Tersesat Dalam Fantasi

Tersesat Dalam Fantasi
Sengaja Di Tutupi


__ADS_3

Hari-hari berlalu, Sejak dimana pasangan suami istri yang malah melakukan olahraga rutinnya di dalam ruangan kerja. Di dalam perusahaan Alex sendiri. Bahkan, Sejak hari itu, Alex dan Monica malah semakin menunjukkan sikap yang berbeda. Bahkan, Gosip di dalam perusahaan malah semakin gencar saja.


Apalagi, Alex tak segan-segan melakukan hal konyol saat di depan semua karyawan nya. Hingga para karyawan nya menganggap Monica sama dengan sekretaris nya yang terdahulu. Namun, Monica sama sekali tidak ingin menghiraukan gosip yang beredar di perusahaan suaminya itu. Yang ia pikirkan bagaimana cara, Agar ia bisa selalu memantau suaminya setiap hari.


Karena, Monica tahu jika kakak nya itu tidak akan pernah menyerah. Andai saja ia tahu sejak dulu jika dirinya hanya di manfaatkan oleh kakaknya. Dan juga wanita yang telah ia anggap sebagai ibunya itu. Mungkin, Monica tidak akan pernah ingin mengalah dan juga selalu berusaha, Untuk membantu perekonomian mereka dengan hasil kerja nya selama ini. Bahkan, Monica lulus perguruan tinggi pun. Hasil jerih payah nya sendiri. Bukan dari uang keluarga nya itu.


Hari masih menunjukkan pukul sebelas siang. Namun, Monica sejak tadi nampak begitu pucat. Hingga Alex yang sadar akan istri nya itu. Mulai memperhatikan nya meskipun hanya melirik sesekali saja.


"Kamu sakit?. " Tanya Alex setelah ia menandatangani berkas. Yang tadi sempat di sodorkan oleh Monica padanya.


Monica hanya menggeleng kan kepalanya saja. Sambil mengambil kembali berkas di meja kerja suaminya.


"Istirahat saja kalau lelah!. Lagian salah sendiri, Sudah tahu larut malam, Malah menggodaku. " Seloroh Alex yang malah dengan santainya, Bicara tanpa dosa pada istri nya.

__ADS_1


Sementara Monica hanya memicingkan matanya saja. Karena, Ia juga memang tidak ingin berdebat dengan suaminya. Namun, Baru saja ia ingin beranjak pergi. Untuk kembali ke meja kerjanya. Tiba-tiba tubuhnya limbung. Dan hampir saja jatuh ke lantai. Jika saja, Alex tak cepat tanggal. Untuk meraih tubuh istri nya itu.


"Mon, hei... kamu kenapa?. " Alex malah panik sendiri. Saat istri nya tiba-tiba tak sadarkan diri seperti itu.


"Mon, Bangun Mon!. Hei... " Alex menepuk-nepuk pelan pipi Monica. Tapi, Tetap saja ia tak sadarkan diri. Hingga Alex langsung menggendong nya untuk segera keluar dari ruangan kerja nya dengan perasaan panik dan cemas, Yang menjadi satu.


******


Di dalam ruangan rawat, Sebuah rumah sakit besar di kotanya. Alex sedang menatap dalam wajah pucat Monica. Yang saat ini masih belum sadarkan diri juga. Sejak ia dibawa Alex suaminya kerumah sakit ini.


Bahkan, Dokter yang tadi memeriksa Monica adalah dokter yang pertama kalinya Monica datangi. Alex memegangi punggung tangan istri nya. Sambil ia remas pelan.


"Apa yang harus aku lakukan?. " Lirih Alex dalam hatinya.

__ADS_1


Hingga, Perlahan kelopak mata indah itu terbuka. Alex pun langsung tersenyum. Sebuah senyuman hangat dan tulus. Yang Monica lihat saat ini. Dengan tanpa sadar, Ia pun malah ikut tersenyum.


"Syukurlah,Kau sudah sadar, Mon?. " Ujar Alex sambil masih memegangi erat tangan istrinya.


"Jangan banyak bergerak dulu!. Kata dokter kamu harus istirahat beberapa hari disini!. Sampai keadaan kamu benar-benar pulih!. " Lagi-lagi Alex bicara dengan nada yang lembut. Ada perasaan aneh, Yang tak bisa ia ungkapkan saat ini. Saat tahu istri nya tengah mengandung benihnya.


"Apa dia baik-baik saja!. " Tanya Monica dengan lirih. Ia sadar pastinya Alex sudah tahu, Dengan apa yang terjadi padanya saat ini. Dan Monica juga tak ingin untuk menutupi nya lagi.


Sebab, Cepat atau lambat Alex pasti akan tahu, Meskipun ia berusaha untuk menyembunyikan nya dengan cara apapun.


"Dia baik-baik saja. Tapi kamu harus banyak istirahat dulu!. Sebab dia juga belum cukup kuat. " Jawab Alex sambil menatap perut rata istri nya.


Sungguh, Sikap Alex saat ini jauh berbeda dari sebelumnya. Entah apa yang membuatnya malah bukan seperti dirinya. Bahkan, Monica pun nampak sedikit heran akan sikap Alex saat ini. Namun, Dibalik itu semua. Monica lega. Jika Alex bisa menerima kehadiran janin nya. Yang memang sengaja Monica tutupi saat pertama kalinya ia tahu. Jika dirinya sudah hamil. Bahkan Monica pun tak pernah menolak ajakan suaminya. Untuk melakukan hubungan badan. Meskipun, Ia sadar jika dirinya sebenarnya belum boleh banyak bergerak.

__ADS_1


Yang ada di dalam pikiran Monica selama ini. Hanya ingin membuat Alex nyaman. Dan tidak lagi menoleh wanita lain di luar sana. Jika semua kebutuhan lahir dan batin nya telah terpenuhi dengan baik.


__ADS_2