Tersesat Dalam Fantasi

Tersesat Dalam Fantasi
Memang Beda


__ADS_3

Suasana yang awalnya dingin. Karena malam semakin larut. Namun, Tidak untuk di dalam ruangan kerja Alex. Pria itu tengah semangat-semangatnya memacu gerak tubuhnya. Turun naik dan maju mundur. Karena ia mulai merasakan hal yang sebelumnya tak pernah ia rasakan pada wanita manapun.


Monica hanya bisa melenguh, Dan mengeluarkan suara-suara manjanya. Yang mana semakin membuat Alex menggila saja. Sementara, Lukisan di tubuh Monica sudah tak terhitung lagi jumlahnya.


Nyatanya Alex malah kalab sendiri. Hingga begitu penuh peluh dan keringat yang membasahi tubuh keduanya. Suhu ruangan di dalam sana. Sudah menjadi gerah, Bahkan, AC pun tak berguna lagi untuk saat ini.


Monica menggigit bibir bawahnya, Agar suaranya tak kembali keluar dengan nakal. Sehingga pria yang ada di atas tubuhnya itu, Tidak semakin menjadi saja semangat nya. Tubuh Monica rasanya sudah remuk redam, Akan ulah Alex. Yang mana tak mau berhenti sejak tadi.


Dan anehnya Jalu nya sejak tadi tetap berdiri, Meskipun sudah menyemburkan laharnya. Bahkan, Rahim Monica sudah hangat akan semburan cairan kental nan lengket tersebut.


"Akh... Hentikan!. Aku lelah!. " Ujar Monica Yang memang merasakan miliknya sudah sangat perih dan nyeri.


"Tidak bisa begitu!. Aku belum puas. " Jawab Alex dengan seringai liciknya.

__ADS_1


Alex pun membalikkan tubuh istrinya. Dan kini ia malah memulainya dari arab belakang. Hingga, Tusukan Jalu malah membuat Monica semakin sesak saja. Wanita itu tak habis pikir, Terbuat dari apa tenaga Alex ini. Sehingga ia tak merasakan lelah barang sedikit saja.


Plak! Plak!


Alex menampar gemas bokong bulat istrinya. Yang sangat menggairahkan baginya. Hingga Monica hanya mampu menggigit badan sofa . Dan tangannya pun ikut mencengkram kuat ujung sofa nya. Saat ia merasakan akan luruh kembali dari dalam tubuhnya.


"Kau tak akan bisa lari, Malam ini." Guman Alex, Yang sangat menikmati nya dengan rasa yang sangat puas.


Apalagi, Ketika Alex melihat sisa bercak darah keperawanan istrinya. Yang masih menempel sedikit pada pangkal Jalunya. Membuat Alex merasa dirinya adalah pria yang paling beruntung. Karena, Ia bisa menikmati gadis yang masih suci. Setelah banyaknya wanita yang tidur dengan nya selama ini.


Tubuh Monica sudah sangat lemas. Bahkan, Miliknya terasa sangat bengkak. Akan ulah Alex malam ini. Pria itu benar-benar tidak punya perasaan lagi. Dan tak tahu diri, Saking menikmati nya. Ia malah lupa, Jika Monica masih perawan. Dan ini pertama kalinya ia melakukan nya. Tapi, Alex malah menggempur nya tak kunjung usai.


"Akhh... Akh, Alex. "

__ADS_1


Desah Monica sambil menjerit kan nama Alex. Saat kini, Alex malah menyapu miliknya dengan benda tak bertulang. Yang telah ia julurkan kedalam sana. Hingga, Tubuh Monica bergetar hebat. Merasakan sensasi geli dan juga nikmat secara bersamaan.


Semakin Monica menjerit, Semakin semangat Alex melakukan nya. Hingga suaranya bagaikan sedang menyeruput kuah sup saja. Seolah Alex tidak jijik sedikitpun. Pria cassanova itu memang beda, Karena ia sudah berpengalaman untuk membuat lawannya ikutan puas.


Alex menarik tubuh Monica. Dan menyuruhnya untuk duduk di atas pangkuannya. Nafas keduanya sama-sama memburu. Dengan keringat yang sudah membasahi tubuh keduanya.


"Tolong, Biarkan aku istirahat dulu!." Lirih Monica pelan, Yang benar-benar sudah sangat kelelahan.


Alex hanya mengulas senyumnya saja. Entah apa arti dari senyum itu. Yang jelas Monica tak perduli. Saat ini dirinya hanya butuh istirahat saja. Tak menunggu lama, Dengkuran halus malah sudah terdengar dari mulut mungil Monica. Hingga Alex terkekeh pelan.


"Dasar payah, Aku baru saja menggempur nya beberapa kali. Tapi, Dia sudah pingsan begini. " Guman Alex dengan tidak tahu dirinya.


Namun, Pria itu malah langsung mengangkat tubuh Monica. Dan ia bawa keluar dari ruangan kerja nya. Bahkan, Pria itu dengan santai nya keluar dengan masih polos tanpa sehelai benang pun. Beruntung, Hanya mereka berdua yang tinggal di dalam Apartemen mewah itu. Jadi, Tak akan malu pada siapapun juga.

__ADS_1


Rupanya, Alex membawa tubuh Monica pindah ke kamar nya. Dan merebahkan dengan sangat hati-hati. Seolah takut jika tidur istrinya terganggu.


"Rasa perawan, Memang beda. " Alex tersenyum penuh arti, Sambil menarik selimut dan menutup tubuh Monica. Sementara dia, Langsung melangkah menuju kamar mandi sana.


__ADS_2