Terpikat Cinta Musuh Ayah (My Sugar Daddy)

Terpikat Cinta Musuh Ayah (My Sugar Daddy)
Menemuinya


__ADS_3

"Apa kamu ulang tahun hari ini?, seperti nya tidak"


"Kelakuan atasan kamu yang mau bikin aku di gunjing seisi kantor"


"Itu buat kamu kan"


Dia mengibaskan kartu yang tadi terselip di antara ornamen bunga.


"Kalau dari sini memang benar untuk ku, tidak mungkin kan barang spesial seperti ini bisa salah taruh meja kan"


"Tidak biasa nya dia romantis sama kamu, apa dia benar-benar jatuh cinta sama kamu"


Maura memutar bola mata malas nya, kenapa malah yang di pikiran oleh Bagas itu dari Arka, tapi dia kan tidak mengatakan secara spesifik dari siapa, karena atasan nya mereka ada banyak bukan.


"Bukan Arka, tapi pak Satriya"


"Ada angin apa pak Satriya memberikan mu hadiah semahal itu, bahkan ada emas di sana"


"Ada hujan apa pak Satriya membelikan mu iPhone terbaru" sindir Maura yang tahu kalau dia sedang di pancing oleh Bagas yang sangat peka dengan apa pun di sekitar nya.


"Dia mengundangku untuk menemui nya, mungkin ada beberapa hal yang ingin dia sampaikan tentang Arka" jawab Maura sekena nya agar cepat bebas dari tatapan penasaran dari Bagas.


"Pasti ada apa-apa, dia tidak mungkin memberikan mu sesuatu secara cuma-cuma pasti ada yang dia inginkan dari mu.


"Entahlah, sekarang bawa semua ini ke ruang kerja mu, kalau tidak ini akan menjadi tontonan semua orang"


Tanpa menjawab Bagas langsung membawa masuk ke dalam ruang kerja nya, tentu nya dengan gerutuan nya yang tak lepas dari bibirnya.


Bukan karena apa, tapi bentuk nya yang besar memakan banyak tempat di ruang kerja nya, Maura hanya melirik saja tanpa memberikan respon berlebih pada Bagas.


Sepanjang hari dia hanya bisa uring-uringan yang tidak jelas, dan itu membuat semua orang menjadi heran dan tak ada yang berani mendekati nya.


Bahkan saat pulang ke rumah pun, dia langsung masuk ke dalam kamar tanpa memperdulikan Omelan Mama nya yang selalu saja mengomentari apa yang dia lakukan.


Dia turun kembali menuju dapur saat makan malam belum siap, tanpa memperdulikan apapun dia langsung mengambil nasi dan lauk yang sudah matang di piring nya, dia juga makan di dapur sambil memperhatikan Art yang sedang memasak.

__ADS_1


Dia hanya memperhatikan tanpa mengatakan apapun sampai makanan di piring nya habis, dia mencuci nya sendiri, meski sudah di larang, dia membawa kembali botol minuman nya yang telah terisi air lagi, dan dia masuk ke dalam kamar nya lalu mengunci nya dari dalam.


Detikan jam di meja nya menunjukkan waktu yang sudah lewat tengah malam, tapi mata nya itu tidak juga kunjung bisa terpejam, dia menarik nafas nya lalu membuang nya dengan kasar.


Semalam dia tidak bisa tidur, bahkan dia sudah menyelesaikan novel yang baru kemarin dia baca dengan judul Aku madu sahabat mama, di salah satu aplikasi online yang ada di ponsel pribadi nya.


Setelah dia menamatkan novel itu, ingatan nya kembali pada sosok Satriya.


Astaga, dia lagi.


Tidak bisa kah dia melupakan bayangan laki-laki itu, dia dulu pernah merasakan kegundahan yang sama, tepat nya delapan tahun yang lalu.


Dia gundah dan juga ragu yang dia rasakan saat itu, saat pertama kali melakukan sesuatu yang tidak pernah dia sesali meski dia merasa diri nya tidak lagi bersih.


