Terpikat Cinta Musuh Ayah (My Sugar Daddy)

Terpikat Cinta Musuh Ayah (My Sugar Daddy)
Warmindo


__ADS_3

Arka merebahkan diri nya di sofa, ini sudah hampir tengah malam dan dia baru saja kembali dari kantor.


Lelah tubuh nya tak dia rasa, saat melihat betapa indah nya paket honeymoon yang sedang dia rancang, di yakin kalau itu semua akan berhasil, dia akan membanggakan ayahnya dengan apa yang dia raih.


"Semua berkas sudah aku jadikan satu di sini, kita tinggal menyerahkan nya besok, setelah itu kita pulang"


"Bangun kan aku saat subuh, sekalian aku ingin olahraga pagi" pinta Arka yang masih memejamkan mata nya.


Maura menyanggupi permintaan Arka, dia masuk kedalam kamar nya.


Sekali lagi dia menghelakan nafasnya, saat dia mengecek ponsel nya.


Kosong.


Tidak ada panggilan atau pesan yang masuk dari Satriya.


Satriya keterlaluan. pekik Maura.


Rasa panas di sekitar mata nya menandakan kalau air mata nya akan luruh di pipi nya, namun dengan cepat Maura menghapus air mata nya.


Sudah lah, untuk apa aku menangisi nya.


Maura mencuci wajah nya, menggantikan pakaian milik nya, tadi saat pulang dari kantor dia melihat ada Warmindo yang sudah cukup sepi karena malam yang telah larut, dia memutuskan untuk pergi ke sana.


Mereka sama sekali belum makan sejak tadi siang, Arka melupakan perut nya saat dia tengah serius bekerja, Maura sendiri tidak enak jika harus makan seorang diri, jadi dia juga tidak makan sama seperti Arka.


Hanya beberapa kudapan manis yang masuk ke dalam mulut nya tadi untuk mengganjal perut yang kelaparan.


Maura turun sendirian tanpa mengajak Arka yang seperti tengah tertidur, jarak yang tidak terlalu jauh dari hotel membuat Maura memutuskan untuk berjalan kaki di sana.


"Nana?"


Maura menoleh ke arah belakang saat ada seseorang yang memanggil nama nya, banyak orang yang memanggil nya Nana yang di anggap lebih mudah, dia menerima bagaimana orang mau memanggil nya, bahkan dia mengharapkan ada seseorang yang akan memanggil nya dengan sebutan Sayang, dan orang itu adalah Satriya.


Maura memicing saat melihat seorang yang berada di belakang nya, siapa dia?.


Pria tampan dengan setelan casual nya,

__ADS_1


"Siapa ya?" tanya Maura yang tidak bisa mengingat apa pun.


"Andhika Pratama" pria di depan Maura menyebutkan nama nya sambil menunjuk kearah diri nya.


"haa" ucap Maura yang tidak percaya dengan apa yang dia dengar.


Pria itu mengangguk, Maura menggeleng kepalanya seakan tidak percaya dengan apa yang dia lihat.


"Apa buktinya kalau kamu adalah Andhika Pratama"


"Akikah lapangan bola bo' "


Maura langsung memekik.


"Sist Dikaaaa" jerit nya yang menarik perhatian beberapa orang yang sedang menikmati mie yang baru mereka pesan, bahkan ada beberapa di antara mereka yang tersedak mendengar teriakkan Maura.


Maura memeluk pria yang telah lama tidak dia temui itu, bahkan dia sampai meneteskan air mata haru nya.


"Kenapa kamu jadi macho begini" Isak nya yang melepaskan pelukannya.


"Aku bekerja sebagai seorang bodyguard, jadi harus berpenampilan seperti ini" jawab pria yang dulu di kenal Maura sebagai laki-laki yang gemulai.


"Ya tuntutan pekerjaan,"


"Terima kasih ya, dulu kamu selalu membela ku saat semua orang mengejek karena penampilan yang terkesan kalem"


"Bukan, bukan kalem lagi tapi gemulai"


Tawa Maura yang terdengar, Dika hanya mencebikkan bibir saat Maura mengejek nya kini, teman nya dulu hanya Maura saat mereka masih menempuh pendidikan kuliah nya di salah satu universitas di Singapura, mereka berpisah saat sama-sama lulus kuliah dan tidak pernah bertemu lagi selama itu.


