Terpikat Cinta Musuh Ayah (My Sugar Daddy)

Terpikat Cinta Musuh Ayah (My Sugar Daddy)
Hadiah


__ADS_3

Satriya merebahkan tubuhnya setelah menutup tirai yang ada di depan nya, dia menghembuskan nafas frustasi nya dengan apa yang di lakukan oleh Maura.


Dia ingin menyerahkan saja saat ini, tapi keinginan nya untuk memisahkan anak nya dengan Shinta membuat nya meneguhkan hati untuk tidak merebut Maura dari anak nya, meski dia tahu bahwa semua ini hanya sandiwara yang dia harap bisa berjalan selama nya.


Apa yang di lakukan Maura sungguh membuat kepala nya pening yang tak tertahan, memikirkan untuk melepaskan Maura untuk Arka itu seperti dia merelakan jantung nya untuk dia donor kan, bukan kah jantung adalah satu bagian penting dalam hidup kita.


Kita tidak mungkin bisa hidup tanpa jantung bukan, dan itu yang akan di alami oleh Satriya nanti.


Ini kenapa,


Tiba-tiba dia merasakan sakit yang teramat hanya membayangkan saja, lalu apa jadi nya jika mereka benar-benar menikah dan dia yang menjadi wali nya.


Dia yang tidak ingin semakin terlihat kacau pun mengirim alamat yang dia inginkan untuk bertemu dengan Ratu nya.


"Aku ingin melihat nya nanti, kamu terlihat sangat cantik memakai pakaian itu"


Ting.


Satu lagi pose yang di terima oleh Satriya, tentu saja dari Maura, foto yang tampak lebih cantik dengan pose yang seolah menggoda Satriya.


Keterlaluan dia.


Apa dia tidak sadar dia yang dia kirimi foto seperti itu adalah calon mertuanya, anak ini benar-benar harus di beri pelajaran karena telah secara terang-terangan menggoda nya.


Awas kau Maura.


Dia membenci, juga mengumpat tapi sekali lagi dia memutar video tersebut, dia menyadari bahwa wanita itu saat ini jauh lebih menggoda dari delapan tahun silam.


Semua nya terbentuk dengan indah seperti apa yang dia inginkan, tapi nasib mujur tidak sedang menghampiri nya, dia bisa mendekati nya tapi tidak bisa memiliki nya.


Lalu siapa yang me jadi biang masalah di sini Maura kah atau dia yang menginginkan calon putra nya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Maura menyambar tas dan kunci mobil nya saat mendapatkan pesan dari Satriya dia langsung menuju ke sana, tanpa menghiraukan panggilan dari Arka yang ingin menanyakan berkas yang harus di bawa nya esok pagi.


Tapi langkah Maura yang sangat cepet itu membuat nya enggan untuk memanggil nya lagi.

__ADS_1


"Mau kemana dia?" tanya Arka yang menatap ke arah Maura yang kini tak tampak lagi.


"Mana aku tahu, ayo pulang saja"


"Kita ikuti dia" ajak Arka yang takut terjadi sesuatu pada calon istri nya.


"Ogah, dari pada gue di lalap sama dia mending rebahan di rumah" ucap Bagas yang berlalu dari sana.


Meski mendecak kesal nyata nya Arka lebih memilih mengikuti ucapan Bagas dari pada dia mendapatkan amukan dari Maura.


Sementara Maura kini dia sudah berada di tempat yang di kirim kan oleh Satriya pada nya, dia membuka pintu ruang yang ternyata ada sosok yang di rindukan itu ada di sana.


Satriya yang melihat nya masuk pun menghembuskan nikotin dari hidung nya yang entah itu terlihat sangat seksi menurut pandangan nya.


Mungkin benar apa yang di katakan oleh para penyair jika sudah cinta yang buruk pun akan terlihat cantik dan yang usang bagaikan barang baru, itu lah yang kini terjadi pada sosok wanita bernama Maura Hana yang begitu terpikat akan pesona laki-laki yang mungkin saja sulit untuk dia gapai.


Maura duduk di sofa yang ada di sana, dia menghela nafas nya berada satu ruangan dengan Satriya membuat nya seperti tidak nyaman, bukan tidak nyaman sebenarnya tapi lebih ke arah sesuatu yang menggebu yang ingin di ungkapkan tapi enggan terucap.


Satriya tersenyum tipis saat menatap Maura, dari cara dia menatap bisa di jelaskan kalau Satriya begitu merindukan Maura dan sebaliknya, tapi mereka sama-sama membangun tembok penghalang yang ada di depan mereka.


Pintu di ketuk dari luar dan seorang pelayan masuk ke dalam sana menyodorkan buku menu pada mereka berdua.


Muara memesan red Velvet cake yang menjadi dessert favorit nya yang dia dengar di sini menyediakan nya, dia juga memesan Jasmine tea yang menurutnya itu adalah perpaduan yang cocok.


"Kenapa tidak makan?"


"Tadi sudah makan di beli kan Arka di kantor"


"Jadi lembur?"


"Iya, ada proyek untuk besok dan laporan nya tidak bisa di tunda"


Maura mendekatkan dirinya ke arah Satriya di sana dia ingin sedikit mencium harum wangi dari pria yang duduk di sebelah nya.


"Antarkan satu kali saja" pesan nya yang tidak ingin terganggu waktu nya bersama Maura.


Tidak apa pembicaraan di antara mereka hingga Maura yang bosan menengadahkan tangan nya ke arah Satriya yang sibuk dengan ponsel nya.

__ADS_1


"Mana hadiah nya"


Satriya memberikan sebuah paper bag yang berisikan dua box kecil di dalam nya.


Kenor Disney World memorabilia dan Turquoise


Oleh-oleh khas dari New York yang sangat di idam kan banyak orang, dia membuka nya dengan wajah binar bahagia di sana, bahkan dia langsung memakai bando yang mana bentuknya mirip dengan telinga Mickey Mouse.


Dan juga cincin perak dengan permata hijau, Satriya terpukau dengan apa yang di lihat nya, wanita itu terlihat sangat manis sekali, mungkin aka lebih menggemaskan lagi kalau dia memakai nya saat pertemuan pertama kali nya dulu.


"Apa aku terlihat cantik"


"Sangat cantik"


"Jadi bisa tolong pasang kan cincin nya"


Duaar.


Lagi-lagi Satriya di buat tidak bisa berkutik dengan apa yang di lakukan oleh Maura, tapi dia juga tidak bisa menolak nya.


Semua itu terekam jelas dia wajah Maura yang mengartikan lain, senyum di bibirnya memudar dan itu membuat Satriya gugup di buat nya.


"Maaf jika saya terlalu lancang" ucap nya.


Tanpa basa-basi Satriya menarik lembut tangan Maura, memasang kan cincin itu di jari tengah tangan kiri nya.


"Apa ini cantik"


"Iya seperti pemakai nya"


"Kamu tidak harus pulang jika pekerjaan mu belum selesai, apa lagi hanya untuk menemui saya" ******* sedikit kasar keluar dari mulut Satriya di sana.


"Kamu tinggal memberikan jadwal ulang nya"


"heem" ucap nya tanpa mengalihkan pandangannya pada ponsel nya, pekerjaan nya tetap harus di handle tapi dia tidak bis menahan diri nya untuk tidak segera menemui wanita itu.


Gila memang tapi itu lah yang terjadi pada nya, dia rela pulang pergi dalam satu hari hanya untuk menemui wanita yang kini ada di depan nya.

__ADS_1


__ADS_2