
Alex mengacak-acak rambutnya sendiri. Saat ia sudah berada di dalam ruangan kerjanya. Pria itu tidak tahu apa yang ia lakukan barusan. Seharusnya, Ia bisa lega dan juga senang. Saat Monica meminta cerai padanya. Namun, Pria itu pun malah tak habis pikir sendiri. Ia malah emosi dan merasa sakit. Ketika, Monica menyuruh nya untuk membubuhkan tanda tangan nya. Di atas surat gugutan perceraiannya tadi.
"Hais.... sial. "
Brak!
Alex memukul meja kerjanya. Merasa frustasi dengan sikapnya sendiri. Tapi, Pria itu kembali mengingat kata-kata wanita. Yang tadi sempat datang ke kantornya.
”Apa benar, Semua ia katakan tadi?. " Pria itu mulai berpikir. Dan entah kenapa?. Jika apa yang di katakan wanita malah semakin membuat nya gusar.
”Shittt,,, " Umpat Alex dengan rasa kesalnya. Hingga dering ponsel nya, Membuat pria itu langsung menatap layar ponsel nya.
Dahi Alex mengkerut. Saat ia melihat nama Daddy nya. Mulai memenuhi layar ponsel nya tersebut. ”Daddy... " Guman Alex. Mulai menghela nafasnya kasar.
Pria itu tidak akan bisa berkutik. Jika sudah berurusan dengan kedua orang tuanya. Sebejat dan sekonyol apapun kelakuan nya. Ia tetap bisa menghormati kedua orang tuanya sendiri. Hanya saja, Alex suka ceplas ceplos. Yang membuat para tetua darah tinggi. Termasuk Opanya sendiri.
__ADS_1
"Halo, Dad. Ada apa?. " Tanya Alex begitu ia sudah menggeser tombol hijau di layar ponsel nya itu.
Saat Alex sedang bicara lewat sambungan telepon. Dengan Daddy nya, Yang saat ini telah kembali ke Negaranya sendiri. Bersama istri dan putri bungsunya tentunya.
Sementara di ruang tamu, Monica baru saja membaca pesan dari seseorang. Yang membuat nya tersenyum. Lalu, Monica menatap kearah pintu ruangan kerja suaminya.
”Semoga ini keputusan yang tepat. " Lirih Monica dengan helaan nafas sedikit beratnya.
Wanita itu, Telah membuat rencana besar. Yang sudah mendapatkan persetujuan dari kedua orang tua suaminya. Dan mulai saat ini, Monica tidak akan pernah mau di manfaatkan lagi. Hanya karena ia merasa berhutang budi.
Monica bangkit dari sofanya. Dan kembali masuk kearah dapur lagi. Untuk menyelesaikan masakan nya yang belum selesai tadi. Karena Mulai detik ini, Ia akan ikut memainkan peran nya juga. Berusaha semaksimal mungkin. Agar hidupnya jauh lebih baik lagi. Tanpa bayangan dari keluarga nya yang telah membuatnya kecewa. Dan merasa di bodohi.
"Hai, Mir... Lagi mikirin apaan?. Kok wajahnya bahagia banget?. " Tanya seorang wanita, Yang saat ini langsung duduk di samping sosok wanita cantik. Yang berpakaian serba minim itu.
Dia adalah Mirna. Kakak dari Monica, Yang ternyata memiliki niat terselubung. Setelah ia melihat suami adiknya itu.
__ADS_1
Padahal, Awalnya ia sendiri yang telah menolak keras. Untuk di jodoh kan dengan Alex. Lantaran ia telah memiliki seorang kekasih. Namun, Setelah melihat Alex. Saat ia berkunjung ke Apartemen adiknya waktu itu. Mirna malah terpesona akan kegagahan pria tersebut. Apalagi, Ketika ia tahu, Jika Alex adalah pria yang tajir dan kaya raya. Hal itu, Justru membuat nya semakin terobsesi. Pada suami adiknya sendiri.
Mirna melemparkan sebuah foto. Pada teman nya itu. Dimana saat ini mereka tengah duduk di cafe favorit mereka. Tempat dimana ia dan teman -teman nya biasa nongkrong.
”Gue akan coba untuk deketin dia. " Ucap Mirna dengan senyum penuh arti nya.
"Loe serius, Mir?." Teman nya langsung menatap Mirna dengan tatapan terkejut nya. Karena, Siapa yang tidak kenal dengan Alex.
Seorang CEO perusahaan ternama. Dan juga sepak terjang nya, Sudah terkenal dimana-mana. Bahkan, Sampai ia sering gonta gonti pasangan pun. Sudah menjadi buah bibir orang-orang.
"Loe tahu kan, Mir?. Kalau pria ini gak pernah mau berkomitmen. Dan lebih parahnya lagi, Semua cewek yang deket sama dia, Itu hanya wanita yang ia anggap sebagai pemuas nafsunya saja. "
"Gue gak perduli, Asalkan bisa tidur dengannya. Gue akan pastikan, Jika selamanya dia akan jadi milik gue. " Senyum Mirna begitu penuh kelicikan nya.
"Jangan gila loe, Mir!. Terus si Ilham, Mau loe apain?. Bukannya loe udah cinta mati sama dia?. Sampe loe tega rebut dia dari... "
__ADS_1
"Bisa gak sih?. Gak usah bahas masa lalu lagi!. Lagian gue sama Ilham udah putus. " Potong Mirna dengan tegasnya.
"Apa?. "