Terpikat Cinta Musuh Ayah (My Sugar Daddy)

Terpikat Cinta Musuh Ayah (My Sugar Daddy)
Permintaan


__ADS_3

Tidak ada jawaban yang keluar dari mulut Satriya, hanya alis yang terangkat yang dia tunjukkan untuk menanyakan apa yang di maksud oleh Maura.


"Terima kasih untuk kenangan yang pernah kita lalui"


Satriya terdiam, ingatan nya kembali pada waktu delapan tahun yang lalu, saat di mana semua yang terjadi seakan baru kemarin mereka lalui, sesuatu yang indah tapi menyakitkan.


Tujuan nya mencari wanita itu tadi bukan untuk kembali jatuh cinta pada nya, ada rasa yang tak biasa yang dia rasakan saat melihat wanita itu menjadi pecandu nikotin, dia mengambil satu tindakan yang mungkin akan membuat wanita itu membenci nya bahkan memakai nya di depan umum, kita lihat saja apa yang akan Valerie lakukan.


Satriya mendekati Valerie, merebut satu batang nikotin yang terselip di jari nya, membuang, lalu ia injak, dia menunggu apa yang akan di lakukan oleh Valerie, dia mengakui bahwa dia sudah melewati batas nya, wanita itu membeku tapi tidak mengeluarkan kata hanya tatapan nya saja yang bertanya.


"Aku yakin kamu pasti faham dengan apa yang saya inginkan sampai saya menemui kamu di sini"


"Aku tidak suka basa-basi, saya ingatkan jangan sekali-kali kamu mengatakan yang tidak seharusnya dari bibir mu...."


"Saya mengerti" potong Maura yang tidak lagi bisa menahan diri nya untuk tetap berada di sana, tapi hati nya masih enggan beranjak dari hadapan pria yang sejak dulu memporak-porandakan hati nya.


Satriya menggeram di sana.


Selama ini tidak ada satu pun yang berani memotong pembicaraan nya, tapi wanita ini berbeda dia memiliki daya tarik tersendiri yang mampu mengerti apa yang dia maksud tanpa mengutarakan nya.


Mungkin kah dia orang yang bisa menandingi nya, tanpa kata mereka langsung faham dengan apa yang di inginkan oleh diri masing-masing, lagi-lagi dia kembali jatuh pada pesonanya seperti waktu itu, terpesona dengan orang yang sama dan hati nya kembali payah karena perjuangannya selama delapan tahun itu sia-sia dalam detikan saja.


"Tidak ada orang yang ingin aib nya tersebar, apa lagi posisi saya yang paling di rugikan di sini, anda jangan merasa berkuasa dengan apa yang anda miliki, saat itu yang saya inginkan hanya keluarga saya bisa hidup layak, dan jalan satu-satunya adalah menjual sesuatu yang saja miliki dengan harga yang sepadan" jawab Maura menguatkan hati nya untuk tidak langsung memeluk laki-laki itu, suara menyiratkan rindu yang tertahan, menahan emosi diri di dalam nya.


"Sedekat apa kamu dengan Arka?"


HAAH


"Setelah sekian tahun kamu hanya menanyakan ini,? kamu serius?"


"Memang nya pertanyaan apa yang kamu harapkan?"


Maura memalingkan wajahnya, menatap sekeliling nya, di mana banyak orang berlalu lalang di sana, sebenarnya bukan itu, dia mencoba menahan laju air mata nya agar tidak jauh, dan membuat nya terlihat lemah di hadapan Satriya.


Dia berperang dengan hati nya.

__ADS_1


"Mungkin, apa kamu tidak merindukan saya, seperti itu"


"Kita tahu apa jawaban nya, bukan"


Satriya tidak kuat menatap ke arah Maura, bisa saja dia khilaf dan langsung menarik wanita itu dalam pelukan nya.


Kita tahu apa jawaban nya.


Kalau dia tahu, kenapa seolah Satriya mundur dan tidak ingin memperjuangkan cinta mereka, apa memang sejak dulu dia hanya di jadikan pelampiasan saja oleh laki-laki seusia Ayah nya itu.


