Terpikat Cinta Musuh Ayah (My Sugar Daddy)

Terpikat Cinta Musuh Ayah (My Sugar Daddy)
Ulah pria rambut putih


__ADS_3

"Apa yang terjadi kenapa bisa Sanjaya group bangkrut dalam hitungan menit?" Tanya Arka yang penasaran dengan apa yang terjadi di sana.


"Mana aku tahu, aku pergi dari sana setelah meeting selesai" ketus nya, dia berucap seakan tidak tahu apa apa, padahal karena dia lah perusahaan besar itu langsung gulung tikar saat itu juga, dan pelaku utama nya sudah jelas pria berambut putih itu lah yang menyebabkan semua nya.


'Itu semua ulah ayah mu' Batin Maura yang melihat dengan seksama penampilan Arka yang sedikit berantakan, dan dia tahu apa bahwa atasannya itu belum makan siang.


"Kamu belum makan, ini sudah jam tiga?"


"Aku menunggu mu, tapi kamu belum pulang juga" decak nya yang kelaparan karena menunggu Maura yang tak kunjung kembali dari meeting nya.


"Kamu sudah makan?"


"Sudah tadi sekalian"


"Dimana?"


"Lantai tiga gedung mall tadi, kafe yang kemarin kita bertemu ayah mu"


"Tahu gitu aku ke sana tadi"


Maura duduk di kursi yang berhadapan dengan Arka yang sejak tadi duduk di kursi kerja nya, dia pun mengatakan bahwa ada yang perlu di bicarakan mengenai pernikahan mereka dan juga tentang Shinta yang sudah mengetahui rencana mereka.


Arka menyetujui nya dia juga berencana melibatkan Bagas dalam hal ini, mendengar itu Maura menjadi kesal, tidak semua hal tentang mereka harus melibatkan Bagas bukan, meski dia sendiri tahu bahwa tidak ada yang mereka rahasiakan dari Bagas apa pun itu mereka bertiga selalu membahas nya secara bersamaan.


"Apa Bagas juga akan ada di malam pertama kita" celetuk Maura mencair suasana.


Terdengar tawa menggelegar dari mulut Arka, dia terlihat geli dengan apa yang di ucapan aura yang menyinggung malam pertama mereka.


"Memang nya kita mau ngapain malam pertama"


"Main kartu" sewot nya.


"Kalau itu, aku pastikan Bagas ada di malam pertama kita"


"Tapi aku gak mau ada di malam pertama nya saat dia menikah nanti"

__ADS_1


"Aku pun, dah lah ayo makan lagi, lapar aku"


Mereka pun keluar dari ruang Maura menuju kafe, banyak pasangan mata yang menyorot ke arah mereka apalagi, Arka dengan sengaja merangkul pinggang Maura menambah kesan mesra di antara kedua nya.


Acara makan sore itu sudah selesai dan kini saat nya mereka membahas tentang sesuatu yang menjadi tujuan mereka berkumpul hari ini, Maura menyodorkan ponsel nya yang berisi alasan kenapa Satriya tidak menyetujui hubungan Arka dan juga Shinta.


Di sana ada foto-foto dari Shinta bersama seseorang seusia ayah nya , mereka berpose sangat mesra seperti sepasang kekasih yang tengah jatuh cinta, bahkan ada satu foto yang membuat darah Arka mendidih.


Arka bertanya sejak kapan maura menyimpan foto tersebut dan kenapa tidak memberitahu nya, Maura pun menjelaskan bahwa dia baru mendapatkan bukti foto itu dari ayah nya beberapa hari yang lalu.


Raut wajah Arka tampak sangat murka di sana, tapi baik Bagas maupun Maura mencoba menenangkan Arka agar tidak terpancing emosi yang bisa membuat nya menyesal di kemudian hari, seperti apa yang terjadi pada Maura yang menyesali keputusan nya pergi dari dekapan Satriya.


Matahari telah pulang ke peraduan menyerahkan tugas nya pada bulan untuk menerangi malam setiap insan, insan yang menganggap malam sebagai teman keheningan yang membalut luka yang tercipta.


Mereka tidak ada yang beranjak dari sana, mereka butuh teman untuk melewati pekat nya malam.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Satriya bangun dari tidurnya, masih mengenakan pakaian kerja nya, dia melemaskan otot nya, yang terasa kaku, mungkin dia butuh mandi, untuk merilekskan tubuh nya.


Hari sudah malam,


Syukurlah dia bisa tidur meski sebentar saja, setidaknya dia mengistirahatkan tubuh lelah nya, dia langsung bergegas mandi dan keluar dari kamar nya saat urusan nya selesai.


Di luar kamar terlihat begitu sepi, ibu nya tidak ada di rumah, mungkin sedang berkunjung ke rumah saudara ipar nya, sedangkan adik nya dia belum kembali dari kantor nya.


Dan Arka.....


Di mana anak itu.


Satriya membuka pintu kamar anak nya yang terlihat masih rapi, bis di pastikan jika anak nya itu juga belum kembali ke rumah, dia butuh udara segar untuk menyehatkan pikiran nya yang terlalu kalut.


Hilir mudik para pelayan rumah nya tidak dia hiraukan, dia membuka ponsel nya mencari sesuatu yang mungkin menarik perhatian nya.


Tumpukan pesan di email tidak dia buka satu pun, karena menurut nya tidak ada yang penting dari semua itu, dia pun membuka aplikasi ungu, ternyata ada pesan dari Maura yang langsung dia buka dari sekian deret pesan masuk di dalam ponsel nya.

__ADS_1


'Titipan ku jangan sampai hilang'


Titipan.


Titipan apa yang di maksud oleh Maura, dia yang akan duduk di kursi teras belakang rumah nya pun mengurungkan niatnya saat dia kembali mengingat apa saja yang di lakukan satu hari ini.


'Astaga'


Dia bangkit dari duduknya dan berjalan cepat menuju kamar nya, barang terlarang Maura masih ada di saku jas nya, jangan sampai para pelayan menemukan nya.


"Keluar" geram nya saat pelayan tersebut akan mengambil jas nya.


"Baaaik pak" pelayan itu langsung pergi dari sana tanpa mengambil baju yang ingin dia cuci, Satriya mengunci pintu kamar nya dan mencari barang yang di titipkan oleh Maura.


Lagi pula,


Kenapa juga dia harus membawanya, bisa saja kan dia satukan dengan dress yang dia taruh di lemari baju di ruang kerja nya, dan kini keteledoran nya membuat nya semakin pusing dengan ulah Maura.


'Apa tindakan yang kamu lakukan itu benar, bagaimana jika saya juga melakukan hal yang sama.'


Send,


pesan terkirim dan tak lama balasan dari Maura dia dapatkan.


'Aku akan memakai nya'


Dam.


Jawaban yang sudah dia pikirkan tertulis di ponsel nya dari pengirim yang sama, dia mengerang di sana, bagaimana cara dia menjinakkan wanita yang semakin hari semakin liar saja saat bersama nya, padahal orang lain melihat nya sebagai wanita anggun dan bersahaja.


Tapi kelakuan nya berbanding terbalik saat bersama nya, mungkin memang benar ketika orang merasa nyaman, dia akan bersikap apa ada nya dan tidak ada yang ditutup dari orang tersebut, itu yang saat ini Maura lakukan pada Satriya. Maura menjadi dirinya sendiri saat bersama Satriya.


Satriya kembali mengirimkan pesan pada Maura, mungkin dia tahu di mana Arka saat ini.


"Arka di sana?"

__ADS_1


Braaaakkk..


__ADS_2