
Satu Bulan Kemudian...
Tak terasa waktu terus berjalan. Namun, Sampai saat ini. Alex juga tidak tahu. Kenapa Monica pulang kembali ke Apartemen dan memutuskan untuk tetap tinggal bersamanya. Bahkan, Sikap Monica padanya sangat datar dan dingin.
Namun, Wanita itu selalu menyiapkan semua kebutuhan nya. Setiap harinya. Mengurus dan juga menyiapkan makanan untuknya. Bahkan, Ia juga tidak menolak saat Alex meminta haknya. Ia dengan santainya membiarkan Alex melakukan hal itu pada dirinya.
Tak ada lagi kata penolakan. Ataupun drama apapun. Hal itu bukannya membuat Alex senang. Pria itu malah selalu berpikir sendiri. Apa yang sebenarnya terjadi pada Monica. Sehingga sikapnya berubah drastis seperti itu.
Alex menatap langit-langit ruangan kerjanya. Karena, Saat ini ia sedang ada di perusahaan nya sendiri. Bahkan, Pria itu sudah satu bulan ini juga. Tidak pernah keluar malam. Dan bertemu teman -teman nya.
Tok!
Tok!
Tok!
”Masuk!. " Seru Alex dari dalam ruangan kerjanya. Saat mendengar pintu ruangan tersebut Di ketuk dari arah luar.
__ADS_1
Ceklek!
”Permisi, Tuan!. Ada yang ingin bertemu dengan anda. " Ucap salah satu resepsionis nya. Yang mengantarkan langsung tamunya.
Alex menautkan kedua alisnya bingung. Karena, Ia sedikit melihat. Seorang wanita yang ada di belakang karyawan nya itu. Padahal, Alex juga sedang tak ada janji temu dengan siapapun hari ini. Apalagi seorang wanita. Karena, Sejak ia mulai menikmati tubuh Monica. Alex, Mulai tak menghiraukan wanita lain.
Padahal, Sebelum nya. Hasratnya selalu naik. Jika berhubungan dengan wanita. Apalagi wanita itu seksi dan juga menggoda. Sudah pasti langsung ia nikmati, Tanpa harus pikir panjang lagi.
”Siapa?. " Tanya Alex dengan nada datarnya. Bahkan, Alex terus menatap kearah karyawan nya itu.
”Saya tidak kenal dengan anda. " Ketus Alex. Walaupun wanita itu berpenampilan sangat seksi. Bahkan, Kedua kaki jenjang nya dapat terlihat sangat mulus.
Dada sekang, Dengan belahan yang pas. Sehingga tak ada satu pun pria ingin berpaling darinya. Namun, Anehnya Alex tak bereaksi apapun. Saat melihat wanita di hadapan nya saat ini.
”Bisa tinggal kan, Kami berdua saja?. " Ucap wanita itu pada karyawan Alex.
”Tapi, Nona... saya... ” karyawan Alex langsung menjeda ucapan nya. Saat ia melihat kode dari Alex atasanya itu. Lalu, Ia pun langsung pamit undur diri. Meninggalkan pimpinan nya, Dengan wanita sebagai tamu Alex siang ini.
__ADS_1
******
Sementara itu, Di dalam Apartemen nya. Monica nampak gelisah. Dan terus menatap layar ponselnya. Ia juga sejak tadi hanya mondar mandir seperti setrikaan listrik saja.
”Ayolah, Monica!. Cepat pikir kan sesuatu!. " Ujarnya dengan menggigit bibir bawahnya.
Beberapa saat berpikir sendiri. Akhirnya, Senyum wanita itu mengembang sempurna. Saat ia sudah mendapatkan ide nya.
”Ya, Aku harus minta bantuan Mommy dan Daddy saja!. " Lirihnya dengan senyum penuh arti.
Lalu, Monica pun langsung memainkan ponselnya. Ponsel yang baru beberapa hari lalu, Di belikan oleh Alex. Karena, Ponsel lamanya tiba-tiba saja mati. Dan tidak bisa di gunakan lagi.
”Halo, Mommy " Monica nampak begitu ramah. Menyapa seseorang yang ada di seberang telpon nya.
Hingga beberapa saat mereka pun nampak saling mengobrol. Bahkan, Monica juga sambil tersenyum. Entah apa yang sedang di rencana kan oleh Monica. Yang jelas, Kali ini ia tidak akan mengalah lagi. Wanita itu sudah bertekad. Untuk mempertahankan pernikahan nya. Apapun yang terjadi nanti. Sebab, Baginya hanya ini yang bisa ia pertahankan. Setelah ia tak sengaja mengetahui kenyataan pahit dalam hidupnya.
”Semangat, Monica!. Kamu pasti bisa!. " Lirih Monica setelah ia mengakhiri panggilan tersebut.
__ADS_1