Terpikat Cinta Musuh Ayah (My Sugar Daddy)

Terpikat Cinta Musuh Ayah (My Sugar Daddy)
Sekali lagi


__ADS_3

Satriya membanting ponsel nya saat mendapatkan pesan balasan dari Maura bagaimana tidak seperti itu, pesan yang masuk kedalam ponsel nya itu, adalah sebuah foto yang berlatar belakang kafe.


Dengan Arka yang merangkul Maura sambil mengecup pipi nya, di tambah ekspresi wajah Maura yang tampak terkejut secara alami membuat mereka seperti pasangan yang benar sedangkan jatuh cinta.


Sial.


Kenapa dia cemburu?.


Harus nya dia bahagia kan?


Maura sudah menjalankan tugas nya seperti apa yang di minta oleh nya, tapi kenapa hati nya terasa sakit saat melihat foto itu, Satriya memunggut kembali ponsel nya yang tergeletak di lantai.


Belum sempat dia memenangkan diri nya, bunyi pintu yang di banting begitu dari samping kamar nya, dia keluar lagi dari kamar nya, terlihat adik nya yang baru datang itu mengamuk di sana.


"Ada apa Tari"


"Kak"


"Heem"


"Bisa pindahkan sekar ke perusahaan cabang?"


Apa lagi ini, masalah nya sendiri belum selesai dan kini muncul lagi masalah baru.


"Kenapa lagi?" Satriya bukan nya menjawab dia malah mengajukan pertanyaan lagi.


"Darius terlihat dengan dengan Sekar" keluh Mentari yang bergelayut manja di tangan nya.


"Kamu menuduh mereka selingkuh?'


Mentari mendengus kesal saat mendengar itu.


"Pokok nya pindahkan sekar ke kantor cabang, atau jodohkan saja sekar dengan Arka"


"Jangan ngawur kamu, Arka punya calon istrinya sendiri"


"Mereka tidak mungkin selingkuh, tapi gak ada salah nya juga, mereka sama-sama masih muda gejolak rasa nya sedangkan besar-besar nya" sahut Satriya


"Kakak"


"Kamu ini, siapa suruh pacaran sama bocah" ucap Satriya melipat kedua tangannya yang baru saja di lepaskan oleh adik nya.


"Perselingkuhan tidak mengenal usia"


"Ayo lah kak jodoh kan Sekar dengan Arka"


"Oke, aku hubungi Faris"


Rupanya akan seru jika dia mengerjai para cecunguk itu lagi pula dia juga kesal pada Arka karena membuat nya cemburu.


Satriya ad di ruang kerja nya, dia mengotak-atik ponsel nya mencari nama Faris di sana, salah satu teman nya yang juga ayah dari Sekar dan Bagas.

__ADS_1


"Halo Sat, apa kabar ini tumben menghubungi ku" kata Faris saat panggilan tersambung.


"Sekar sama Arka masih sendiri jodohin aja gimana" ucap Satriya tanpa basa basi.


"Boleh kita atur waktu nya saja"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Mau nya apa coba di rambut putih itu,,,


Maura membelokkan mobilnya ke arah perumahan Green hils.


Pagi ini dia kesal setengah mati saat mendapatkan pesan dari Arka yang mengatakan bahwa Satriya tidak menyetujui hubungan mereka, dan Satriya berencana menjodohkan nya dengan Sekar, salah satu resepsionis di perusahaan pusat yang pernah dia temui, dia adalah adik dari Bagas.


Lalu bagaimana dengan dia, kalau Arka di jodohkan dengan orang lain kenapa juga Satriya meminta nya untuk tetep berada di samping Arka dan merencanakan pernikahan mereka.


Sungguh ini tua Bangka yang plin-plan sekali, dengus nya.


Sebenarnya dia juga senang bisa lepas dari permainan keluarga kamandanu, tapi dia merasa di permainkan oleh Satriya, maka pagi ini dia berniat menemui nya untuk membuat perhitungan dengan nya.


Apa lagi semalam dia berusaha mati-matian, bahkan dia merendahkan diri agar Arka mau mencium nya, tapi kini semua nya berubah kembali.


