menghalangi kakinya. Lalu dia berdiri dengan tegak di hadapan Brian.
Dan Brian malah terkekeh melihat itu.
"Tuan Brian, saya tidak suka dengan kata-kata Anda. Anda sudah dengan lancang menarik saya agar tidur di atas Ranjang Anda dan saat ini, Anda malah meledek sekarang."
Bersambung..
☘️☘️
Terima kasih sudah berkunjung ke cerita ini 🙏
Mohon dukungannya 🤗
__ADS_1
Tolong koreksi jika ada Kesalahan dalam tulisan ini 🤗👇👇