
Sekar yang merasa kesal dengan keadaan pun memilih untuk merilekskan pikiran nya, dia berjalan-jalan di salah satu pusat perbelanjaan.
Namun malang tak bisa dia tolak, saat dia ingin berputar baik tanpa sengaja dia bertabrakan dengan seorang yang membuat keadaan menjadi kacau seperti ini.
"Aaawww" ringis nya, sambil menyeimbangkan tubuh nya yang terhuyun, namun orang yang menabraknya itu menahan tubuh nya agar tidak terjatuh di lantai.
"Sekar" panggil orang yang menabraknya.
Sekar yang merasa mengenai suara itu pun menoleh dan langsung mengibaskan tangan Darius, ya pria yang menabraknya adalah Darius kepala bagian HRD yang merupakan teman nya di kantor dan penyebab semua ini.
"Kenapa dunia sempit sekali kamu ngikutin aku ya" tuduh Sekar.
"Kurang kerjaan banget aku ngikutin kamu, aku ada undangan di sini dengan Arka"
"Gak nanya" sungut Sekar.
"Masih ngambek aja ini perempuan kan aku udah minta maaf elaahh...."
"Aku belum maafin pak Darius ya, sampai kapan pun aku g akan maafin bapak"
"Jangan terlalu memendam gak baik itu" goda Darius dengan wajah tengil.
"Makanya jangan suka ikut campur urusan orang, nasehati itu pacar tercinta bapak yang terhormat"
"Pacarku juga bos nya ini" desis Darius.
"Gak usah bisik-bisik saya dengar omongan bapak"
"Galak amat kek singa habis beranak, dah lah ngurusin kamu gak ada habisnya, mending aku ke sana ketemu calon kakak ipar"
__ADS_1
"Pak Satriya ada di sana?, biar saya ngomong sama dia buat batalin perjodohan"
"Eh.....jangan, nanti urusan nya tambah panjang, bisa-bisa habis keluarga mu tujuh turunan tujuh tanjakan kalau big bos tersinggung" tarik Darius yang mencegah Sekar agar tidak mencari masalah dengan Satriya.
"Saya gak bisa diam aja paaaakk"
"Udah mending kamu nurut aja, pasti kak Bagas punya solusinya, kamu tinggal diam dan tunggu kita datang melamar mu"
"Diiihhh, ogah ya saya di lamar sama bapak"
"Aku juga ogah sama kamu" ucap Darius yang langsung pergi dari sana, meninggalkan Sekar yang tengah kesal.
Sekar pun berjalan menjauh dari sana, dia tidak ingin bertemu lagi dengan orang-orang kantor nya, dia ingin menikmati hari nya tanpa di kelilingi orang yang membuat mood nya semakin buruk.
Maura yang sudah selesai dengan urusan nya bersama Arka dan juga Satriya pun berniat untuk mempercantik kuku nya, dia yang baru masuk ke dalam salah satu salon yang ada di sana di kejutkan oleh Sekar yang juga ada di sana.
"Iya" jawab Sekar yang tersenyum kaku mendengar ucapan Maura.
"Ayo kita ke dalam, kamu bisa menceritakan semua nya"
"Beneran mbak" Sekar pun memastikan bahwa dia tidak salah dengar.
Maura mengangguk, dia berjalan masuk ke dalam menghampiri salah satu pegawai yang ada di sana, yang di sambut hangat oleh mereka.
Maura pun menanyakan apa yang membuat kesalahpahaman yang terjadi di antara Darius dan juga Mentari, hingga Satriya berniat menjodohkan nya dengan Arka.
Maura pun sedikit terkejut saat mengetahui bahwa Sekar yang selalu di bicarakan oleh Bagas adalah orang yang ada di depan nya saat ini, namun Maura tidak menyela ucapan nya, dia mendengarkan dari awal yang hanya sering berbicara berdua di ruang HRD atau sering membelikan makanan.
Puncak nya adalah saat Mentari sedang dinas keluar kota, Darius menawari nya tumpangan,
__ADS_1
karena jalan yang mereka lalui searah Sekar pun mengiyakan tawaran Darius dan mereka pulang bersama, namun di tengah jalan salah satu teman Darius yang berkerja di salah satu hotel meminta nya untuk menemui nya karena barang yang Darius pesan sudah datang.
Darius pun mengiyakan nya dan mengambil barang nya di sana, Sekar yang tadi nya tidak ingin turun pun terpaksa ikut karena ternyata dia mengenal teman Darius itu, jadi dia masuk ke dalam sana, tanpa mereka sadari kalau ternyata Mentari sudah pulang dari luar kota, dan sedang berada di hotel tersebut bersama rekan sosialita.
Jadi lah ke salah paham itu terjadi, Maura yang mendengar itu mendengus kesal bagaimana mereka berpikir kalau orang yang berkuasa bisa memutar dunia di sekelilingnya, Maura pun mengatakan bahwa yang sebenarnya akan menikah dengan Arka itu adalah dia, tentang Sekar yang ingin di jodohkan itu semua hanya ulah iseng Satriya yang kesal pada Arka yang tidak menuruti nya, juga sebagai cadangan jika Maura membatalkan pernikahan mereka.
"Jadi kegalauan selama beberapa hari ini hanya karena ulah bigbos saja" teriak nya yang membuat mereka di perhatikan oleh seluruh orang yang ada di salon tersebut.
"Iya"
"Jadi semua ini gak bener kan mbak"
"Iya tenang aja, kamu gak bakalan kok di nikahkan sama Arka.
"Jadi mbak beneran mau nikah sama Arka"
"Sebenarnya enggak tapi entah lah, apa lagi sekarang bukti untuk memisahkan Arka dan pacar nya itu sudah terkuak di permukaan tinggal nunggu klarifikasi nya aja"
"Mbak kan tahu pernikahan bukan hal yang mudah, kenapa mau main-main"
"Aku juga gak tahu apa tujuan pernikahan ku dengan Arka"
"Apa pun itu semoga langgeng ya mbak, kalau iya, pasti mbak akan serumah dengan Darius"
"Seperti, tapi aku bakalan minta tinggal terpisah" jawab Maura.
"Aku sampai sekarang masih tidak percaya dengan Darius yang pacaran dengan Bu Mentari, apa mungkin karena dia punya embel-embel kamandanu"
Deg.
__ADS_1