Dia sudah melakukan tugas nya tapi.....


Tunggu....


Apa ada yang membuat mood pria tua itu memburuk dan kini membuat drama yang dia bisa tebak kemana alur nya.


Kini dia membelok mobil nya ke arah rumah besar seorang Satriya Kamandanu.


"Maaf Bu anda mencari siapa?" tanya seorang satpam yang tengah berjaga di depan pintu.


"Pak Satriya ada?"


"Sudah bikin janji sebelumnya"


"Tunggu kejap"


Maura pun mengotak-atik ponsel nya, mengirimkan pesan pada Satriya.


"Kamu di mana, aku gak bisa masuk" ketik nya dengan sebuah foto pintu gerbang rumah nya.


"Kalau pak Satriya tidak ada di rumah, apa Bu Mega ada di rumah, atau Bu Mentari juga gak papa saya perlu bertemu dengan salah satu nya" ucap nya sambil menyodorkan kartu tanda pengenal nya


"Nyonya besar sedang ada acara di Bandung Bu, kalau Bu Mentari, beliau baru saja keluar, mau gym kayak nya"


Suara dari intercom mengalihkan perhatian mereka, seperti dari orang yang ada di dalam rumah.


"Buka gerbang nya, itu tamu pak Satriya"


"Silahkan masuk Bu" kata si satpam menyerahkan kartu milik Maura.

__ADS_1


Arka sedang meeting meski di hari Minggu dan Bu Mega, juga Mentari tidak ada di rumah, berarti hanya ada Singa tua itu bukan.


Oke,,,,


Saat nya kita kasih pelajaran dia, desis Maura yang kesal.


"Suka nya drama ikan terbang" keluh nya yang masih di dengar oleh para satpam di sana.


"Harus ya jalan ke sana ini jauh, masih sekitar enam puluhan meter"


"Saya gak berani Bu kasih izin untuk parkir depan rumah"


"Semua harus begitu ya"


Dia yang tak ingin berjalan kaki pun menghubungi Satriya lagi yang langsung di terima panggilan nya.


"Halo, udah di mana"


"Masih ada ternyata setelah merajuk dua hari"


"Negatif thinking Mulu"


"Aku di suruh jalan kaki ke sana, kamu g bercanda kan?" desis Maura yang membuat semua orang mengerubuti nya, cukup penasaran karena ada orang yang tidak menaruh hormat sedikitpun pada junjungan mereka.


"Parkir depan rumah kenapa sih"


"Mana bisa penuh itu sama koleksi kuda besi mu"


"Mungkin lagi di cuci, nanti biar di urus anak-anak, kamu tinggal parkir saja, aku di ruang kerja"


"Oke"


Panggilan pun terputus dan Maura menatap satu persatu orang yang berdiri tak jauh dari nya.


"Ini kenapa?"


"Hehe, hanya sedikit terkejut saja, ada orang yang berani seperti itu pada bapak"


"Kita sudah lama kenal, kalau begitu saya masuk ya" pamit Maura yang tidak ingin berlama-lama di sana.


"Silakan Bu"


Maura mengarahkan mobil nya ke depan pintu, dia turun dari sana dan menyerahkan kunci mobil nya pada pak Suryo, supir pribadi Satriya.


Baru saja dia masuk ke dalam rumah dia langsung di sambut oleh seorang wanita berusia sekitar empat puluh tahun yang Maura perkiraan dia adalah pelayan di sini.


"Selamat datang Bu, ibu sudah di tunggu bapak di ruang kerja nya" sambut ramah pelayan tersebut pada Maura.


Maura pun menanyakan dia mana letak ruang kerja Satriya, dia akan kesana seorang diri tanpa harus di temani oleh pelayan tersebut, setelah mengetahui dimana letak ruang itu did pun berjalan ke arah yang ditunjukkan oleh pelayan tersebut dan kini dia sudah berada di depan pintu yang terbuka, seakan tengah menyambut nya.


"Wah"

__ADS_1


__ADS_2