Terpikat Cinta Musuh Ayah (My Sugar Daddy)

Terpikat Cinta Musuh Ayah (My Sugar Daddy)
Hari sial


__ADS_3

"Dari mana" tanya Arka saat Maura bersiap masuk ke dalam kolam renang panas di kamar mereka, kamar kedua nya terpisah tapi beranda mereka terhubung dengan kolam privat di sana.


"Kamu ini, tidak bisa main tinggal saja, buat bagaimanapun dia itu adik mu" keluh Maura.


"Karena dia adik ku, aku tidak boleh kecewa"


"Jadi?"


"Jadi gimana"


"Kebersamaan kalian selama ini?"


"Ya buyar"


"Soal ketidaktahuan nya tentang siapa kalian sebenarnya itu bukan sepenuhnya salah dia"


"Jadi aku yang salah ya"


Arka beranjak dari sana dengan melilitkan handuk di pinggang nya, tubuh nya tinggi menjulang dengan otot yang terjaga.


Tapi....


Dia lebih menyukai bentuk tubuh Satriya, lebih proporsional dan lebih kekar.


Kedua bidang yang di ambil secara berbeda membentuk tubuh kedua nya menjadi berbeda, dia mana Arka yang menjaga otot nya dengan gym sedangkan Satriya dia sejak dulu melatih otot nya dengan bela diri yang di lakukan sejak masih muda, membuat otot-otot Satriya terlihat lebih menawan di mata nya.


Apa pun itu yang melekat pada diri Satriya, Maura akan menyukai nya.


Duh....


Lagi dan lagi aku membandingkan Satriya dan Arka, Maura mendudukkan dirinya di pinggiran kolam renang, dia menuangkan teh Jasmine, dan menyesap nya sambil memperhatikan Arka.


"Kamu mau aku bercerita?"

__ADS_1


"Iya tapi tidak sekarang, aku butuh waktua untuk mencerna semua nya" Arka menceburkan dirinya kedalam kolam lalu muncul kembali, pria itu merentang tangan nya sambil menengadahkan kepalanya


"Kalau begitu, aku ke salon dulu" ucap Maura yang langsung berdiri dari sana.


Saat Maura membuka pintu dia teringat akan kalung Shinta yang di titipkan pada nya, lebih baik aku berikan saat ini saja, dari pada aku lupa nanti, pikir nya.


Maura berbalik arah pada Arka yang masih menengadahkan kepalanya, dia melihat setetes air mata yang keluar dari sudut mata nya, membuat nya urung melakukan.


Maura menghela nafas nya.....


Bagaimana Maura bisa menuduh nya tidak lagi memperdulikan Shinta.


Mereka sama-sama korban di sini, korban dari kesalahan masa lalu ibu mereka.


Keduanya tidak bisa saling bersatu meski cinta masih menempati tahta tertinggi.


Maura kembali menggenggam kotak tersebut, dia membiarkan Arka menenangkan dirinya.


Maura memasukkan kembali kedalam lemari nya, dan bersiap menuju ke salon.


Tapi....


Tunggu.


Seperti nya ada yang kurang di sini tapi apa?.


Dia sudah terlalu sering melakukan perawatan, di tambah dia yang sendirian di sana membuat nya sedikit malas untuk bepergian, mau berenang juga masih ada Arka di sana, dia tidak mau menganggu Arka yang butuh ruang untuk sendirian.


Padahal saat ini dia butuh merilekskan tubuh dan pikiran nya, dia bingung harus melakukan apa, dia mengetukkan kuku yang baru saja cat saat bersama wanita yang menjadi korban kejahilan Satriya.


Sebenarnya dia tahu tempat yang bisa merilekskan tubuh nya, malah ada teman ngobrol nya.


Di tempat yang mewah, dengan berbagai makanan yang berkualitas tinggi dan yang paling penting adalah....

__ADS_1


Itu semua bisa di dapatkan secara gratis.


Sekalian dia juga mau minta maaf, karena tindakan lancang nya tadi siang.


Di raih nya ponsel yang sejak tadi di geletakkan di atas meja.


Dia menekan tombol panggilan di layar nya.


Dering pertama dan kedua tidak ada jawaban.


Sampai panggilan itu terputus masih juga tidak ada jawaban dari si penerima, membuat otak jahil nya kembali mengambil alih otak nya.


Dengan senyum yang mengembang di bibir nya dia mengetikkan kata-kata yang langsung dia kirim pada....


Satriya.


Satriya aku kangen.


Malam ini boleh aku tidur dalam pelukan mu.


Send.


Tak lama kemudian dia menerima pesan balasan, dengan senyum lebar dia membuka fitur aplikasi hijau di ponsel nya.


Senyum manis nya berubah kecut karena balasan dari Satriya.


Sana tidur peluk Arka.


Aku sibuk.


Maura memekik tidak percaya dengan pesan balasan itu.


Sial sekali aku hari ini.

__ADS_1


__ADS_2