Terpikat Cinta Musuh Ayah (My Sugar Daddy)

Terpikat Cinta Musuh Ayah (My Sugar Daddy)
Tetap kamu


__ADS_3

Maura terdiam, saat mendengar ucapan Sekar, mungkin orang akan menganggap nya sama seperti Darius, jika dia ketahui dengan Satriya.


Parah nya orang akan beranggapan dia menjual diri pada Satriya dan menguasai harta kekayaan kamandanu.


Namun Maura juga mengatakan kalau adik dari big bos nya itu masih kencang di usianya yang sudah kepala empat, bahkan jika orang tidak tahu pasti mengira kalau Mentari masih berusia tiga puluhan tahun.


Sekar mengiyakan bahkan dia juga menginginkan body seperti Mentari yang masih terlihat sepantaran dengan mereka.


Muara juga menambahkan pendapat nya mengenai Darius yang mungkin menyukai wanita yang lebih tua dari nya pada pada seusia dengan nya atau di bawah usia Darius sendiri, yang mana di usia itu wanita akan lebih manja dan kekanak-kanakan.


Sekar menepis anggapan Maura yang mengira bahwa Mentari tidak kekanak-kanakan, di sering melihat wanita itu merajuk saat keluar dari ruangan Darius.


Maura juga mengatakan kalau Mentari terlihat kalem saat bertemu dengan nya, yang mungkin bertolak belakang dengan kebiasaan nya di kantor.


Sekar masih terlihat kesal di sana, padahal di sudah bersiap-siap akan mengasingkan diri di tempat yang tidak mungkin di jangkau oleh semua orang, namun Maura lebih memikirkan Papa nya Sekar yang akan bertambah kesal perjodohan di batalkan akibat ulah iseng dari sahabat nya sendiri.


Maura mengatakan kalau Sekar tidak perlu menanyakan hal ini secara langsung pada Mentari saat Sekar meminta pendapatnya, mengenai langkah yang akan dia ambil.


Apa lagi katanya jika Mentari dan Darius sudah putus hubungan, Sekar yang tidak tahu pun terperanjat kaget, karena yang selama ini dia lihat kedua pasangan itu sama-sama bucin tanpa obat.


Maka Sekar berani bertaruh jika mereka akan berbaikan lagi, dia juga mengatakan kalau dia tidak di restui oleh keluarga nya dia akan kabur bersama Bagas dan menikahi di sana, bahkan dia akan melakukan tindakan di luar nalar hanya untuk bisa bersatu dengan Bagas.


Maura yang mengenal Bagas dengan baik pun mengatakan bahwa Sekar tidak perlu melakukan apa pun, dia hanya di haruskan untuk sabar menunggu tindakan apa yang akan Bagas lakukan untuk masalah ini.

__ADS_1


Mereka yang baru saja menyelesaikan mani-padi pun keluar dari sana, ponsel Maura bergetar di dalam tas dan Maura pun membuka nya, satu pesan singkat dari Satriya menanyakan apa kah diri nya masih ada di mall yang tadi, dia pun membalas nya jika dia masih berada di sana.


Maura tersenyum saat mendapatkan pesan seperti itu, dia seperti seorang yang tengah kasmaran, dan itu menarik perhatian Sekar.


Sekar menduga jika Maura tengah berbalas pesan dengan Arka, sampai pipi nya bersemu merah, Maura mengiyakan saja dugaan dari sekadar toh juga dia memang berbalas pesan dengan klan kamandanu, yaitu Satriya Kamandanu.


Satriya mengajak Maura bertemu lagi, bahkan dia sudah menunggu nya di samping mobil milik nya, Maura yang tidak ingin membuang waktu pun segara berpamitan pada Sekar, bahkan Maura meninggalkan Sekar begitu saja di sana, tanpa menawarinya tumpangan.


Maura yang sudah sampai di samping mobil nya pun celingukan mencari sosok yang dia rindukan meski baru beberapa menit berpisah, Satriya yang tengah mengotak-atik ponsel nya pun mengalihkan pandangan nya saat merasa mall sudah sepi dan hanya beberapa security saja yang mondar mandir di sana.


"Hei" sapa Satriya yang menarik pinggang nya dan langsung menyesap bibir Maura di tempat umum seperti ini.


"Nanti ada yang lihat....." protes Maura.


"Apa boleh......" pinta Satriya penuh harap.


"No way" potong Maura yang tahu kemana arah pembicaraan, terdengar decakan dari mulut kancil licik tersebut.


"Kalau mau kita nikah dulu.." tawar Maura.


"Sudah tahu kita gak akan bisa nikah" kesal nya.


"Gak bisa apa gak mau" sindir Maura.

__ADS_1


"Aku kesel kalau kamu sudah membahas ini" decak Satriya.


Berbeda dengan Maura yang justru tersenyum senang saat melihat mood Satriya memburuk.


"Ya sudah, jangan mulai....."


Kini Maura yang berinisiatif menggoda Satriya, dia merapatkan tubuhnya dan mencium Satriya lagi, namun bukan ciuman yang dia dapatkan, Satriya hanya mengecupnya, bahkan Maura berniat untuk membuat mood pria itu lebih buruk dari saat ini.


"Selasa aku jadi ke Nusa penida, ibu nya Arka juga terlibat di sana, mungkin dia akan meminta penjelasan ibu nya di sana, kemungkinan juga Shinta ada di sana, dan aku sudah bertekad akan meneruskan rencana ini, saat Arka tahu yang sebenarnya itu akan memudahkan aku untuk masuk kedalam hati nya" jelas Maura.


"Yakin bisa?" tanya Satriya meragukan Maura.


"Heem"


Tangan Maura yang lentik masuk ke dalam kaos yang di kenakan Satriya, meski usia nya sudah sedikit tua, Namun otot nya masih terjaga, Maura menelusuri perut kotak Satriya dengan sentuhan menggoda.


"Dengan adegan mesra tentu nya...."


Maura mengecup pipi Satriya, sebagai penutup hari nya.


"Terima kasih untuk hari ini, aku merasa bahagia sejak pagi hari" Maura memencet kunci mobilnya dan masuk ke dalam mobil, tak lupa dia mengerlingkan mata nya juga menggigit bibir bawahnya, dengan maksud membuat Satriya semakin bernafsu pada nya.


"Apa pun yang terjadi kamu tetap yang aku cintai..... hati-hati pulang nya, jangan mampir-mampir"

__ADS_1


Maura menutup jendela mobil nya dan menjalankan mobil meninggalkan Satriya di gelap nya malam.


__ADS_2