Tersesat Dalam Fantasi

Tersesat Dalam Fantasi
Ayah dan Ibu


__ADS_3

Sejak hari dimana Alex dan Monica kedatangan Zein. Kini rumah tangga Alex dan Monica pun semakin hari semakin mesra. Tentunya selalu harmonis dan penuh keuwuan yang tak mengenal tempat. Sehingga wajar saja, Jika semua orang yang melihat nya akan merasa iri. Akan tingkah mesra kedua nya.


Beberapa bulan pun di lalui dengan kebahagiaan, Bahkan orang tua Alex kini ikut merasa lega. Sebab putranya, yang dulunya penuh dengan tingkah bejatnya. Kini, Alex benar-benar telah meninggalkan kebiasaan buruknya itu. Dan ia juga telah menambatkan hatinya pada wanita pilihan orang tuanya. Dimana ia memang sempat menyukai Monica sejak usianya masih kecil dulu.


Sungguh bukan hal mudah untuk tiba sampai di titik ini bagi Monica. Ia harus menelan pil pahit yang penuh dengan kesabaran terlebih dahulu. Untuk tetap ada di sisi suami nya yang penuh drama kebejatan nya itu. Sehingga, Buah kesabaran nya saat ini benar-benar terbayar lunas.


Usia kandungan Monica juga saat ini sudah masuk sembilan bulan. Mereka juga masih merahasiakan jenis kelamin bayi nya. Monica dan Alex sepakat, Jika nanti anaknya akan jadi kejutan saat lahiran kelak. Mau perempuan atau laki-laki. Alex dan Monica tak akan mempermasalahkan nya sama sekali. Yang ada di dalam pikiran dan perasaan mereka, Hanya kesehatan dan keselamatan untuk kedua nya.


"Sayang, Kemarilah!, Alex menepuk kedua pahanya. Saat ia melihat istrinya sedang berdiri di depan pintu ruangan kerjanya.

__ADS_1


Ya, Alex sekarang lebih sering kerja di rumah saja. Dan yang jelas ia membuat repot sekretaris nya sendiri. Yang mana sekarang sekretaris Alex adalah seorang pria. Hal itu jelas atas kehendak Alex sendiri. Yang mana pria tersebut tak ingin membuat istrinya salah paham akan dirinya lagi.


Monica mendekat, Untuk menghampiri suaminya. "Tubuhku sekarang berat, Mas. " Jawabnya dengan mengulum senyum nya.


"Kau lupa?. Jika suamimu ini sangatlah kuat?. " Alex mulai membanggakan dirinya sendiri.


"Jelas saja aku tidak lupa. Bahkan, Dia pun sampai tak pernah puas saat sedang menikmati tubuh istrinya sendiri. " Sindir Monica sambil mengerucut kan bibir nya. Hal itu justru membuat Monica semakin terlihat imut saja.


Tangan Alex mulai terulur untuk mengusap perut buncit istrinya. Dimana, Waktu lahiran nya tinggal menghitung hari lagi. Dan kalau pun tak meleset, Monica akan lahiran lusa. Namun, Semua itu tergantung bayinya juga. Karena sejak tadi pagi, Monica sudah mulai merasakan kontraksi palsu nya. Hanya saja, Monica tidak terlalu memikirkan nya. Sebab, Ia adalah wanita yang kuat dan tak menyerah.

__ADS_1


"Jangan buat susah ibu mu, Sayang!. Kalau mau lahir, lahir saja!. Ayah akan selalu ada disisi kalian. " Ucap Alex dengan senyum dibibirnya.


"Memangnya mau di panggil Ayah?. " Timpal Monica bertanya pada suaminya.


"Kenapa memang nya?. Biarkan saja!. Anak-anak kita memanggil orang tuanya dengan panggilan Ayah dan Ibu!, " Alex sama sekali tak keberatan dengan panggilan tersebut. Meskipun, hampir seluruh keluarga besarnya. Selalu Daddy dan Mommy.


Cup!


Monica mengecup bibir suaminya langsung, Dengan senyum dibibirnya. "I love you. " Ungkapnya tanpa ragu lagi.

__ADS_1


"Oh, I love you more, Sayang. " Balas Alex dan ikut mengecup bibir istrinya juga.


__ADS_2