
Arka menegakkan tubuh nya kembali saat Maura menceburkan diri nya lagi ke kolam renang, untuk beberapa saat Maura berada di dalam air sampai kemudian dia muncul lalu duduk di samping nya dengan wajah gusar.
Kenapa lagi ini....
kenapa akhir-akhir ini Maura terlihat lebih suka menunjukkan apa yang dia rasakan, tidak seperti dulu yang selalu menunjukan wajah bahagia.
Tadi dia berpamitan mau ke salon, tapi kini kembali menenggelamkan dirinya lagi.
Arka membasuh wajah nya, dia tidak ingin Maura mengetahui kalau dia baru saja menitikkan air mata nya.
Arka tidak percaya dengan apa yang di lakukan Maura, wanita itu membersihkan dirinya di bawah shower yang ada di pojokan dengan...
Sabun...
Dia mandi????.
yang benar saja...
Maura kembali masuk ke dalam kolam setalah sabun yang ada di rambut dan juga tubuh nya menghilang, terdengar helaan nafas Maura saat dia keluar dari dalam air.
Setelah nya Maura mendudukkan lagi diri nya samping Arka yang menatap nya heran.
Tidak biasa nya Maura bersikap seperti itu, tapi dia juga terhibur dengan tingkah Maura.
Mereka sama-sama diam, menyelam isi dari hati mereka masing-masing, setengah jam berlalu mereka masih di posisi yang sama, berendam di kolam air panas yang ternyata bisa merilekskan tubuh nya.
"Pesan makanan gie Ka" pinta yang tetap merentang tangan nya.
__ADS_1
"Kita keluar dulu deh.....badan udah mulai kedinginan ini"
"Kamu duluan saja, aku masih ingin......."
Byuuur...
"Jangan terlalu lama, masuk angin kamu nanti" ucap Arka yang keluar dari kolam renang.
Ada-ada saja Maura ini, orang bibir nya udah biru kek gitu, kok masih aja, gumam Arka.
"Ra....."
"Kamu kenapa?" tanya Arka yang tidak lagi bisa menahan rasa ingin tahu nya.
"Aku kenapa?" tanya Maura balik sambil menunjuk ke arah diri nya.
"Gak papa" jawab Maura cuek.
"Kamu gak pandai berbohong Ra"
"Sok tahu kamu, udah jadi cenayang kah?"
"Itu Ayam nya gak habis"
Maura memutar bola matanya malas dengan Arka saat ini, Maura yang kesal pun mengunyah perkedel kentang dengan perlahan namun dengan wajah risau yang kentara.
"Lagi gak nafsu"
__ADS_1
"Kamu kan emang suka gitu.....hanya...." lirik Arka pada ayam betutu yang terhidang di meja.
Maura tipe pecinta ayam, jadi terlalu aneh jika dia melewatkan menu makanan favorit nya itu, apa lagi tidak ada cacat dalam rasa ayam yang ada di hadapannya.
Sebenarnya apa yang di pikiran Maura?
Pikiran nya kalut memikirkan Satriya.
Awas kau Satriya, bendera perang sudah di kibar kan.
Aku cuek in aja kamu ya biar kapok.
Sekalian saja aku mau mesra-mesraan sama Arka.
Batin nya yang memotong ayam bagian dada yang besar daging di sana dengan ukuran yang cukup besar lalu menyuapkan nya ke dalam mulut nya.
Kesel akuuu.
Pyar.
Maura membanting garpu nya lalu beranjak dari sana, Arka terjingkat kaget saat melihat tingkah Maura, dia bahkan sampai tersedak jus semangka yang tengah dia minum.
Maura masuk ke dalam kamar nya, merebahkan tubuhnya secara kasar di ranjang nya, dia kesal setengah mati dengan Satriya.
Arka mengintip apa yang di lakukan oleh Maura di dalam sana, dia bergidik ngeri dengan apa yang di lihat saat ini.
Apa Maura tengah kerasukan nya, kayak nya aku perlu cari orang pintar, batin Arka yang beranjak dari tempat nya.
__ADS_1
Si Arka kek nya gak butuh dukun deh ka, coba aja panggil bapak mu pasti waras itu si Maura 🤣🤣🤣🤣