Terpikat Cinta Musuh Ayah (My Sugar Daddy)

Terpikat Cinta Musuh Ayah (My Sugar Daddy)
Musuh Ayah


__ADS_3

Semua orang tercengang saat tahu salah satu pewaris tunggal tahta perusahaan Kamandanu group ada di sana, kecuali Maura yang langsung menghampiri bahkan dengan berani dia bergelayut manja di lengan Arka.


"My king"


"Heem, ada apa ini My Queen?"


Ucapan nya lembut pada Maura meski terkesan dingin, sedangkan semua orang menelan ludah nya kasar saat melihat wajah tak bersahabat dari Arka.


Pak Tio langsung pucat pasi saat tahu siapa yang ada di depan nya saat ini, apa lagi dia mempunyai tunggakan pembayaran pada perusahaan milik Arka.


Sedangkan ayah Maura dia tidak percaya jika putri nya itu mempunyai hubungan dengan anak dari musuh bebuyutannya.


"Siapa kamu berani masuk ke rumah ku? dan kamu Maura lepaskan tangan mu dari nya"


"Ayah kenapa dia calon suami ku?"


"Sampai kapan pun, aku tidak akan merestui kalian" ucap nya dengan tegas tanpa terbantahkan.


Semua orang menatap Pak Hasan yang tiba-tiba berucap lantang seperti itu, membuat semua orang bertanya-tanya dengan apa yang sebenarnya terjadi.


"Atas dasar apa kamu menolak anak ku?"


Sebuah suara yang terdengar tegas dan dalam mengalihkan perhatian semua orang yang ada di sana.


"Ayah"


"Satriya"


"Pak Satriya"


"Katakan, apa yang membuat mu menolak niat baik anak ku?" Tanya Satriya yang baru saja masuk


"Urusan kita di masa lalu jangan campur adukkan dengan anak-anak mereka tidak tahu apa pun"


"Tapi....."


"Tapi apa? belum cukup kamu menghancurkan hidup dulu, saat kamu merebut kekasih ku dan menjebak ku hingga aku punya anak bersama Sarah" geram Satriya saat mengingat kelakuan Hasan di masa lalu

__ADS_1


"Sarah, bukan kah kamu menikah dengan Agnes?" Tanya Hasan yang seolah tidak tahu apa pun


"Tidak"


"Siapa Agnes?"


Dewi mama Maura dia menyela obrolan di antara suami dan orang yang tidak dia kenal sama sekali tapi menurut nya, mereka sudah saling mengenal sejak lama satu sama lain.


"Tio, kalau kamu masih ingin menikmati kekayaan mu, jangan melewati batas mu, dia calon menantu ku" tegas Satriya pada pak Tio yang juga teman sekelas nya dulu.


"Tapi Sat"


"Tidak ada tapi, mereka berdua saling mencintai jadi tidak ada lagi yang bisa menghalangi nya"


"Dia anak ku dan aku tidak merestui nya" bantah Hasan


"Kenapa? kasih aku satu alasan kenapa kamu tidak merestui kedua nya"


Hasan diam, dia tidak menjawab pertanyaan dari Satriya, dia menyadari bahwa sebenarnya yang salah dulu adalah dia sendiri yang selalu merasa iri dengan apa yang di milik oleh Satriya.


Di saat yang bersamaan Satriya memergoki keduanya sedang bermesraan di kantin, saat itu Satriya yang tidak pernah mengkhianati cinta Agnes pun menyangkal tuduhan Agnes berkat hasutan dari Hasan tersebut.


Hingga malah hari nya Satriya mabuk berat dan tanpa sadar meniduri Sarah di kamar yang sudah di sediakan, Sarah waktu itu di minta oleh Hasan untuk menemui nya di sana, karena Sarah yang sangat mencintai Hasan pun menuruti nya, sampai lah percintaan satu malam mereka menghasilkan anak yang kini berdiri di samping Satriya.


