
Alex langsung melepaskan borgol di tangan Monica. Saat tiba-tiba saja ia malah nampak kasian dengan wanita. Yang saat ini malah nampak berlinang air mata. Pria itu jadi merasa bersalah. Untuk menuntaskan fantasi liarnya. Namun, Ia malah sampai lupa diri. Jika Monica adalah istrinya sendiri. Wanita yang telah ia nikahi, Dan sekaligus wanita yang ia ambil kesuciannya. Hanya dengan memanfaatkan kondisi Monica.
Setelah melepaskan ikatan kaki dan tangan Monica. Alex langsung keluar dari kamar nya. Meninggal kan Monica seorang diri. Dan memilih untuk masuk kedalam kamar tamu. Entah apa yang ada di dalam pikiran pria itu sekarang ini. Yang jelas otaknya sedang tidak waras. Dan juga kalut secara bersamaan.
Sementara Monica yang di tinggalkan begitu saja. Dengan kondisi setengah berhasrat. Dengan semua alat-alat menjijikkan di samping nya. Yang salah satunya sempat masuk kedalam milik nya. Membuat wanita itu merasa emosi dan geram.
Monica membuang semua alat itu. Hingga berhamburan di atas lantai sana. Lalu, Ia pun bangkit dari ranjang nya.
”Dasar pria brengsek. ” Maki Monica meluapkan rasa emosi nya. Meskipun Alex tidak ada lagi di dalam kamarnya. Namun, Monica tetap saja merasa kesal. Atas semua perlakuan Alex padanya barusan.
Wanita itu berjalan masuk kedalam kamar mandi sana. Dan buru-buru membersihkan tubuhnya. Karena telah di sentuh oleh benda tak berakhlak tersebut. Menyingkirkan sisa nafsu dari dalam otaknya.
__ADS_1
Setelah hampir lima menit berada di dalam sana. Monica kembali keluar, Dengan jauh lebih segar dari sebelumnya. Lalu, Ia masuk kedalam ruang walk in closet. Berniat untuk mengganti pakaian nya.
Namun, Tak hanya mengganti pakai nya saja. Rupanya Monica ikut berkemas. Memasukkan semua pakain nya kedalam koper kecilnya. Sama halnya di saat ia pertama kalinya datang ke Apartemen ini.
”Lebih baik aku pergi dari sini saja. Pria itu benar-benar sudah gila. " Gerutu Monica masih dengan rasa emosinya. Dan amarahnya sendiri.
Namun, Ia tidak melampiaskan nya di depan Alex. Sebab, Pria itu sebenarnya memiliki hak atas tubuhnya. Akan, Tetapi cara Alex memperlakukan nya sama sekali tak manusiawi. Dan cara Alex itulah yang membuat Monica tidak suka.
Monica keluar dari kamarnya. Dengan penampilan yang sudah rapi. Dan juga sambil menyeret koper kecil milik nya. Wanita itu sama sekali tak berniat untuk pamit pada suaminya. Niatnya ingin pergi jauh dan meninggalkan Alex.
Ia menyerah, Karena tidak mau terus menerus di anggap sebagai bahan pelampiasan nafsu Alex saja. Dan di perlakukan gila seperti tadi lagi.
__ADS_1
”Huh... ” Monica menghembuskan nafasnya kasar. Sebelum ia benar-benar akan keluar dari Apartemen tersebut.
”Maafkan, Monica Bu, Ayah!. ” Guman Monica dengan lirih. Seolah ia sangat merasa bersalah pada orang tuanya sendiri. Karena, Dirinya benar-benar merasa tak akan sanggup. Untuk melanjutkan pernikahan ini. Meskipun usia pernikahan nya , Hanya baru hitungan hari saja.
Tapi, Di lain sisi. Monica benar-benar tak kuat. Dengan sikap gila Alex padanya. Lagi-lagi wanita itu mulai ragu. Dengan keputusan yang akan ia ambil saat ini.
”Semoga ini adalah pilihan terbaik, Untukku. ” Lirih Monica lagi. Sambil melangkah kan kakinya, Menuju kearah pintu utama sana. Ia tak sadar, Jika di dalam kamar nya sana. Alex sedang memperhatikan nya. Lewat CCTV dari ponsel milik nya.
Pria itu hanya bisa duduk. dengan rasa bersalah dalam dirinya. Dan entah kenapa?. Dirinya mulai memiliki perasaan tersebut. Padahal, Selama ini ia sama sekali tidak perduli. Dengan para wanita koleksi nya. Meskipun mereka menangis minta ampun. Saat tubuh mereka ia gagahi dengan brutalnya. Tapi, Nyatanya rasa acuhnya dan juga perasaan ibunya. Malah muncul secara tiba-tiba. Ketika, melihat Monica berkaca-kaca. Di saat ia mulai memperlihatkan sensasi liarnya itu.
”Arrrggghhh... Sial. ” Umpat Alex sambil memukul sofa yang ia duduki saat ini.
__ADS_1