
Keesokan harinya, Monica terbangun saat ia merasakan tiupan angin dari arah balkon sana. Dan tirainya mulai tersibak membuat cahaya mentari pagi ikut masuk menerpa wajah nya yang cantik. Tanpa polesan make up sedikitpun, Namun tak mengurangi kadar kecantikan dirinya.
"Hoam... "Beberapa kali, Monica menguap. Karena rasa kantuknya tak kunjung reda. Hingga ia sadar akan sesuatu hal. Wanita itu langsung membelalakkan matanya.
"Tunggu dulu!. Bukannya semalam aku dan... " Monica langsung menggigit bibir bawahnya. Dan memejamkan matanya. Menepuk jidadnya sendiri, Ketika ingatannya mulai kembali pada kejadian semalam.
"Apa dia yang memindahkan aku kekamar ini?. " Tanyanya pada diri sendiri. "Jam berapa sekarang?. " Monica bangkit untuk meraih jam di nakasnya.Namun, Saat bergerak sungguh area pangkal paha nya begitu nyeri dan perih.
"Aww... " Pekik Monica. " Dia memang benar-benar gila. " Sambungnya lagi saat ingat bagaimana, Alex menggempur nya habis -habisan semalam. Bahkan, Ia juga ingin menyerah tapi, Alex tetap saja tak mau berhenti.
Di lihatnya di atas nakas sana. Ada pil kontrasepsi yang jelas pasti Alex yang menyiapkan nya. Bahkan, Monica melihat juga ada note kecil di samping nya.
"Sial!. Pria brengsek itu pasti sudah pergi. " Umpat Monica dengan rasa kesalnya.
Monica pun bangkit dengan sangat hati-hati. Turun dari ranjang nya sambil membalut tubuhnya dengan selimut tebal tersebut. Tubuhnya yang masih polos. Dan juga lukisan gila milik Alex masih penuh di tubuhnya. Wanita itu meraih note kecil tersebut dan membacanya sekilas.
Tangannya terkepal sempurna. Dan langsung meremas pesan yang di tinggalkan oleh Alex untuknya. Lalu, Di raihnya pil tersebut dengan sebuah senyuman penuh arti.
__ADS_1
"Lihat saja nanti!. Apa dia masih bisa menganggap ini sebuah kesalahan?. Atau malah sebaliknya?. " Guman Monica sambil tersenyum licik.
Rupanya Alex telah salah memilih lawan. Ia tidak tahu sedang berhadapan dengan siapa, Saat ini?. Alex menganggap Monica adalah wanita yang mudah ia perdaya. Seperti wanita yang telah ia nikmati selama ini. Dan ia rupanya masih menganggap jika wanita membutuhkan nya. Hanya karena uangnya saja.
Monica langsung melempar kan selimut nya sedikit kasar. Ia bahkan, Tak perduli meskipun miliknya terasa begitu nyeri saat ini. Yang jelas wanita itu sedang kesal. Karena, Setelah meninggalkan obat kontrasepsi dan juga note kecil itu. Alex langsung pergi begitu saja. Bahkan, Pria itu pergi di saat hari weekend seperti ini. Dan lebih parahnya lagi, Alex juga bilang jika ia sedang liburan bersama kekasihnya.
Monica sebagai istri memang tak di anggap oleh Alex. Padahal, Semalam Alex begitu semangat menggempur nya habis-habisan. Tapi, Pria itu tetap saja tak penah puas dengan satu wanita saja.
"Dasar penjahat kelamin. Dia pikir , Aku akan diam saja. Saat dia pergi liburan ke puncak dengan wanita lain. " Gerutu Monica masih saja kesal. Sambil mengisi bathtub dengan air hangatnya.
Wanita itu terus menggerutu kesal. Sampai bathubnya penuh terisi oleh air. Dan ia juga telah menuangkan sabun cair kedalam nya. Monica memilih untuk merendam tubuhnya di dalam sana. Sambil menikmati wangi buah segar. Supaya ia juga bisa berpikir jernih. Untuk membuat Alex kelimpungan nantinya.
Sedangkan di tempat lain. Alex baru saja tiba bersama teman-teman nya. Di Villa yang ada di puncak. Bahkan, Mereka tak hanya pergi dengan teman saja. Tapi juga membawa wanita. Untuk menemani weekend mereka kali ini.
"Lex, Barang baru tuh!. Loe gak mau langsung ngamar dulu?. " Bisik salah satu teman Alex.
Alex memperhatikan wanita yang di tunjuk oleh teman, Sekaligus kolega bisnis nya itu. Seorang wanita yang memang lebih tampak muda, Di banding kan dengan wanita lainnya.
__ADS_1
"Apa dia masih perawan?. " Tanya Alex tiba-tiba. Sontak membuat gelak tawa oleh semua teman nya.
"Perawan, Loe bilang?. Jangan ngaco loe deh, Lex!. Mana ada seorang per*k masih perawan?. " Teman-teman nya sampai menggeleng kan kepalanya. Akan pertanyaan konyol Alex barusan.
"Lagian, Di zaman sekarang emang masih ada cewek yang masih suci?. " Timpal salah satu pria lagi.
"Kalau pun ada, Itu adalah keberuntungan bro. " Salah satu pria ikut menjawab juga.
Alex hanya diam, Ia sepertinya sedang berpikir keras saat ini. Karena, Memang ia baru pertama kalinya merasakan nikmatnya seorang gadis yang masih suci. Dan itu adalah istri nya sendiri. Tak heran, Jika teman -teman nya tidak tahu jika ia sudah menikah. Sebab, Acara pernikahan nya hanya di hadiri oleh keluarga nya saja, Serta keluarga Monica. Jadi, Tak ada yang tahu jika ia sudah memiliki istri.
"Kalo gue sih, Kagak penting masih perawan apa tidak. Yang jelas mereka ada lubangnya, Bro. " Sahut satunya lagi sambil tertawa terbahak-bahak.
"Sialan, Loe pada. " Alex pun menimpuk teman nya dengan kunci mobilnya. Lalu ia pun berlalu pergi begitu saja.
"Mau kemana,Lex?. "
"Co*i" Sahut Alex asal.
__ADS_1
"******."