Terpaksa Menjadi Pengantin Pengganti Tuan Brian

Terpaksa Menjadi Pengantin Pengganti Tuan Brian
Tuan Brian Menunggu Anda


__ADS_3

Selamat membaca 🤗


☘️☘️☘️


Setelah sedikit tenang, Mikha menguraikan pelukannya.


"Bagaimana perasaanmu, apa lebih baik?"tanya Tika.


Mikha Mengangguk.


"Jangan menjadikan semua ini beban pikiranmu, jalani saja semua apa adanya, aku yakin semua akan baik-baik saja dan Juna pasti mengerti posisimu saat ini."Kata Tika.


"Terima kasih, Tika."


"Jadi, apa kita tetap pergi ke Rumah Om Iswan?"tanya Tika.


"Tentu, tidak ada alasan untukku tidak jadi pergi,"sahut Mikha.


Tika tersenyum karena temannya sudah kembali semangat.


"Ayo, kita berangkat sekarang."Ajak Tika.


☘️☘️☘️


"Lelaki itu kekasih Kakak tiri mu."Kata Om Iswan di saat Mikha bertanya siapa lelaki yang pergi bersama Raline.


"Apa! Kekasih?"Mikha tentu terkejut dengan fakta ini. Jika Raline sudah punya kekasih kenapa dia menerima pinangan dari Brian, itulah yang saat ini menjadi pertanyaan Mikha.


"Ya, lelaki itu kekasihnya, tapi saat ini Raline tidak bersama dengan lelaki itu lagi. Karena Om mendapati lelaki itu tinggal sendiri di sebuah kontrakan yang berbeda di pinggiran kota."Ujar Om Iswan.


Mikha semakin bertanya-tanya, jika Raline tidak bersama kekasihnya lalu kemana dia. Tapi nikah sangat meyakini jika lelaki itu yang menyembunyikan.


"Om, bisa beritahu aku di mana alamat kekasih Raline?"


Om Iswan mengangguk dan menyebutkan sebuah alamat lengkap dan jelaskan kepada Mikha.


***


"Mikha, untuk apa kau meminta alamat lelaki itu?"tanya Tika, setelah mereka berpamitan dari Rumah Om Iswan.


"Apalagi! tentu saja untuk menemukan Raline, aku sangat yakin jika Raline ada di sana."


"Bukankah Om Iswan bilang, jika Raline sudah tidak bersama lelaki itu."


"Benar, tapi entah kenapa perasaanku mengatakan jika Raline ada di sana atau paling tidak lelaki itu tahu di mana Raline sekarang."Yakin Mikha.


"Baiklah, jadi apa kau akan kesana sekarang?"


"Iya, aku harus segera menyelesaikan ini semua."


Mikha dan Tika bergegas menuju alamat yang di berikan Om Iswan. Mikha yang sangat bernafsu untuk menemukan Raline dan membawa Raline itu di hadapan Brian.


"Mikha, apakah selama ini kakakmu berselingkuh dari tuan Brian?"tanya Tika yang saat ini sedang berada di balik kemudi.


"Sepertinya begitu,"sahut Mikha.


"Lalu kenapa kau ingin menyatukan mereka kembali? aku jadi merasa kasihan pada tuan Brian."


"Tidak ada pilihan lain untukku selain membawa Raline pada Brian, karena dengan kembalinya Raline aku sangat yakin Tuan Brian akan melepaskan aku. Karena pada awalnya Raline lah yang seharusnya menjadi istrinya sedangkan aku hanya pengantin pengganti Tuan Brian."


Tika tidak bisa mengatakan apapun lagi karena keputusan Mikha sudah bulat untuk membawa Raline kepada suaminya.

__ADS_1


***


Sore hari. Dan Mikha masih belum kembali. Brian berdiri di balkon kamarnya, wajah lelaki itu terlihat sangat kesal, karena sudah di jam seperti ini Mikha belum kembali pulang.


"Sepertinya aku benar-benar harus menghukumnya lebih keras lagi agar dia semakin patuh,"gumam Brian.


***


Sedangkan Mikha, masih berada di sekitaran kontrakan, kekasih Raline.


Dia tidak mendapatkan Lelaki itu, menurut orang yang ada di sekitar kontrakan tersebut lelaki itu sedang pergi.


