Terpikat Cinta Musuh Ayah (My Sugar Daddy)

Terpikat Cinta Musuh Ayah (My Sugar Daddy)
Penguntit


__ADS_3

"Biar keliatan mesra, agar ayah tidak curiga kalau semua ini hanya settingan"


Maura terkikik geli saat mendengar apa yang di katakan oleh Arka.


"Memang nya bisa ya, dia di tipu secepat itu?"


"Makanya perlu di coba kan? Tapi kok kamu seperti mengenal ayah banget ya"


Maura yang sedang menikmati sushi itu tampak diam saat mendapatkan pertanyaan yang menurut nya sudah menjurus ke arah yang tidak seharusnya, mungkin lain kali dia harus berhati-hati dalam berucap, dari pada apa yang dia tutupi selama ini ketahuan dan itu tidak baik untuk persahabatan mereka.


Satu Minggu lagi mereka akan bertolak ke Nusa penida di Bali, ada proyek yang harus mereka kerjakan di sana, pembangunan yang harus nya sudah selesai itu, terhenti karena ada salah satu dari mandor nya yang menyalah gunakan dana yang ada, dan membuat proses nya terhenti.


Harus nya Arka pergi tidak bersama Maura, tapi karena satu hal yang tidak bisa di tinggalkan oleh Bagas jadi lah mereka berdua yang pergi ke sana.


"Saya tidak mau ya pak, jika pergi berdua saja, nanti saya jadi bahan gunjingan"


"Bukan kah kita seperti calon suami istri yang nanti nya akan menikah juga kan?"


Maura terdiam, dia memikirkan sikap Satriya tadi yang seperti menahan amarahnya saat tahu Arka ada di sana, yang membuat gagal mengajak nya makan siang bersama.


Ada rasa bangga dia wajah nya saat dia tahu kalau Satriya juga menginginkan nya, dia merencanakan sesuatu yang untuk membuat Satriya cemburu tingkat dewa.


"Bagus" ucap Maura yang seperti anak kecil yang mendapat permen secara gratis.


"Kamu masih waras kan?" tanya Bagas.


"Apa mungkin kamu gila"


"Enak saja, mana cantik-cantik begini gila"


......................


Jika ada yang bertanya di mana Satriya,aka jawaban nya adalah dia tengah beralih profesi sebagai seorang penguntit yang sedang mengawasi tiga orang yang ada di seberang restoran tempat nya duduk saat ini.


Sejak tadi dia terus saja mendesah kesal dengan apa yang dia lihat saat ini, dia tidak ingin terlihat oleh mereka, dia menarik nafas nya dan menghembuskan nya secara kasar.


Dalam hati nya dia memakai anak nya itu, kenapa wanita pilihan nya itu harus jatuh pada Maura, wanita impian nya, harus kah dia menjadi orang yang tidak tahu diri, dengan bersaing Arka.

__ADS_1


Apa yang di rasakan oleh Satriya, sama persis dengan apa yang di rasakan oleh Maura, dadanya bergemuruh saat pertemuan pertama mereka yang akan menjadi best moments dalam sejarah kehidupan mereka.


Kenapa harus Maura.


Itulah pertanyaan yang sejak pertemuan mereka bertiga selalu teringat dalam benak nya, tapi hingga saat ini pertanyaan itu tidak pernah keluar dari mulutnya.


Dari banyak nya wanita kenapa harus Maura, tanpa Satriya tahu bahwa wanita idaman nya itu, adalah putri dari seorang yang telah menghancurkan harapan nya dulu, saat mereka masih sama-sama muda dulu.


Pandangan nya tidak teralihkan sedetikpun dari sosok wanita itu.


Wanita yang terlihat lebih cantik dan matang secara keseluruhan, baik tata bicara nya ataupun aset pribadi nya yang rasa manis nya masih tertinggal di ujung nadi nya.


Dia beranggapan kalau Maura memang layak menyandang gelar sebagai Queen kamandanu, apa lagi kalau di banding kan dengan Shinta, kekasih Arka yang seorang model itu.


