
Beberapa hari sejak kepindahan Alex. Dan juga membawa ikut serta istrinya. Untuk pindah di mension yang cukup mewah serta megah. Dan sejak itu pula Monica tak di izinkan bekerja kembali oleh Alex. Bahkan, Pria itu sampai mengancam. Akan segala, Dengan alasan yang kadang tak masuk akal.
Tetapi, Monica juga mendengar. Jika kakak nya yang menggantikan dirinya menjadi sekretaris suaminya di kantor. Hal itu justru membuat Monica mulai resah. Sebab, Ia tahu apa maksud dari kakaknya tersebut.
Drt
Drt!
Drt!
Dering ponsel Monica. Membuatnya segera meraih benda pipih itu, Dan mengangkat panggilan yang masuk dengan sesegera mungkin.
"Halo, Mom. " Sapa Monica dengan suara yang pelan dan juga sopan.
__ADS_1
"Sayang, Hei... tenanglah!. Jangan khawatir kan masalah di perusahaan!. Biarkan Daddy yang menangani nya!. " Ucap suara lembut dan juga penuh keanggunan itu.
"Tapi, Mom... Kak Mirna bukan orang yang... "
"Mommy tahu, Sayang. Dan Mommy tak akan membiarkan cucu Mommy tanpa seorang Daddy nya nantinya. "
Lagi-lagi suara lembut wanita paruh baya di seberang sana. Mampu membuat Monica sedikit lega. Dan juga setidaknya, Ia memiliki dukungan penuh dari orang tua suaminya. Karena, Monica juga tahu. Siapa Mirna dan Ibunya itu. Bahkan, Ia baru tahu saat dirinya telah banyak berkorban untuk keluarga tersebut.
Hanya Ayahnya yang sejak dulu, Memang selalu berpihak dengannya. Dan entah apa yang terjadi pada keluarganya. Sehingga ia malah di titipkan oleh keluarga, Yang ia anggap sebagai keluarga nya sendiri selama ini.
"Iya Mom,,, " Monica tersenyum. Seolah ia sedang berhadapan langsung dengan seorang wanita. Yang selalu berpenampilan anggun dan juga berkelas.
Walaupun ia tidak muda lagi. Namun, Kecantikan nya tak memudar sampai saat ini. Bahkan, Bisnis nya telah menjadi salah satu bisnis terkenal di seluruh dunia. Nama Jeny tak akan asing lagi. Bagi setiap kalangan menengah atas. Karyanya tak usah di ragukan lagi.
__ADS_1
"Lusa, Mommy dan Daddy akan berkunjung ke Mension kalian. Kebetulan Daddy ada urusan di Jakarta. "
"Apa ada yang kamu inginkan, Sayang?. Biar Mommy bawakan nanti saat ke Jakarta. " Sambung Jeny lagi. Yang sama sekali sudah menganggap Monica sebagai putrinya sendiri. Meskipun, Ia hanya anak mantu. Yang mana sekarang ia mulai membuat Alex berubah.
Dan tak ada penyesalan sama sekali. Bagi mereka menikah kan Alex dengan Monica. Sebab, Mereka sekarang tak pernah lagi mendengar, Putranya yang sedikit oleng itu. Keluar masuk Club malam lagi. Dan juga berganti lobang setiap hatinya. Apalagi, Saat mereka tahu. Jika Monica tengah hamil 12 minggu. Yang artinya sebentar pagi. Mereka akan jadi Opa dan Oma.
"Tidak ada, Mom. Monica sedang tidak ingin apapun. Asalkan, Mommy dan Daddy sampai tujuan dengan selamat dan selalu sehat. Itu sudah cukup untuk Monica. " Jawab bumil itu dengan tulus nya.
Mendengar itu, Jeny sangat bangga. Dan semakin sayang saja dengan menantunya ini. Mereka pun mengobrol panjang lebar. Sambil sesekali di selingi canda tawanya. Monica merasakan kasih sayang yang tulus. Dari Mommy mertuanya itu. Melebihi manusia yang ia anggap ibu selama ini tadi.
Beberapa menit setelah mengobrol dengan Mommy mertuanya. Kini, Setelah panggilan terputus. Monica pun langsung keluar dari dalam kamarnya. Menuju kearah dapur. Dimana, Ia ingin mengirim makan siang untuk suaminya. Karena jam sudah menunjukkan pukul sebelas siang.
"Nyonya.Biarkan kami saja yang siapkan!. " Ujar salah satu maid. Tak ingin majikannya ikut repot menyiapkan makan siang.
__ADS_1
"Gak papa, Bik!. Biar saya saja!. Soalnya ini untuk suami saya. " Jawab Monica dengan ramah dan sopan nya.