
Ceklek!
Alex langsung ingin masuk kedalam ruangan kerjanya. Setelah hampir 2 jam. Ia berada di dalam ruangan meeting nya. Bahkan, Pria itu telah menyuruh karyawan nya. Untuk ikut mengantarkan klien nya sampai di parkiran perusahaan.
Meeting pagi ini berjalan lancar. Bahkan, Ia juga sudah sepakat untuk menjalin kerjasama dengan klien barunya tersebut. Alex memang berbeda saat ia dalam mode serius nya. Pria itu jauh lebih terlihat tampan dan juga berwibawa. Jika ia sedang mode serius seperti sekarang ini.
Alex baru saja mendaratkan bokongnya di atas kursi kebesaran nya. Hingga tiba-tiba, Pintu ruangan kerjanya di ketuk dari luar sana.
Tok!
Tok!
Tok!!
”Masuk!. " Seru Alex dari dalam ruangannya. Tanpa ingin tahu ,siapa yang sedang ada di depan ruangan kerjanya saat ini.
Ceklek!
Bahkan, Saat pintu ruangan itu terbuka. Alex masih fokus layar ponselnya. Ia belum sadar, Siapa yang saat ini masuk kedalam ruangan kerjanya itu.
"Selamat pagi, Tuan" Sapa suara seorang wanita. Yang tak asing di telinga Alex. Hingga pria itu langsung mendongak. Dan menatap jelas wajah wanita cantik. Yang berpenampilan sangat anggun. Bahkan, Cantik saat ini.
"Mon... Elu ngapain disini?.” Tanya Alex yang segera beranjak dari tempat duduknya.
__ADS_1
Pria itu langsung menekan remot kontrol. Untuk mengunci pintu ruangannya. Dan kini menatap wajah istrinya, Dengan tatapan sedikit tak percayanya.
" Mas, Aku disini lagi kerja. " Jawab Monica masih dengan gaya santainya. Seolah ia mulai terbiasa untuk menghadapi sikap dan karakter suaminya itu.
"What?. Kerja?. Kerja apaan?. " Alex masih bingung sambil tersenyum meledek. Ia juga belum tahu, Apa niat Monica yang kekeh ingin menjadi sekretaris suaminya sendiri.
”Kamu belum tahu, Mas?. Apa Daddy tidak memberitahu mas kalau... "
Drt!
Drtt!
Drtt!!
"Hallo, Dad. " Alex langsung menggeser tombol hijaunya. Dan menyapa Daddy nya. Pria itu mulai mendengar kan apa yang sedang di katakan Satria padanya.
”What?. " Alex langsung terkejut, Saat ia sudah mendengar penjelasan Daddy nya lewat panggilan telepon nya itu.
Monica melemparkan senyumnya. Saat Alex menatap nya dengan tatapan berbeda. Sepertinya pria itu, Karena panggilan nya mungkin sudah di putuskan oleh Daddy nya. Bahkan, Alex tak diberi kesempatan lagi untuk protes.
"Aku akan bersikap profesional saat di kantor. " Ujar Monica sambil berjalan kearah sofa sana. Membawa paperbag yang sejak tadi ia tenteng di tangan kanannya.
"Kamu kan bisa di rumah saja!. Kenapa harus ikut kerja segala sih?. Bikin repot saja. " Alex ikut menyusul menuju sofa sana.
__ADS_1
"Daddy yang minta. Dan aku tidak bisa menolak nya. " Jawab Monica sama sekali tidak takut. Akan tatapan Alex saat ini.
Wanita itu malah mulai membuka paperbag nya. Dan mengeluarkan kotak bekal sarapan untuk suaminya. Alex pun melirik isi dari kotak bekal tersebut. Karena, Perutnya juga sudah lapar sejak tadi. Ia bahkan, hanya minum air putih saja. Belum terisi dengan makanan sedikitpun.
"Mau nasi goreng seafood?. Atau sandwich mas?. " Tawar Monica sambil melirik kotak bekal di hadapan nya.
Tanpa menjawabnya, Alex malah meraih kotak bekal yang berisi nasi goreng seafood buatan istrinya. Yang sekarang malah sudah menjadi sarapan favorit nya. Padahal, sebelum nya. Alex hanya sarapan menu-menu western saja. Tak pernah mau makan masakan nusantara. Namun, Sejak menikah dengan Monica. Sepertinya lidah Alex sudah mulai melokal.
Monica pun hanya tersenyum. Sambil menyodorkan sendok untuk suaminya. Ia tahu pasti suaminya itu sudah sangat kelaparan sekali. Sebab, Biasanya Alex juga selalu sarapan sebelum berangkat ke kantor. Namun, Entah kenapa?. Pagi ini Monica sangat malas sekali bangun pagi. Bahkan, Perasaan malasnya itu sudah ia rasakan sejak satu minggu terakhir ini.
Ketika Alex sudah mulai menikmati sarapannya. Dan tak cerocos kesal untuk sementara waktu. Monica mulai mengecek jadwal suaminya hari ini. Wanita itu membuka tabletnya. Yang mana ia dapat kan dari sang manajer perusahaan tadi. Sebab, Selama ini pria itu pusing sendiri. Ia harus ikut mengatur jadwal atasanya untuk sementara waktu. Sejak sekretaris Alex di pecat oleh Daddy Satria.
"Ada berkas yang harus segera di tanda tangani secepatnya. " Ujar Monica bicara sambil menatap suaminya.
"Haisss... Sarapan ku juga belum habis. " Jawab Alex masih fokus dengan makanan nya.
Monica pun menarik kotak bekal sarapan dari tangan Alex. Lalu, Ia berdiri dari sofanya.
"Mon-Mon, Aku belum selesai sarapan. Kenapa main ambil saja?. " Kesal Alex karena ia masih ingin melanjutkan sarapan nya. Yang sudah sangat terlewat itu.
"Periksa dulu berkasnya!. Biar aku yang bantu suapin Mas, Untuk lanjut sarapan juga. " Ucap Monica dengan nada perintah nya.
"Ck,,, Dasar menyebalkan. " Namun, Sambil menggerutu. Alex malah ikut bangkit dari sofa sana. Dan menuju arah meja kerjanya lagi. Monica hanya bisa menarik sudut bibir nya. Karena, Alex mau menuruti perkataan nya.
__ADS_1
NIH OTHOR UP DOUBLE YAK, KASIH VOTE DULU! LEMES NIH UDAH LAMA KAGAK MINTA VOTE KALIAN SEMUA, YANG MASIH SETIA DENGAN KARYA SAYA DISINI. MANA LIKE NYA DIKIT AMAT LAGI, MAKIN SEPI DAH KAYAKNYA 😭😭😭