Namun tidak mungkin juga dia bersanding dengan wanita yang jauh lebih muda dari Arka, apa kata masyarakat nanti jika itu benar-benar terjadi, tapi tunggu.


Sejak kapan dia peduli dengan omongan orang, bukan kan selama ini dia tidak pernah mendengar apa yang di nilai oleh masyarakat.


Dia sadari sejak awal jika ada ketulusan dalam hubungan mereka, Maura tampak tidak menutupi apa yang dia rasakan saat bersama Arka, tidak ada batasan antara atasan dan bawahan di sana, mereka bercanda ria bahkan terlihat saat cantik saat maura terlihat lepas seperti tidak ada beban.


Hati nya seakan terbakar saat melihat itu semua,


Entah sihir apa yang di gunakan oleh Maura untuk memporak-porandakan hati nya, membuat sisi lain dalam dirinya kembali bangkit setelah sekian lama menyemedikan diri.


Diri nya yang penuh obsesi.


Satu yang baru dia tahu di sini, bahwa sikap Maura terhadap dua orang yang ada di depan nya jg tidak berubah sama sekali, Satriya menikmati kopi nya sambil terus memperhatikan sikap Maura yang andai saja itu untuk nya, mungkin dia akan mempersembahkan sesuai dunia untuk nya.


Belum usai sara cemburu nya pada dua pria itu, kini hati nya di kejutkan lagi oleh sosok pemuda yang entah itu siapa, dia tidak mengenal nya karena dia menggunakan jaket yang lengkap dengan penutup kepala nya, dia duduk membelakangi tempat duduk Satriya.


Rasa penasaran nya bertambah saat dia tahu tatapan mata Maura yang lebih sedikit menggoda manja seakan dia lah pemilik hati nya, ini merupakan sebuah kejadian yang tidak ingin dia tahu yang pasti membuat hati nya seperti di hantam oleh benda tak kasat mata.


Bahkan muara mencondongkan tubuhnya ke arah pria itu, tawa yang ada pada Maura masih sama seperti pada Arka dan juga Bagas, senyum yang begitu tulus yang tidak semua orang biasa mendapatkan nya, termasuk dia.


Tapi yang ini seperti nya berbeda dana saya untuk Maura menggoda nya dan dia mengaku cemburu dengan apa yang dia lihat, dia semakin penasaran pada sosok itu, siapa dia sebenarnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Sosok itu adalah Darius, laki-laki yang pernah mengungkapkan perasaan nya pada maura namun dia tolak mentah-mentah.


"Kita pacaran yuk, daripada sendiri-sendiri" tawar nya pada Maura, dia bahkan mencondongkan tubuhnya yang membuat Maura terpaku di tempatnya, jangan lupakan wajah nya yang seketika memerah itu.


"Jangan bercanda, kamu tahu kalau aku gak bisa menolak pesona mu" ucap Maura yang salah tingkah sambil menutupi wajah nya.


"Canda ini, gitu aja udah kayak cacing kermih"


"Pakek pelet kali loe" tuduh Arka pada rekan kerja nya itu.


"Ngaco aja terus, bilang aja kalau kamu takut ke saing"


"Dia calon bini gue" ucap nya sambil menyeringai.


"Bodoh, emang loe pikir gue kagak tahu, suka nya yang gak asli loe"


"Gas, loe cerita sama di kutu rambut"


"Kurang kerjaan banget ya gue"


"Kok dia tahu kalau ini hanya settingan"


"Emang loe bisa rahasia in apa-apa dari kita"


"Itu jawaban nya, My king"


"Jadi gimana kita jadi pacaran apa enggak?"


"Dasar Casanova,"


"Gue lagi menembak loh ini"


"Sorry, tapi aku masih mencintai orang lain"


"Sampai sekarang?" tanya Darius.


"Katanya mau nikah sama Arka, kamu masih saja kebayang sama itu orang?"

__ADS_1


Maura mengangguk lemah, bagaimana mungkin dia tidak ingat kalau sosok nya saja ada di restoran sebelah, mengawasi nya, bagai detektif handal.


Deg


__ADS_2