Sangat menyebalkan, bukan....


Lagi pula apa yang dia inginkan dari Satriya? apa dia ingin laki-laki itu menyatakan cinta, meski pun dia ingin tapi rasa nya terlalu cepat dan tidak sepantasnya, apa lagi dia adalah wanita yang di bawa oleh putra dari laki-laki yang di harapkan nya.


"Saya sekretaris nya, tapi lebih dari sekedar itu, saya menganggap nya seperti kakak laki-laki"


"Berarti kamu mengenal Shinta?"


"Iya"


"Kamu bisa bekerja sama dengan saya?"


"Apa yang kamu inginkan, kamu ingin benar-benar aku menikah dengan nya, dan membuat Arka jatuh cinta pada saya, cinta tidak pernah bisa di paksakan, apa kamu yakin dia bisa melupakan orang yang dia cintai begitu saja?"


"Kamu hebat, selalu tahu apa yang saya inginkan" puji Satriya yang sama sekali tidak membuat Maura tersanjung dengan kata-kata nya.


Satriya mendekati, dia menatap mata wanita yang sayu dengan daya tarik yang bisa membuat nya hilang akal, otak nakal nya mengarahkan pandangannya pada bibir nya masih bisa dia ingat bagaimana rasa manis saat bibir mereka saling mengecap.


"Kamu menghilang......." lanjut Satriya yang seketika membuat kepala Maura di hantam oleh gadha yang tak terlihat.


"Tidak ada yang harus di lanjutkan dari sebuah hubungan yang salah, di saat dan waktu yang salah juga, jadi saya memilih untuk menghilang, karena jujur saya mencintai orang yang salah"


Kini giliran Satriya yang membeku, indera pendengaran menangkap kata yang mengoyakkan hatinya.


Mencintai orang yang salah,

__ADS_1


Siapa yang di maksud oleh wanita itu, apa yang di maksud itu adalah dia, Satriya, kepala atas dan bawah nya memberikan respon yang tidak seharusnya, dia meyakini diri bahwa semua itu tidak benar-benar di katakan oleh Maura.


"Kamu tidak berbakat melucu, ini bercanda kan?"


"Apa menjual diri itu adalah sebuah candaan, saya tidak sedang melucu sesuatu yang rawan seperti ini"


"Buat Arka benar-benar mencintai mu, kamu sudah mengenalnya, tidak kan sulit menjalani pernikahan bukan, lakukan itu sampai Arka melupakan Shinta"


Maura mendengus di sana, dia pikirkan hati nya itu terbuat dari apa, hingga enak nya saja keluar masuk dari sana"


"Mana bisa seperti itu Bos besar, hubungan mereka sudah terlalu lama dan sudah sangat jauh, mereka saling mencintai"


"Lalu, kenapa kamu mau menemui saya, dan mengatakan kalau kalian saling mencintai heeem"


"Itu karena dia tidak ingin anda jodohkan dengan siapapun"


"Jadi ini semua apa?"


"Hanya membuat anda tidak lagi menjodohkan nya dengan orang lain"


"Tragis ya, saya hanya di jadikan tameng untuk nya"


"Tidak seperti itu"


"Lalu seperti apa?"


Satriya meraih tangan lembut Maura, mengarahkan nya pada wajah nya, mengecup punggung tangan nya dengan segenap hati nya.


Respon yang di berikan Maura sama dengan apa yang di rasakan oleh Satriya, rasa gesekan kulit asing yang tersimpan rapi dalam memori nya membangun rindu, dengan cepat menghantarkan gelayar yang tak seharusnya, membuat isi kepalanya menangkap sinyal lain yang membuat menegang di tempat yang tak seharusnya.


Maura mendesis saat bibir yang melekat di punggung tangannya terlepas dari sana.


🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾


Apa yang akan terjadi antara calon mertua dan menantu nya itu 😱😱😱😱😱

__ADS_1


.


__ADS_2