Tersesat Dalam Fantasi

Tersesat Dalam Fantasi
Penjelasan Jeny


__ADS_3

Tawa Monica pecah, Begitu pula dengan Jeny. Ketika mereka melihat beberapa foto masa kecil Alex dulu. Karena saat ini mereka tengah berada di dalam ruangan. Yang menyimpan khusus banyak kenangan masa kecil, Kedua anak Jeny dan juga Satria.


"Mom, Apa ini benar-benar foto mas Alex?. " Tanya Monica sekali lagi, Sembari memegangi perutnya. Yang sedikit terasa kram. Karena kebanyakan tertawa bersama Mommy mertuanya itu.


"Itu belum seberapa, Coba lihat yang ini!, " Jeny malah dengan sengaja nya memperlihatkan foto Alex. Ketika ia masih berusia sekitar lima tahunan.


Suara tawa Monica semakin pecah. Saat ia melihat dengan jelas, Jika Alex pernah memiliki rambut yang ikal, Dan juga botak sebelah.


"Kau tahu, Sayang?. Kenapa dia bisa memiliki rambut seperti itu?. " Monica pun langsung menggeleng kan Kepala nya cepat. Dengan wajah yang nampak ingin tahu.


"Karena Alex, Pernah kalah main catur dengan para sepupu nya. Sehingga ia harus rela menerima konsekuensi nya. Sayang, " Ujar Jeny menjelaskan pada menantunya.


"Wah, Sepertinya mas Alex mempunyai sepupu yang unik, Ya Mom?. "

__ADS_1


Jeny terkekeh pelan. Dan mendekat kearah menantunya. Dimana, Monica masih berdiri di depan sebuah figuran kecil di depan lemari besar tersebut. Sepertinya, Jeny memang suka sekali membuka semua aib putranya, Di depan menantunya ini.


"Mereka bukan cuma unik, Tapi kadang juga menakutkan. Sayang. " Bisik Jeny sambil terus terkekeh.


"Benarkah, Mom?. "


Jeny menganggukkan kepala nya, Dan sambil membuka lemari kaca yang ada di sebelah kirinya. Mengambil salah satu foto disana. Yang memperlihatkan beberapa anak kecil sedang tertawa di dalam foto tersebut. Dan masih nampak begitu mengemaskan sekali. Karena usia mereka saat itu masih sekitar 10 tahunan.


Monica pun ikut menatap foto tersebut. Dimana ia mulai mengingat sesuatu. Saat ia melihat wajah seseorang dalam foto lama itu.


Jeny pun tersenyum manis. Lalu menyentuh bahu Monica. Dimana, Monica malah terlihat cantik saat ia tengah hamil seperti ini. Wajahnya memancarkan aura yang begitu mempesona.


"Apa kamu ingat sesuatu, Sayang?. " Tanya Jeny dengan suara pelan nya.

__ADS_1


Monica sontak menatap dalam mata indah Mommy mertuanya. Dan inilah yang sebenarnya ingin Jeny perlihatkan pada menantunya itu. Dengan harapan jika putra dan menantunya akan semakin erat hubungannya. Jika mereka sama-sama mengetahui, cerita mereka terdahulu.


Monica menganggukkan kepala nya yakin. Jika ia sudah mengingat siapa Alex sebenarnya. Dan bagaimana ia mengenal pria itu dulu. "Jadi, Mas Alex adalah... "


"Ya, Sayang. Kalian pernah bertemu bukan?. Saat usia kamu masih sangat kecil. Dan kamu juga belum bisa mengingat dia. Tapi... "


"Tunggu sebentar, Mom!. " Potong Monica yang langsung membuka liontin yang terpasang di kalungnya. Dan bahkan, Kalung itu tak pernah lepas dari lehernya. Meskipun, Dulu Mirna sempat ingin meminta benda itu. Tapi, Entah kenapa Monica selalu saja ingin menyembunyikan nya. Agar kakaknya tidak bertanya lagi, Dan menganggap benda itu benar-benar telah hilang.


Senyum Jeny semakin lebar. Saat ia baru sadar, Jika Foto Alex usia 10 tahun. Ada di dalam liontin kalung Monica. Dan itu adalah Jeny sendiri yang menyimpan nya. Serta memberikan kalung itu pada Monica.


"Kamu rupanya masih menyimpan kalung ini, Sayang. " Jeny menatap wajah Monica dengan tatapan bahagia nya.


"Maksud, Mommy?. "

__ADS_1


"Sayang, Kalung ini Mommy yang berikan langsung padamu, Di saat pertama kalinya kita bertemu dulu"


Deg!!!


__ADS_2