
Mirna pulang dengan membawa kekesalannya, Bukan rasa senang yang telah ia nantikan. Saat ia sudah berhasil mendapatkan informasi untuk datang ke mension mewah Alex. Yang menjadi tempat tinggal adiknya itu. Namun, Malah rasa kesal bercampur emosi. Ketika ia melihat dengan mata kepala nya sendiri. Jika, Monica ternyata di perlakukan dengan sangat baik di keluarga itu.
"Sayang, Kamu sudah pulang?, " Wanita paruh baya langsung menghampiri putrinya. Yang saat ini tengah duduk di sofa empuk di ruangan tamu rumah nya.
"Bagaimana?. Kamu berhasil kan membuat nak Alex berpaling dari anak haram itu. " Ibunya bertanya dengan sangat antusias sekali.
Hingga helaan nafas kasar dari putri nya, Terdengar begitu tidak mengenakan sekali. Seolah ia memang sedang kesal. Apalagi, raut wajahnya saat ini begitu kusut.
"Jangan bilang kamu gagal lagi!, " Tebak wanita paruh baya itu.
"Bu, Sepertinya Alex memang sudah mencintai Monica. " Jawab Mirna dengan nada lesunya.
__ADS_1
"Apa...?, " Wanita itu langsung membulatkan matanya sempurna. Lalu mengguncang pelan bahu putri nya. Yang selama ini tak pernah gagal untuk mendapatkan apa yang ia inginkan, Tentunya semua itu juga karena bantuan darinya sendiri.
Sebagai seorang ibu, Bukannya mendidik anaknya menjadi anak yang baik, dan beretika. Ini malah menjadi kompor untuk mengusik kebahagiaan orang lain. Dengan menghalalkan segala cara, Agar tujuan mereka tercapai. Rasa bencinya pada Monica sejak dulu, Membuat wanita paruh baya itu terus memperlakukan Monica tidak baik. Meskipun, Ia terlihat lembut saat di hadapan Monica. Namun, Sebenarnya ia memang sengaja memainkan peran. Agar Monica selalu menurut padanya, Dan juga mau menuruti apapun permintaan nya. Termasuk saat suaminya bilang, Jika putri nya akan dinikah kan dengan putra teman nya.
Dan suaminya juga tidak bilang, Jika yang akan menikahi putri nya itu dari keluarga kaya raya. Pada saat itulah, Ia menolak keras. Serta melimpahkan semuanya pada Monica. Baginya dengan Monica pergi dari rumah itu. Mereka pasti akan hidup jauh lebih baik. Ia berniat membuat Mirna bisa hidup bahagia dengan laki-laki pilihan nya sendiri. Walaupun, Itu juga dari hasil merampas kekasih Monica juga. Namun, Saat mereka tahu jika pria yang di jodohkan dengan Monica, Merupakan pria kaya raya dan juga tampan. Hal itu malah memicu rasa iri dan menyesal sendiri. Hingga, Mulai membujuk putri nya. Agar mau membuat Alex berpaling dari Monica. Dan memilih Mirna kembali.
"Tidak mungkin, Karena nak Alex adalah pria yang suka gonta-ganti pasangan. Ia akan luluh jika melihat tubuh seksimu ini, Nak!" Wanita itu masih saja ingin membujuk putri nya. Dan seolah memberikan semangat, Walaupun ini adalah cara yang salah.
"Mendingan Ayah diam saja!. Ibu hanya mau anak kita bahagia dan hidup mewah, Apa itu salah?. " Jawabnya dengan nada tingginya.
Pria paruh baya itu menarik nafasnya pelan. Berusaha untuk membuat istri nya sadar diri. Jika apa yang ia lakukan itu sangatlah salah. Namun, Wanita paruh baya itu sama sekali tak ingin mendengar kan nasihatnya sama sekali. Dan jalan membantah teguran dan nasihat dari suami nya.
__ADS_1
"Lagian, Alex memang di jodoh kan dengan Mirna. Bukan Monica anak haram Ayah dan wanita liar itu. " Makinya lagi dengan nada lebih tinggi.
"Cukup Bu!. Cukup! " Sentak pria paruh baya tersebut, Yang sudah tak tahan lagi dengan semua tuduhan istri nya tersebut.
"Monica bukan anak haram, Dia anak yang di Ridho oleh Allah, Bu. Tidak seperti yang ibu tuduhkan itu. " Sambung pria paruh baya itu dengan nada tegasnya. Selama ini ia memang selalu diam. Saat istri nya menyebut Monica anak haram. Dan seolah menyangka, Jika ibunya Monica mempunyai hubungan spesial dengan nya di luar pernikahan. Padahal, Apa yang ia tuduh kan itu. Semuanya tidak benar. Hanya dia lah yang tahu, Apa yang sebenarnya terjadi pada orang tua Monica dulu.
"Jelas saja Ayah membelanya, Orang yang udah hamilin ibunya itu adalah Ayah sendiri. " Timpal Wanita paruh baya itu lagi dengan nada sinis nya.
Plak,,,,!!!
"Awwww,,,?! "
__ADS_1