Tidak ingin perjalanannya sia-sia, Mikha bertekad untuk tetap di sana menunggu kekasih Raline datang.


"Mikha, apa tidak sebaiknya kita pulang saja, sudah lebih dari 3 jam kita menunggu tapi orang itu tidak datang,"ucap Tika yang merasa apa yang Mikha lakukan berlebihan.


"Tunggu sebentar lagi, aku yakin sebentar lagi lelaki itu akan pulang."Yakin Mikha yang keras kepala.


"Baiklah, aku beri waktu 30 menit lagi. Jika lelaki itu tidak kunjung datang kita harus pulang."


Mikha mengangguk setuju.


10 menit


20 menit


30 menit.


Waktu yang di berikan Tika habis, dan gadis itu memaksa Mikha untuk pulang.


"Kita bisa kembali lagi besok, ini sudah senja dan tidak baik jika berlama-lama di tempat asing seperti ini."Kata Tika menyadarkan Mikha yang masih ingin tetap di sana.


**


"Aku akan mengantarmu ke pulang,"kata Tika yang saat ini sudah berada di Mobil.


Mikha diam tidak menimpali ucapan Tika, karena dia sedang meras galau.


☘️☘️


Satu jam lebih menempuh perjalanan, Mobil yang di kendarai Tika menepi di depan pagar Rumah Brian dan pada saat ini harus sudah petang.


"Terima kasih Tika, kau berhati-hatilah di jalan."Ucap Mikha sebelum turun dari mobil.


"Iya, dan kau beristirahatlah dengan baik, jangan pikirkan apapun."Timpal Tika.


Mikha melambaikan tangannya mengiringi kepergian mobil Tika.


Dan kegiatannya itu sedang di perhatikan oleh sepasang mata tajam Brian yang berada di balkon kamarnya.


Dua penjaga membuka pagar untuk Mikha.


"Nona, kenapa Anda baru kembali?"tanya salah satu penjaga dengan wajah yang memelas.


Mikha tentu bingung dengan raut wajah yang di tunjukkan dua penjaga pagar.


"Maaf, jalanan macet jadi aku terlambat."Sahut Mikha.


"Anda tidak perlu meminta maaf Nona, sekarang lebih baik Anda masuk dan langsung temuin Tuan Brian."


"Tuan Brian! Ada apa?"

__ADS_1


"Anda akan tau jika sudah menemui Tuan Brian."


Mikha yang masih tidak mengerti hanya bisa mengangguk dan melangkahkan menuju pintu utama.


Sesampainya di dalam Mikha langsung di sambut Luri.


"Nona dari mana saja? Tuan Brian mencari Anda."


"Tidak mungkin dia mencari ku,"gumam Mikha.


"Nona segeralah ke kamar Tuan Brian." Pinta Luri.


"Kenapa harus ke kamarnya? Ada apa sampai aku harus ke sana? Aku hanya terlambat pulang kan! Tidak melakukan kesalahan fatal seperti membuat Belle terjatuh!" Batin Mikha.


"Ayo Nona, cepat!"kata Luri.


"Baiklah!"meskipun ragu untuk datang ke kamar Brian, Mikha tetap melangkah menaiki tangga. Dia sudah mempersiapkan mental dan harinya jika lelaki itu murka dan memaki dirinya.


TOK! TOK! TOK!


"Tuan, ini saya."Kata Mikha setelah tiga kali mengetuk pintu kamar Brian.


...


...


...


Tidak ada sahutan dari dalam dan Mikha kembali mengetuk pintu.


Sambil memanggil si pemilik Kamar.


"Apa dia tidak ada di sini?"tanya Mikha pada dirinya sendiri.


"Tuan! apa Anda ada di dalam?"panggil Mikha kembali.


"Tuan, Anda bilang sedang menunggu saya. Apa itu benar?"


"Tuan, apa saya boleh langsung masuk? Anda tidak marah kan?"


..


..


Hening....


Tidak ada sahutan apapun setelah Mikha mencerocos memanggil Brian.


"Apa aku masuk saja ya."Gumam Mikha yang sudah memegang gagang pintu kamar Brian.


Bersambung..


☘️☘️☘️☘️


Terima kasih sudah berkunjung ke cerita ini 🙏


Mohon dukungannya 🤗


Tolong koreksi jika ada Kesalahan dalam tulisan ini 🤗


Lope banyak-banyak untuk semuanya ❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2