
Flashback On...
20 tahun lalu, Saat cuaca sedikit mendung. Dimana rintik hujan mulai turun membasahi dedaunan dan juga jalan raya. Sepasang suami istri dengan membawa putrinya, Yang sedang sakit menuju kearah rumah sakit. Dimana sang suami nampak buru-buru dan menambah kecepatan mesin mobilnya. Karena kondisi putrinya yang membuat nya menjadi panik.
Putri satu-satunya. Dan hanya anak semata wayangnya. "Pa, Putri kita tidak bernafas lagi. " Ujar sang istri yang di sertai isak tangisnya.
Mendengar penuturan istrinya. Pria itu semakin panik dan juga khawatir. Namun, Ia berusaha untuk terus menyetir dengan benar. Dengan harapan agar mereka bisa sampai di rumah sakit dengan selamat. Putri nya memang sering keluar masuk rumah sakit. Karena ia alergi dengan kacang-kacangan. Jika Mamanya sedikit saja salah makan. Dan ia minum Asi dari Mamanya, Maka ia juga akan merasakan sesak. Karena alerginya itu kambuh.
"Sayang, Terus lakukan apapun! Agar Monica bisa sadar kembali!. Kita akan segera tiba di rumah sakit. " Ujar suaminya. Berusaha untuk tetap tenang, Meskipun dirinya sendiri sedang merasa cemas.
Istri nya hanya mengangguk, Sambil terus mencoba melakukan yang terbaik untuk putri nya. Karena ia juga kebetulan adalah seorang perawat. Walaupun, Ia sudah nampak panik lebih dulu. Namun, Demi buah hatinya seorang. Apapun pasti akan ia lakukan.
Namun, Naasnya saat tinggal beberapa menit lagi. Mereka tiba di rumah sakit. Saat akan melewati tikungan, Tiba-tiba dari arah depan ada mobil yang tak terkendali lagi. Dan...
Tiiinnnnn....!!!
Dubrakkkk....!!!
"Aaaa.... "
__ADS_1
Kecelakaan itu tak bisa di hindari lagi, Dan membuat mobil pasangan muda itu, Yang akan membawa putri nya kerumah sakit. Kini, Malah menbrak tiang listrik di pinggiran jalan raya. Hingga tubuh istrinya terpental keluar mobil. Bahkan, Putri nya masih terus ia dekap dengan erat. Bahkan, Suaminya langsung tak sadarkan diri lagi. Dengan bersimbah darah segar. Sampai mengalir membasahi setir mobilnya.
Satu mobil yang sempat tak terkendali tadi. Juga ikut terpental. Namun, sopir dan juga penumpang nya masih terselamatkan. Meskipun ada beberapa luka memar dan cidera ringan di bagian tubuhnya.
Seorang wanita berlarian dengan buru-buru. Saat ia melihat anak perempuan yang masih berusia 1 tahunan. Masih berada di dalam dekapan erat ibunya. Yang sudah bersimbah darah segar itu. Bahkan, Darah itu telah mengalir membasahi aspal jalan raya.
"To... lo... ng, Selamatkan put... ri... ku! " Liriknya dengan terbata-bata.
Wanita itu pun tak bisa berkata -kata. Saat ia diberikan amanat yang sangat membuatnya teriris. Bahkan, Saat itu juga sang Ibu langsung tak sadarkan diri lagi.
"Honey..., " Panggil seorang pria. Menghampiri istrinya yang ingin mengambil alih anak perempuan itu. Dari dekapan Ibunya. Bahkan, Ia juga sudah tak sadarkan diri lagi. Dengan denyut nadi yang sudah lemah.
"Honey, Kita tak punya banyak waktu lagi. Bawa saja putri nya lebih dulu!. " Ujar pria yang merupakan suami dari wanita cantik itu.
"Come on, Mom!. " Seru putranya yang saat itu usianya masih sepuluh tahunan.
Tanpa banyak berpikir lagi, Suaminya pun langsung membawa anak perempuan itu, Untuk masuk kedalam mobilnya, Yang kebetulan ada di sebarang sana. Meninggalkan orang tuanya yang mulai di selamat kan oleh orang-orang.
"Mas, bagaimana ini?. " Tanya seorang wanita yang merupakan istri dari pemilik mobil yang nampak tak terkendali tadi. Dimana mereka sempat melihat kejadian itu dengan jelas. Dan tak ingin ikut di salahkan, Pria itu yang meruapakan suaminya. Langsung masuk kedalam mobilnya lagi.
__ADS_1
"Buruan masuk!. Kita harus kerumah sakit sekarang!. " Ujarnya pada istrinya. Karena berdebatan dengan sang istri tadi. Yang membuatnya hampir saja celaka. Dan malah membuat pengendara lain yang kena imbasnya.
Oleh karena, Tidak ingin masuk penjara dan di salahkan oleh kesalahan yang memang ia lakukan. Pasangan itu mengikuti mobil mewah yang membawa anak dari korban kecelakaan tadi.
"Mas, Apa yang harus kita lakukan sekarang?." Tanya sang istri sambil meringis memegangi sikunya yang lecet.
"Diam!. Ini semua gara-gara kamu. " Sentak suaminya dengan nada emosi nya.
"Pokoknya aku tidak mau masuk penjara, Mas!. Bagaimana, Kalau mereka mati?. " Istri nya terus saja panik, Dan berpikiran yang tidak-tidak.
"Apa kamu tidak lihat, Siapa yang kita tabrak tadi?. " Tanya istrinya lagi pada suaminya.
Membuat suaminya langsung melirik sekilas pada istrinya. Lalu ia pun melotot sempurna. " Mereka... "
Tiba-tiba senyum istrinya terbit dengan sangat licik nya. Hingga pria itu ikut merasa lega. "Dia mantan kekasih mu, Mas" Wanita itu malah masih sempat-sempatnya menyindir suaminya.
"Bagus saja, Jika mereka mati. Dan aku yakin Rina tidak akan menuntut kita sekali pun ia selamat dari kecelakaan itu. "
Suaminya hanya diam. Dan tak lagi menimpali omongan istrinya. Entah apa yang ada di dalam otak pria itu saat ini. Yang jelas ia sepertinya tidak akan sependapat dengan istrinya itu.
__ADS_1
Flashback Off