
"Berikan ponsel nya aku akan bicara dengan nya"
Sandi pun memberikan ponsel nya sambil berkata,
"Ngamuk dia". senyum tersungging di bibir Maura saat mendengar apa yang di katakan oleh Sandi, sekaligus dia penasaran apakah laki-laki itu juga akan memarahinya.
"Pak Satriya" panggil Maura yang terdengar begitu mendayu di telinganya Satriya.
Hanya mendengar suara nya saja jantung nya berpacu lebih kencang dari biasa nya, apa ini, apa dia sudah kalah dengan hati nya sendiri yang tidak bisa merelakan Maura untuk putra nya.
"Maaf Maura,,,,,tapi bisakah kamu menunggu saya?"
Dia gugup di seberang sana hanya karena suara wanita itu, pada hal selama ini dia tidak pernah merasakan kegugupan yang teramat seperti saat ini.
Dia seperti tengah di adili dalam persidangan agung yang sama sekali tidak bisa menggunakan cara-cara kotor agar bisa lolos dari jerat hukum.
Dia merasa harus memperjuangkan wanita ini, wanita yang memutar balikan kehidupan nya sejak pertemuan pertama mereka, wanita yang lebih sering di sebut dalam hati nya di bandingkan Tuhan nya sendiri.
"Menunggu bapak, bagaimana maksud nya?"
Dia berpikir di sana, dia bingung apa yang harus dia lakukan, kalau dia pulang bukan kah membutuhkan waktu kurang lebih dua puluh dua jam menggunakan pesawat komersial tapi sepertinya dia lebih memilih untuk menggunakan jet pribadi nya saja, tapi waktu tempuh nya juga masih sebelum jam, yang artinya dia akan sampai di Surabaya jam tujuh malam nanti.
Tidak mungkin kan dia meminta wanita itu untuk tetap berada di sana sampai waktu pulang kantor bahkan sudah masuk jam makan malam.
Tapi tunggu untuk apa Maura menemui nya bukan kah hari ini hari kerja.
Ah iya,
Dia baru ingat kalau saja dia yang meminta untuk bertemu, di tambah lagi kata permohonan yang tertulis di note itu membuat nya menggeleng kepalanya saat menyadari tingkah nya yang entah harus dia sebut apa.
Ya Tuhan.
Sungguh dia seperti menjadi orang lain saat berhadapan dengan Maura, dia seperti remaja yang baru saja mengenal cinta, padahal usia nya sudah menginjak angka lima.
"Saya akan menemui kamu nanti malam, setelah saya sampai di Surabaya"
Gila.
__ADS_1
Ini benar-benar gila.
Bagaimana mungkin dia mengambil keputusan besar hanya untuk menemui Maura saat ini juga, lalu bagaimana dengan pekerjaan nya, besok dia masih di jadwal kan untuk meeting dengan salah satu rekan bisnis nya, tapi dia malah mengatakan akan pulang malam ini.
"Saya menunggu bapak, berapa lama"
"Saya pulang sekarang juga, secepatnya saya akan sampai dan menemui kamu, saya akan naik jet pribadi, mungkin butuh waktu sepuluh jam untuk sampai di sana" jawab nya yang tidak ingin mengecewakan Maura
"Eeemmmm, baik lah pak ini nomor saya ********** bapak bisa menghubungi saya saat sudah sampai di Surabaya dan berniat menemui saya, jangan lupa oleh-oleh nya, maaf sudah menganggu bapak" Maura pun menutup panggilan mereka dan menyerahkan ponsel nya pada sandi yang masih berdiri di samping nya.
Satriya langsung mencatat nomor ponsel Maura dan mengingat nya di isian luar kepalanya, dia juga menghubungi pilot nya untuk mempersiapkan jet nya.
"Saya tunggu di kantor cabang saja, ada meeting yang harus saya hadiri"
"Apa maksudnya"
"Perjalanan Surabaya-New York memakan waktu sebelas jam dengan jet pribadi, jadi saya kerja saja, dari pada berdiam diri di sini menunggu nya"
"Dia mau pulang sekarang, yang benar saja Ra, beliau masih harus di sana satu bulan lama nya,"
"Pembicaraan serius apa yang akan kalian berdua bahas, Sampai-sampai dia memiliki pulang saat ini juga?"
"Dia itu orang yang tidak akan meninggalkan pekerjaan nya jika belum selesai, dan kamu, bagaimana cara kamu....?"
"Sudah lah, kamu membuat saya tidak bisa bernafas dengan baik satu bulan ini Maura" ucap nya gemas pada Maura yang tidak mengerti apa pun.
Dia berkacak pinggang di sana sambil mengerang frustasi.
"Mana saya tahu, mau ikut saya saja kerja di perusahaan cabang? di sana tidak ada 'singo edan', "
"Gak" kesal sandi sambil terus menggerutu
"Sejak lama saya menyukai mu, tapi sayap sadar diri kalau kamu sudah bersuami, saat saya mendengar kabar perceraian kamu, saya pikir ini waktu yang tepat untuk mendekati kamu setelah masa Iddah mu selesai, tapi ternyata saya terlambat lagi" ungkap nya pada Maura dengan tatapan nanar.
Duh, sandi ini. pikir Maura
"Jangan di pikirkan, saya hanya ingin kamu tahu apa yang saya rasakan"
__ADS_1
Maura mengangguk dia tidak ingin terbebani oleh apa pun, dia yang ingin berpamitan pada Sandi pun urung saat ponsel milik nya berdering, tidak ada id pemanggil tertera di ponsel nya.
Itu artinya nomor yang menghubungkan nya itu nomor asing yang dia tidak tahu siapa, tapi naluri nya mengatakan kalau dia harus mengangkat panggilan tersebut.
"Hallo"
"Saya sudah ada di bandara mau bertemu di mana?"
Ah, dia ternyata, suara lembut dari orang yang dia rindukan selama ini, tapi dia tidak bisa melihat wajah nya.
"Terserah bapak, mau di mana" jawab nya tak kalah lembut.
"Di kafe langganan saya saja bagaimana, nanti saya akan kirimkan lokasi nya atau kamu mau saya jemput?"
"Tidak usah pak, nanti bapak share saja lokasi nya, saya akan ke sana sepulang dari kantor"
"Baiklah nanti akan saya kabari kamu"
"Iya pak kalau begitu saya izin ke butik sebentar untuk membeli baju dan berangkat ke kantor, nanti mungkin saya harus lembur untuk menggantikan waktu saya yang terbuang karena saya datang kesini"
"Tidak perlu lembur, pulang lah seperti bisa nya, atau saya akan menghukum calon suami mu" ancam Satriya sambil mengeratkan gigi nya.
"Baik kalau begitu"
"Pergi lah ke butik di sebelah kantor, ambil baju yang kamu mau, suruh mereka memasukkan tagihan ke rekening saya"
"Baik pak, terima kasih" ucap nya dengan senyum mengembang penuh di wajah nya.
"Aku mau ke butik dulu San, tidak mungkin kan kekantor dengan memakai pakaian seperti ini, yang ada aku di bilang mau goda in Arka, lagi pula aku di suruh pak Satriya untuk berbelanja" pamit nya.
"Astaga Ra"
"Kenapa?"
"Sudah pergi sana, atau mau ku antar? aku juga bisa membeli apa yang kamu inginkan"
Maura pergi dari sana menuju butik yang di tunjuk oleh Satriya, dia ingin berbelanja baju yang sudah cukup lama idaman kan, dan kini dia bisa membeli nya tanpa mengeluarkan uang nya.
__ADS_1