
Sore harinya saat Alex pulang, Keadaan Apartemen nya sedikit sepi. Namun, Semua barang-barang sudah tertata dengan rapi. Hanya saja semua nya di rubah posisinya tidak seperti biasanya. Alex langsung masuk dan mengedarkan pandangan nya.
"Apa yang dia lakukan, Pada barang-barang di Apartemen ku?. " Seru Alex sambil mengeraskan rahangnya.
Ia tidak suka orang lain menyentuh barangnya sembarangan. Dan mengubah aturan di tempatnya tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Pria itu melonggarkan dasinya. Dan langsung mencari istrinya, Karena Alex yakin semua ini yang melakukan adalah Monica.
"Mon... Mon... " Teriak Alex dengan rasa geram nya.
Alex melangkah menuju dapur. Namun, Istrinya tak ada disana. Dan membuka ruangan olahraga pun tak ada. Dan setelah itu langsung mengarah pada kamarnya.
Langkahnya begitu lebar, Untuk segera melampiaskan amarahnya. Dan menyuruh Monica untuk menata ulang kembali semua barang-barang di tempat semula.
Ceklek...
"Enak saja dia mau mengatur nya sendiri. Dia pikir dia siapa?. " Gerutu Alex dengan rahang yang mengeras. Dan terus melangkah masuk kedalam kamar.
"Dimana dia?. " Guman Alex sambil mengedarkan pandangannya. Mencari Monica sambil melemparkan jasnya asal di atas sofa sana.
Samar-samar ia mendengar suara musik pelan dari kamar mandi sana. Hingga seringai liciknya terbit, Tanpa banyak bicara lagi. Alex langsung mendorong pelan pintu kamar mandinya. Dan kebetulan juga tidak di kunci dari dalam.
__ADS_1
"Apa dia sengaja ceroboh begini?. " Guman Alex dengan sudut bibir terangkat membentuk senyum liciknya.
Benar saja, Ternyata Monica sedang berendam di dalam bathtub. Sambil mendengarkan musik yang ia letakan di pinggiran bathtubnya. Sementara itu, Ia malah memejamkan matanya. Menikmati sensasi aroma therapy yang ia campurkan dengan sabun cairnya.
Wangi aroma mawar, Menyeruak masuk kedalam indera penciuman Alex. Seketika nalurinya sebagai seorang pria brengsek hadir juga. Matanya terus fokus pada bagian dada Monica. Meskipun, Tertutup dengan busa sabun cair. Namun, Mata elang Alex bisa menembus bagian yang membuatnya berhasrat.
Ia mulai menanggalkan celana panjangnya. Dan membuka kancing kemejany dengan sedikit buru-buru. Lalu dengan konyolnya ia malah ikut masuk kedalam bathtub tersebut. Pergerakan air di dalam nya, Membuat Monica membuka matanya. Dan langsung menutup bagian dadany, Saat tahu Alex sudah berada di hadapan nya dengan tubuh yang hampir sepenuhnya polos.
"Sedang apa disini?." Seru Monica dengan mata melotot seolah tak percaya. Jika Alex bisa melakukan hal demikian ini.
Alex hanya menarik sudut bibir nya. Lalu terus memperhatikan lekuk tubuh istrinya. Dengan tatapan mulai nakalnya. Lalu ia malah semakin mendekat kan dirinya, Hingga nyaris tanpa jarak dengan tubuh Monica yang telah polos itu.
"Mau apa?. " Sentak Monica yang malah gugup sendiri, Dengan sikap Alex saat ini.
"Jangan banyak protes!." Jawab Alex yang langsung menindih tubuh Monica. Hingga gadis itu berusaha berontak. Dan ingin melepaskan diri dari kungkungan tubuh kekar Alex.
Tapi, Nyatanya ia pun kalah tenaga dengan suaminya. Apalagi ketika kedua tangannya sudah di kunci oleh Alex. Dan di letak kan di atas kepalanya. Sehingga Monica hanya bisa bernafas turun naik. Dengan degupan jantung yang sudah tak beraturan lagi.
Salah satu tangan Alex mulai menjalar liar, Menyentuh bagian dada Monica. Dan bergerak nakal, Dengan memijat pelan buah sintal. Yang bulat dan padat itu karena sejak semalam ia sudah ingin menyentuhnya. Dengan rasa penasaran yang tinggi.
__ADS_1
"Lepaskan!. Anda tidak... "
"Hsssstttt....!. " Alex menatap Monica dengan tatapan penuh minat nya. Sambil menggeleng kan kepalanya pelan. "Kau akan berdosa jika menolak keinginan suamimu. Lagian, Aku juga belum mendapatkan gak ku sejak kemarin. " Ungkapnya dengan tatapan nakalnya.
"Dan satu lagi yang harus kamu tahu!. Jika salah satu tujuan menikah, Untuk ini juga bukan?. " Ucap Alex sambul menenggelamkan salah satu jarinya di bawah sana.
Monica memejamkan matanya. Dan menahan suaranya, Saat ia merasaka satu jari Alex sudah menembus bibir si mekdi miliknya.Sebisa mungkin ia tidak bersuara, Namun karena gerakan jari Alex semakin menggila. Monica tak bisa mengontrol suara nya lagi hingga.
"Aah... "
Satu ******* lolos begitu saja. Membuat Alex semakin tersenyum licik. Dan terus menyentuh titik sensitif milik istrinya.
"Shittt... Kenapa begitu sempit begini. " Umpat Alex, Saat di rasa jarinya pun sempat susah untuk masuk. "Apa benar di zaman sekarang, Masih ada gadis yang perawan?. "
Alex terus berguman sendiri di dalam hatinya. Sambil berpikir keras. Ia tidak mau pernikahan bertahan lama. Namun, Ia juga tidak bisa membiarkan Jalu nya di tuntaskan oleh sabun kembali. Hingga pria itu mulai di lema sendiri.
Monica merasakan gerakan jari suaminya. Mulai perlahan tak beegerak liar lagi, Dan hal itu membuat Monica langsung beranjak dari bathtub nya. Untuk melarikan diri dari kungkungan tubuh kekar Alex.
"Dasar payah. " Maki Monica saat ia lari menuju arah shower sana.
__ADS_1