Tersesat Dalam Fantasi

Tersesat Dalam Fantasi
Suami Sableng


__ADS_3

Monica malah nampak bingung saat mobil Alex malah menuju arah lain. Bukan kearah Apartemen mereka sendiri. Hingga, Bumil itu langsung melirik suaminya. Yang saat ini sedang fokus dengan setir mobilnya. Bahkan, Seolah tak tahu, Jika Monica sedang menatap kearahnya.


"Jangan protes! Duduk saja yang anteng!. " Seru Alex tanpa menoleh pada istrinya.


Rupanya pria itu masih saja sadar, Jika Monica sedang meminta penjelasan padanya. Jika saat ini mereka malah melewati jalan yang nampak asing baginya. Bahkan, Saat masuk ke wilayah ini. Mata Monica sudah di suguhkan oleh bangunan mewah dan juga dengan bentuk desain yang modern.


Bumil itu seakan tengah berada di sebuah kawasan elit. Yang merupakan dunianya para orang kaya. Dan para Sultan di kota ini. Monica terus saja memperhatikan sekitarnya. Sampai mereka tiba di sebuah gapura besar. Dengan dijaga oleh pihak keamanan setempat.


Tin... tiinnn....!


Alex membunyikan klakson mobilnya. Ketika mereka mulai melewati para pihak keamanan yang ada di pos. Tepat di depan gapura besar tersebut. Sehingga, Pintu gapuranya mulai terbuka.


"Kita mau kemana?. Bukannya tadi katanya mau pulang. " Tanya Monica yang tak mau diam sejak pertama kalinya, Memasuki wilayah ini.


Alex hanya melirik sekilas. Lalu ia kembali fokus lagi dengan setir mobilnya. Sehingga mampu membuat Monica mulai kesal saja. Lantaran Alex malah tak menjawab nya. Ataupun sekedar untuk memberitahu nya, Tentang tujuannya ke wilayah ini sekarang.

__ADS_1


Pug!


"Kau... " Alex melotot tajam. Saat tiba-tiba Monica malah memukul lengan tangannya dengan sekuat tenaganya.


Hingga lengan Alex terasa kebas akan ulah istrinya ini. Tapi, yang memukul malah terlihat santai. Seolah tak pernah terjadi apapun saat ini. Monica sudah lebih pandai berakting sekarang. Bahkan, Sejak hamil ada saja tingkah jahilnya itu.


"Salah sendiri tidak mau jawab. " Lirih Monica dengan suara pelan nya. Namun, Masih bisa di dengar oleh Alex.


Meskipun demikian, Alex tak ingin kembali berdebat dengan bumil. Yang baginya semakin garang saja, Alex hanya takut Jalunya tidak bisa masuk sarangnya lagi. Jika ia selalu membuat mood bumil memburuk. Padahal, Pria itu mana tahan kalau tidak nganu setiap malamnya.


"Kita sudah sampai. Ayo turun!" Seru Alex saat mobil mewahnya telah terparkir rapi, Di depan halaman rumah mewah satu lantai. Dengan cat warna putih, Sebuah bangunan yang jauh lebih mewah dari mension utama. Tempat tinggal orang tuanya Alex selama ini.


"Ini rumah siapa?. Dan kenapa kita kesini?. " Lagi-lagi Monica bertanya dengan rasa penasaran nya.


"Kamu penasaran?. Pengen tahu aja?. Atau pengen tahu banget?" Dasar Alex sialan, Di tanya baik-baik dengan serius. Ia malah menggoda istrinya.

__ADS_1


"Wah, Padahal aku tadi ingin mengajak suamiku enjot-enjotan di atas ranjang. Tapi... "


"Ini mension kita, Honey. " Potong Alex cepat. Tanpa sadar malah menyematkan kata Honey di akhir kalimat nya.


Deg!


Monica malah sampai terkejut, Saat suaminya melontar kan kata asing itu. Yang selama ini sama sekali tak pernah ia dengar sebelumnya. Namun, bukannya senang Monica malah menatap suaminya tajam. Bumil itu langsung turun dari mobilnya. Dan menginjak kaki Alex dengan kesal.


"Shittt... " Umpat Alex sambil meringis kesakitan. Saat kakinya di injak menggunakan hills 7 sentimeter milik istrinya itu. Bahkan, Yang menginjak pun tak kira-kira lagi.


"Jangan panggil aku dengan kata itu lagi!. Menjijikkan. " Maki Monica dengan penuh penekanan nya.


"Hei, Bukannya bersyukur di panggil dengan panggilan mesra begitu. Malah protes lagi. " Jawab Alex sambil berusaha menahan kakinya. Yang tadi di injak oleh istrinya itu. Dan rupanya, Alex masih sadar saat ia bilang kata Honey tadi.


"Ganti panggilan nya dengan panggilan yang lain!. Sudah berapa wanita kau panggil begitu?. Haiss... Mendengar nya saja aku geli. " Sentak Monica lagi makin kesal saja.

__ADS_1


"Mon... Mon... Dasar banyak tingkah." Teriak Alex karena Monica malah masuk lebih dulu ke dalam mension. Tanpa ingin menunggu nya lagi. Hingga para pelayan disana, Hanya bisa mengulum senyumnya saja. Saat melihat majikannya yang sedikit tak waras itu, Malah mati kutu di hadapan istrinya.


"Untung kau mon-tok. Kalau tidak sudah kutarik kembali benihku di rahimmu itu" Guman Alex sambil terkekeh kecil. Sadar akan ucapan nya barusan yang konyol itu.


__ADS_2