
Alex menghempaskan pantatnya. Untuk duduk di sofa yang ada di dalam ruangan kerjanya. Kejadian tadi sore, Malah membuat nya prustasi sendiri. Bayang-bayang lekuk tubuh Monica terus menghantui pikiran nya.
Ternyata tak semudah itu untuk bisa melupakan tubuh istrinya. Kenapa ia baru sadar, Jika Monica sesempurna itu. Bahkan, Ia malah tak punya minat untuk keluar malam ini.
"Shittt... " Lagi-lagi Alex mengumpat kasar. Dan memukul badan sofa saking kesalnya.
"Ini tidak bisa di biarkan. " Guman nya semakin kesal saja. Niat hati ingin sedikit menggoda istrinya. Tapi, Ia sendiri yang tergoda akan pesona seorang Monica.
Alex terus menatap tangannya. Yang tadi sempat ia gunakan untuk menyentuh beberapa titik sensitif istrinya. Namun, Karena pikirannya yang nampak ragu. Ia malah tak sampai menuju ******* bersama. Ujung-ujungnya Alex terpaksa solo karir lagi di kamar mandi sebelah.
Ketika Alex sedang pusing memikirkan cara. Untuk menyentuh Monica. Sedangkan, Di dalam kamarnya Monica saat ini nampak begitu bingung. Barusan ia menerima telpon dari Ayahnya. Yang malah membuat dirinya pusing memikirkan perkataan sang Ayah.
Sementara itu, Ia juga tidak memiliki tabungan apapun lagi sekarang. Monica juga sudah berhenti bekerja. Sejak hari dimana ia akan menikah. Di satu sisi, Ia juga kasihan dengan kedua orang tuanya. Yang selalu saja menjadi sasaran kakak perempuan nya.
"Dia benar-benar keterlaluan. Sama sekali tidak berubah. " Guman Monica yang nampak geram akan sikap dan kelakuan saudara perempuan nya itu.
__ADS_1
Padahal, Jika di bandingkan dengannya. Perekonomian Kakak nya jauh lebih baik darinya. Dari mulai pekerjaan, dan juga pendidikan. Bahkan, Ia bisa menjalin hubungan dengan pria yang ia cintai. Sesuai dengan seleranya sendiri. Tidak seperti dirinya, Yang kini malah terjebak dalam hubungan pahit ini. Mendapatkan suami seorang cassanova sejati yang tak memiliki hati nurani. Dan dangkal pemikiran, Karena otaknya selalu tertuju pada ************ saja.
"Ya tuhan, Darimana aku harus mendapatkan uang sebesar itu?. " Lirih Monica sambil terus berpikir keras.
Dia memang memiliki suami yang mapan. Dan juga tak kekurangan harta. Namun, Monica tidak mau jika harus minta uang dengan Alex. Hanya untuk membantu orang tuanya melunasi hutang-hutang kakak nya.
Apalagi, Ia juga baru satu hari menjadi istri Alex. Sangat tidak etis sekali, Jika ia langsung bilang minta uang sebesar itu. Mau di taruh dimana mukanya nanti. Dan muka keluarga nya, Jika sampai Alex malah meremehkan nya.
Setelah berpikir lama, Monica mendekat kearah cermin. Dan memperhatikan penampilan nya sendiri. Gaun malam yang memang sudah di siapkan oleh Mommy mertua nya. Telah ia pakai setiap malamnya. Dimana lingerie tipis bewarna merah cerah, Nampak begitu seksi di tubuhnya. Monica mencoba membuka jubahnya, Hingga kulit mulusnya terlihat begitu indah.
Puas menatap pantulan tubuhnya sendiri. Monica pun merapikan kembali penampilan nya. Lalu, Ia mengoleskan sedikit lipblam di bibir tipis berisi miliknya. Dan juga memakai parfume mewah yang semuanya dari Mommy mertuanya juga. Lalu setelah menghela nafasnya berulang kali. Monica pun langsung melangkah keluar kamar.
Ternyata Monica datang ke ruangan kerja Alex. Dengan helaan nafas beratnya. Ia memberanikan diri untuk mengetuk pintu ruangan tersebut.
Tok! Tok! Tok!
__ADS_1
"Boleh aku masuk?. " Seru Monica dari luar pintu.
Sementara Alex yang pikiran nya masih melalang buana. Memikirkan tentang indahnya tubuh Monica. Saat ini sampai terkejut saat mendengar suara Monica di luar ruangan nya itu.
”Mau apa?. ” Tanya Alex dengan nada ketusnya.
”Ada yang ingin aku bicarakan.”
”Kalau tidak penting, Tidak usah mengganggu ku!. " Alex masin saja ketus menyahut dari dalam sana.
Monica kembali menarik nafasnya dalam-dalam. Dan menghembuskan nya secara kasar. "Apa kamu mau tidur denganku?. " Seru Monica sambil mengigit bibir bawahnya.
Alex yang mendengar tawaran menggiurkan itu. Langsung beranjak dari sofanya. Dan melangkah menuju arah pintu ruangannya.
Ceklek...
__ADS_1
AYO PASTI PENASARAN KAN? 🤣🤣🤣