Dia kesal pada laki-laki itu.


Bagaimana tidak,.


Setelah memberikannya harapan yang begitu tinggi, lalu menghempaskan nya ke titik terendah nya, dia tidak pernah muncul lagi, bahkan sudah enam hari.


Apa sebenarnya yang di inginkan oleh manusia berambut putih itu, dia mengambil keputusan sendiri untuk bertemu tapi dia juga yang mengabaikan nya.


Hanya kata harus, di sana. Lalu bagaimana cara dia membalas nya, dia yang tidak ingin di permainkan lagi pun memutuskan untuk menemui pria itu dari pada dia kelimpungan sendiri.


Dia akan memberikan nya surprise untuk aki-aki itu.


...****************...


Senin pagi tanpa menghiraukan apa pun, dia mengajukan cuti pada Arka yang membuat dua laki-laki itu mendapat migrain saat mendengar nya, apa lagi ketika rayuan maut dan juga senyum menawan nya, yang membuat Arka menandatangani surat izin cuti nya.


Dia ingin ke kantor pusat, tempat di mana segala poros perusahaan ada di sana, termasuk Satriya yang merupakan pimpinan tertinggi, mungkin kedengarannya akan mengejutkan bagi Satriya.


Dia yang tidak mempunyai Id card perusahaan itu pun hanya punya dua kemungkinan jika memberanikan diri untuk masuk.


Yang pertama dia akan di usir karena mengganggu waktu kerja dan yang kedua dia di persilahkan masuk karena masih karyawan perusahaan cabang.

__ADS_1


Dia ingin membuat perjanjian dengan laki-laki itu untuk tidak meminta nya mengkhianati Arka.


Sebenarnya dalam hati nya dia ingin di tolak saja, jadi dia bisa membuat alasan untuk tidak bertemu dengan Satriya, dia ingin menjalani hari nya seperti sebelum nya, dia merindukan hidupnya yang tanpa beban dan tenang tanpa bayangan nyata seorang Satriya.


Maura menatap pantulan dirinya di cermin besar rumah nya, dia memastikan dandanan nya tidak ada yang cacat sedikitpun, bahkan dia juga memilih baju yang cantik dan berdandan cantik, dia mengenakan baju terbaik nya hanya untuk di lihat oleh Satriya...


Hey...


Really.....


Gunanya apa coba.


Kalau untuk membalas dendam, tapi dendam yang mana, bukan kan ini pilihan nya yang memilih mengakhiri hubungan mereka, ya hubungan one stand night terbaik dalam hidup mereka.


Dia masih memikirkan apa yang di katakan oleh Satriya di saat pertemuan kembali mereka setelah delapan tahun berpisah.


Apa Satriya mencintai nya?


Apa laki-laki itu juga merindukan nya?


Sama seperti dia yang merindukan cinta pertama nya.


Tapi kenapa dia tidak mencarinya, bukan kan kalau hanya mencari nya saja, itu sangat mudah baginya yang memilik koneksi di dalam dan luar negeri.


Atau dia hanya ingin di membuat nya sebagai mainan yang tidak untuk di miliki.


Dia yang meminta perpisahan itu, tapi dia juga yang menyesali nya, bahkan butuh waktu sampai satu bulan untuk dia bisa menerima semua nya yang dia putuskan.


Dia merasa kalau apa yang mereka lakukan akan menyakiti orang lain, itu aib besar yang harus dia tutup sepanjang hidupnya.


Maura takut menjatuhkan pilihan yang salah saat itu, dia tidak mengenal siapa dia pekerjaan, status dan juga keluarga nya.


Belum lagi apa yang akan dia katakan jika dia ketahuan menjadi penjual barang yang tidak ada harganya itu, dia tidak ingin di cap Pelakor atau simpanan atau apalah yang akan membuat nya merasa sangat terhina.


"Mau kemana kamu"

__ADS_1


__ADS_2