"Tapi aku sudah menjodohkan nya dengan Gilang"


Tio langsung mundur saat itu juga, dia tidak ingin terlibat masalah apapun, dia memilih mundur dari perjodohan ini, begitu juga dengan Gilang, dia memang tertarik pada sosok Maura, tapi karir nya lebih penting dari sekedar wanita yang bisa dia dapatkan dengan mudah jika di sudah sukses.


"Aku batalkan saja perjodohan ini, biarkan Maura menikah dengan Arka"


Hasan sama sekali tidak menjawab apa pun dia hanya diam, di juga memikirkan tentang kelangsungan perusahaan yang bisa saja di hempaskan hanya dengan satu kali panggilan telepon saja.


"Baik, aku akan merestui mereka, tapi jangan sampai kamu menjadi anak ku sebagai ajang balas dendam mu" pesan Hasan


"Aku sungguh tidak gila seperti mu, bahkan saat ini aku sangat ingin menanyakan apa yang membuat mu sebegitu benci pada ku?"


"Kita sudah tua, tidak sepantasnya lagi kita bermusuhan seperti itu, kita tinggal menunggu waktu kapan kita akan mati saja" ucap Satriya sambil melirik Maura yang juga menatap nya.

__ADS_1


"Ayah"


"Jadi ini bagaimana? apa sekarang kita tunangan saja mereka saat ini" ucap Hasan yang tidak punya pilihan lain.


"Aku tidak mau mendadak, perlu persiapan matang untuk itu" cegah Arka di sana


Arka jelas tidak menyetujui nya, apa lagi di belum mengatakan ini pada Shinta, yang ada dia nanti akan di amuk oleh Shinta karena meninggalkan nya menikah dengan orang lain.


"Apa kalian akan terus berpacaran saja?" Tanya Tio


"Nanti kita bicarakan lagi, jadi jangan ada yang berani menyentuh milik ku"


"Ayo kita pulang Yah" lanjut Arka lagi


"Makan lah dulu, meski aku kesal karena kalian tidak menjawab pertanyaan ku, tapi kalian semua adalah calon anggota keluarga ini"


Dewi pun mempersilahkan semua orang yang ada di sana untuk makan malam bersama, sampai sebuah celetukan keluar dari mulut Tio.


"Tidak dapat adik nya, ada kakak nya bukan, bagaimana?"


"Itu terserah mereka, aku tidak lagi mau menjodohkan mereka, nanti tiba-tiba ada yang datang dan mengakui milik nya pada hal selama ini tidak pernah ada kata ucap"


Tidak ada yang menyahuti apa yang di katakan Hasan semua menikmati makan yang ada di sana dengan khidmat, hanya sesekali Maura menatap Satriya yang duduk di depan nya.


Tidak ada binar bahagia terpancar dari wajah Maura, tadi pikir nya Satriya akan secara jantan mengakui perasaannya tapi agak nya pendirian laki-laki itu cukup kuat hingga apa pun yang di kerjakan membuahkan hasil yang maksimal.


Sebenarnya dia juga merasa nyeri di hati nya saat Satriya tidak memperjuangkan cinta mereka, tapi dia juga tidak bisa mengatakan apa pun mengenai apa yang terjadi di antara mereka.


Sampai mereka semua pulang dan dia hanya diam di dalam kamar nya sambil menatap ponsel milik nya, dia menunggu panggilan dari orang yang membuat nya kesal itu.


Antara kesal dan juga rindu yang membaur menjadi satu, dia membungkus tubuh nya di sana, sampai di terlelap dan tenggelam dalam mimpi nya, mimpi yang membuat nya enggan untuk kembali ke alam sadar nya yang bertolak belakang dengan keinginan nya.


Maura yang sedang berada di ruangan nya pun sejak seminggu ini selalu saja uring-uringan, selalu saja salah apa pun yang di lakukan orang lain, membuat sebagian orang menghindari nya termasuk Arka.


Di tambah lagi dia yang tadi sedang meeting bersama salah satu kolega bisnis Arka itu, melakukan pelecehan yang membuat nya menangis, dia merasa jejak yang di tinggalkan Satriya terhapus saat orang itu secara paksa mencium nya.


"Ha-lloo"

__ADS_1


__ADS_2