Tersesat Dalam Fantasi

Tersesat Dalam Fantasi
Pengakuan


__ADS_3

Brak!


Sungguh Monica sudah tak tahan lagi. Sekeras dan sekuat tenaga sejak tadi, Ia menahan dirinya. Namun, Saat dirinya disamakan dengan wanita penghibur. Sungguh Monica tidak terima lagi.


"Kenapa?. Kamu tersinggung ya?. Sampe marah begitu. "


"Haaha... Kalau bukan per*ek.Lalu apa julukan yang pas, Buat wanita yang hamil di luar nikah?. Apa?" Sentak karyawan wanita itu. Dengan nada sinis nya. Hingga suasana kantin pun mulai sedikit ricuh. Karena Monica juga tak mau kalah dengan mereka.


"Aku bukan wanita seperti itu, Anak ini bukan anak haram. Dan saya tidak seburuk seperti yang kalian pikirkan. " Sahut Monica dengan tegas.


Malah ia di tertawakan oleh para wanita itu. Seolah mereka memang sedang meremehkan Monica. Dan tidak percaya akan penjelasan Monica barusan.


"Sok suci lagi. Kamu itu cuma wanita pelampiasan tuan Alex saja. Jadi Jangan mimpi buat jadi nyonya besar, Ataupun di nikahi. Karena, Kami tahu selama ini tuan Alex selalu begitu dengan sekretaris nya. "


"Iya, Betul tuh. "


"Udahlah, Pake ngelak lagi. Padahal murahan. "

__ADS_1


"Kalian semua yang merendahkan saya. Akan saya pastikan, Hari ini juga pasti akan di pecat. " Bentak Monica dengan tatapan tajamnya. Ia langsung berubah mode garangnya. Padahal, Tadi ia masih saja kalem dan masih bisa menahan dirinya. Namun, Semakin kesini ia semakin geram saja. Sehingga tak bisa mengontrol emosinya lagi.


"Hahaa... sok ngancem lagi. Emang kamu siapa?. Bisa main pecat kami begitu saja?. Sekali per*k tetap per*ek."


"Apa kamu bilang?. "


Tuan... " Semua karyawan yang tadinya menatap sinis kepada Monica. Kini, Langsung mengalihkan pandangannya pada Alex. Yang baru saja datang dan langsung menghampiri Monica.


"Mas, Aku gak mau lihat muka mereka lagi di perusahaan ini!. Kamu harus pecat mereka semuanya!. " Rengek Monica yang begitu terdengar manjanya. Saat Alex menghampiri dirinya.


Kini, Semua karyawan yang tadinya begitu meremehkan nya. Langsung menatap tak percaya, Akan sikap asli Monica saat ini. Apalagi, Monica berani bergelayut mesra di lengan kekar Alex.


"STOP!. " Bentak Alex dengan tatapan tajamnya. Memotong ucapan salah satu karyawan nya itu. Ketika lagi-lagi istrinya di anggap wanita murahan olehnya.


"Hari ini juga kalian saya pecat!. "


"Tuan, Apa salah saya?. Saya hanya bicara apa adanya. Jika dia tidak murahan, Lalu kenapa dia bisa hamil di luar nikah?. Atau jangan-jangan anak itu juga bukan anak tuan sendiri. Dan... "

__ADS_1


"ERIKA... " Lagi-lagi Alex meninggi kan suaranya. "Keluar dari perusahaan ku sekarang juga. Dan bagian HRD akan mengurus pesangon kamu!. "


"Tap... tapi, Tuan sa.. saya... "


"Saya juga tidak mau melihat muka kamu lagi di perusahaan saya!. Jadi, Jangan harap saya akan iba. " Ucap Lagi lagi dengan tegas.


Alex pun langsung membawa istrinya, Untuk segera pergi dari kantin sana. Dan membuat semua karyawan yang ikut terlibat perdebatan dengan Monica tadi, Ikut ketar-ketir sendiri. Apalagi, Erika yang biang gosip pun langsung di pecah begitu saja.


"Aa... Iya satu lagi. " Alex yang sudah berada di ambang pintu kantin. Kembali menghentikan langkah kakinya. Lalu menatap kembali satu persatu wajah karyawan nya tersebut. Sehingga, Ia sampai membalikan badannya.


"Kalian memang harus tahu semuanya. Wanita yang bernama Monica ini adalah istri sah saya. "


"Hah?. "


"Istri...?" Ulang mereka semua saling tatap satu sama lainnya.


"Iya, Dia adalah istri saya. Wanita yang saya nikahi lima bulan lalu. "

__ADS_1


Deg!


__ADS_2