Terpikat Cinta Musuh Ayah (My Sugar Daddy)

Terpikat Cinta Musuh Ayah (My Sugar Daddy)
Pertemuan kedua


__ADS_3

Ada rasa yang sama-sama tersimpan, rasa yang tak seharusnya ada itu membangkitkan sesuatu yang lama pada itu bergairah kembali, Maura merasakan getaran dan kedutan tak menentu karena merindukan suatu rasa yang telah lama hilang.


"Saya mencari mu sejak saat itu, saya frustasi dengan segala keadaan yang ada, berharap waktu akan kembali dsn membawa mu pada pria ini, saya menyadari satu hal dan itu tidak akan saya ulangi lagi"


"Harus nya saya mencegah kamu pergi saat kata perpisahan itu, dan kini kita bertemu lagi tapi sekali lagi kamu tidak untuk menjadi milik saya" Satriya tersenyum hambar di sana seakan tidak ada nyawa di dalam nya.


"Sering saya membayangkan tentang mu saat saya sendirian dan tenggelam dalam kesepian, apa yang sedang kamu lakukan, bersama siapa di sana saat saya berada di titik terendah, kamu lah yang membuat ku bisa bertahan"


"Kamu tahu perpisahan ini bagaikan berjalan di atas seutas tali tanpa pegangan, yang bisa kapan saja jatuh, delapan tahun saya hidup tersiksa karena kamu"


"Itu pilihan kamu sendiri, dunia berputar tidak hanya untuk mu saja"


Maura memalingkan wajahnya saat Satriya menatap tajam kearah nya, dia merasa bahwa apa yang di katakan oleh Satriya hanya bualan semata, yang membuat nya seakan di permainkan


Dia tahu apa yang ada di isi kepala laki-laki itu, dia menganggap dirinya korban dari semua ketidakseimbangan hidup nya sendiri tapi dia sendiri malah berlakon playing victim di sini


Maura ingin menguji seberapa besar harga diri yang di miliki oleh laki-laki di depan nya itu, jika dia menjadi istri orang lain, pernikahan tidak jauh dari hubungan intim meski pernikahan palsu sekalipun, dia bisa menggunakan itu semua untuk menguji laki-laki angkuh di depannya.


Tanpa kata Maura meninggalkan Satriya di sana, dia tidak tahan dengan apa yang ada di depan nya, dia berusaha untuk tetap tenang meski tidak dengan hati nya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Apa kalian berdua sudah gila" teriak Bagas yang terkejut dengan apa yang dilakukan oleh kedua teman nya itu.


"Aku yakin tidak akan berhasil"


"Yang mulia raja meminta seperti itu jadi aku yang hanya seorang dayang ini bisa apa, bahkan aku harus terlibat dalam sebuah kejahatan berencana, kalau bukan karena sahabat dan sudah mengenal nya lagi, pasti sudah aku ogah, kalau saja tidak takut terkena pasal, pasti sudah ku tampar dia habis-habisan, bodoh kok di pelihara" cerocos nya saat mereka setelah meeting di salah satu ruang yang ada di sana.

__ADS_1


"Sahabat minta tolong saja menggerutu"


"Kalau dia berani secara jantan menegaskan itu pada ayah nya, pasti tidak akan menyusahkan aku tapi ini malah merancang pernikahan palsu yang membuat ku gila" tungkas nya.


"Tapi kalau nanti aku menemukan cinta sejati di pertengahan aku mau kita bercerai"


"Deal, dan kamu saksi nya Gas"


"Tidak ada untung nya kalian melakukan ini semua, tapi ya terserah kalian lah, jangan sampai salah satu nya terjebak olah rasa nyaman yang kemudian takut kehilangan"


"Mau bagaimana lagi tidak ada jalan keluar nya, kalau ada apa-apa dia yang harus bertanggung jawab, apa lagi aku yang baru saja bercerai"


"Hidup tidak selamanya seperti apa yang kalian inginkan, jadi siap-siap saja untuk kemungkinan terburuk nya.


Satu Minggu sejak pertemuan itu Maura tetap menjalankan tugas nya dengan baik, saat ini dia sedang merapikan rambut nya yang terjuntai lurus di belakang tubuh seksi nya, raga nya memang masih di rumah tapi pikiran nya entah kemana pergi nya, terbesit kekhawatiran mengenai masa lalu nya yang hitam.


Untung saja waktu itu yang membeli nya masih orang dari negara yang sama dengan nya, yang memaksa nya pulang ke sini hanya sekedar untuk melakukan kegiatan yang ingin dia ulangi lagi jika ada kesempatan.


Dia adalah wanita yang lemah lembut, bersahaja dan kecantikan nya mampu mengalihkan perhatian orang-orang yang ada di sekitarnya, tapi saat dia merasa gundah dia akan menjadi sosok yang mudah marah saat di depan Satriya Kamandanu.


Itu sebenarnya sifat asli nya tapi dia bersusah paya untuk menutupi nya, tapi kalau dia melihat seseorang yang menoreh luka di hati nya, ingin sekali dia mencabik-cabik nya tangannya gatal ingin mengoyak nya hingga keluar darah yang menetes dari pria itu.


Satriya Kamandanu....


Siapa lagi kalau bukan dia....


Seseorang yang telah memporak-porandakan hati nya yang tidak pernah merasakan tenang sejak pertemuan pertama mereka dan saat ini di pertemuan kedua ini dia masih saja menjunjung tinggi harga diri nya.

__ADS_1


Hanya membayangkan wajah nya saja, tanpa sadar dia menorehkan goresan kuku panjang nya di dinding kamar nya, dia yang sedang menatap tembok pun teralihkan perhatiannya oleh pesan masuk yang di terima dari Arka.


"Kita meeting hari ini, kamu temani aku, Bagas sedang keluar membahas ijin untuk kelancaran acara"


"ya"


Ponsel yang ingin dia taruh kembali mendapatkan pesan dari orang yang sama.


"Apa kita harus menggunakan panggilan sayang untuk meyakinkan Ayah"


Senyum sinis terpatri di bibir Maura yang tengah membalas pesan dari atasan nya yang kurang kerjaan itu.


"Kenapa gak sekalian panggil 'ayah bunda' kayak bocil yang baru kenal cinta" sindir nya tepat mengenai ulu hati.


"Masih pagi udah bising saje lah tuan Puteri ini"


Maura mendesah kesal, dari pada membuat mood nya semakin berantakan, dia memilih untuk segera berangkat bekerja dari pada meladeni Arka yang tidak jelas itu.


dia berangkat menuju tempat yang telah di janjikan untuk meeting kali ini, tapi sepertinya hari ini menjadi hari paling sial untuk nya, pasal nya dia harus bertemu dengan laki-laki yang tidak ingin lagi dia temui di sepanjang hidupnya.


"Kamu di sini?" ucap laki-laki itu.


Maura mendesis, dia diam tapi tidak mengacuhkan keberadaan orang yang kini di hadapan, dia menatap lekat wajah yang sangat angkuh tak tersentuh saat berhadapan dengan orang lain.


Tak lama kemudian dia menunduk, menghormati orang yang lebih tua, mungkin dia seusia ayah nya tapi jangan ragukan pesona nya yang tak pernah redup itu, apalagi di adalah atasan di atas atasan yang pernah dia kenal, apa lagi saat ini banyak orang di sekeliling mereka yang membuat nya tidak bisa seenaknya berlaku pada laki-laki itu.


Tidak ada senyum yang keluar dari bibirnya atau kata sapaan di sana, dia masih kesal saat di minta untuk mengkhianati Arka.

__ADS_1


__ADS_2