Dan ini adalah pertemuan pertama mereka setelah perpisahan yang terjadi beberapa tahun yang lalu.


Mereka pun bernostalgia dengan kejadian di masa lalu, saling mengenang kebersamaan mereka masing-masing, Dhika juga mengatakan kalau saat ini dia sudah menikah dan akan memiliki anak.


"Waaahhh, selamat untuk mu ya"


"Terima kasih, kapan-kapan aku akan mengajak nya untuk datang ke Indonesia"

__ADS_1


"Haaah"


"Istri ku orang Thailand"


"Wah sungguh"


"Iya, aku bekerja di Jepang, dan saat ini aku tengah bekerja di sini, karena orang yang ku kawal sedang berada di sini"


"Kamu hebat, semoga kalian tetap bahagia dengan pernikahan kalian" doa Maura dengan tulus yang di balas oleh seringai dari Dikha.


"Baru kali ini ada yang benar-benar mendoakan kami dengan tulus"


"Lha kenapa?"


"Pernikahan kami tidak di restui oleh kedua keluarga, karena aku yang hanya rakyat jelata dan dia seorang putri kerajaan"


Dhika menceritakan tentang kehidupan nya selama ini dia yang sakit hati karena di kucilkan oleh anggota keluarga nya karena kekurangan membuat nya nekad pergi ke Thailand dengan tujuan yang tidak sepenuhnya baik.


Di sana semua kartu milik nya di bekukan oleh papa nya, membuat nya terlunta-lunta di jalanan kita Bangkok, sampai akhirnya dia bertemu dengan seorang wanita yang hampir saja tertabrak karena kecerobohan nya yang lari tanpa melihat keadaan.


Dhika mengorbankan dirinya, dia terpental jauh dari tempat nya, dia di larikan ke rumah sakit dengan keadaan yang hampir tidak tertolong, namun Tuhan maha baik dia sadar dari koma nya setelah hampir tiga bulan.


Namun satu lagi nasib buruk menimpanya saat dia tidak bisa mengingat siapa diri, dokter menyatakan bahwa dia hilang ingatan, yang membuat ayah dari wanita yang dia tolong itu memberikan nya pekerjaan.


Satu tahun berlalu.


Dhika yang rutin melakukan cek kesehatan pun perlahan mulai mengingat kembali siapa diri nya, di saat itu pula rasa cinta nya pada wanita bernama Raylai cai semakin tumbuh besar di hati nya.


Cinta yang dia sangka bertepuk sebelah tangan pun, ternyata bersambut saat wanita itu memintanya untuk tetap berada di sana meski dia sudah mengingat kembali semua masa lalu nya.


Di saat itu juga Dhika yang saat itu di beri nama Aroon oleh raylai pun menyatakan cintanya yang bersambut dengan bahagia oleh wanita itu, namun kebahagiaan mereka tidak berlangsung lama saat berhubungan keduanya di ketahui oleh sang Raja, ayah dari raylai.


Mereka di paksa berpisah saat itu juga dan Dhika di deportasi dari negara Thailand yang membuat nya tidak bisa menginjak kaki nya sampai kapan pun di negara gajah putih itu.


Raylai yang berbekal kekuasaan sebagai putri raja pun menggunakan kekuasaan untuk mendapatkan data diri dari Dhika, dia bahkan nekad melepaskan jabatan sebagai seorang putri hanya demi mengejar cinta nya, dia menyusul Dhika ke Indonesia, namun lagi-lagi penolakan dari keluarga Dhika mengoyakkan hati nya.


Hingga mereka bertemu kembali di bandara Juanda saat raylai memutuskan untuk kembali Thailand, kedua nya memutuskan untuk menikah secara sederhana di Indonesia, namun karena pekerjaan Dhika yang saat ini ada di Jepang membuat mereka harus tinggal di sana.

__ADS_1


"Maura"


__ADS_2