
Mirna nampak terkejut akan pertanyaan yang keluar dari mulut mungil seorang desainer ternama itu. Wanita paruh baya yang selalu anggun dan lemah lembut. Namun, Kali ini ia malah terlihat tak suka. Saat melihat kedatangan wanita yang tak tahu sopan santun tersebut.
"Mommy, Mirna kesini hanya ingin mengantarkan makanan dari Ibu saja!. " Jawabnya dengan wajah tidak tahu malunya.
Bukannya menjawab. Jeny malah bangkit dari tempat duduk nya. Lalu melempar senyum pada Mirna. Sebuah senyuman yang tak biasa, Bahkan terlihat seperti sinis.
"Badan Mommy sangat pegal dan capek. Seperti nya, Mommy perlu istirahat. " Seru Jeny yang melirik kearah suaminya. "Ayo honey!. Bukankah kita baru saja tiba?. " Sambung Jeny lagi meminta persetujuan suaminya. Agar mereka bisa menjauh dari wanita, Yang sudah mereka ketahui apa tujuan sebenarnya mendekati keluarga nya.
Satria pun ikut bangkit dari tempat duduk nya. Pria paruh baya itu tak mengeluarkan sepatah kata. Meskipun hanya untuk menyapa Mirna. Ia langsung beranjak pergi, Dari hadapan putra dan menantunya. Apalagi untuk mencicipi cemilan yang dibawa oleh Mirna.
__ADS_1
"Dad, Mom... Cobalah sedikit saja cake buatan Ibu ini!. " Tawar Mirna. Yang masih saja ingin memaksa kedua orang tua Alex. Demi mendapatkan pujian yang akan membawanya ikut di akui oleh kedua orang tua Alex.
"Ah, Tidak terimakasih!. Mommy dan Daddy tidak suka makanan manis. " Jawab Jeny sambil tersenyum. Menolak dengan cara halus, Padahal ia sejak dulu sangat menyukai cake. Apalagi buatan Maminya sendiri.
Monica masih saja diam. Sambil terus menatap kakaknya itu. Wanita yang ternyata sangat licik, Dan ia bersekongkol dengan Ibunya. Untuk memanfaatkan keluguan nya selama ini. Rasa kecewa Monica sudah tak bisa lagi ia sembunyikan. Ia bahkan sangat benci dengan kehadiran Mirna saat ini.
Belum juga di tawari duduk oleh tuan rumahnya. Mirna malah sudah duduk tepat di hadapan Alex. Menatap pria itu dengan tatapan yang penuh keterpesonaanya. Namun, Monica langsung menggenggam erat punggung tangan suaminya. Membuat, Alex menoleh padanya.
Mirna langsung berubah ekpresi wajahnya. Saat ia mendengar langsung, Cara Alex memanggil istrinya yang merupakan adiknya. Gadis yang mereka anggap pembawa sial dalam keluarga nya.
__ADS_1
Apalagi, Tatapan Alex saat ini terlihat begitu teduh menatap Monica."Monica, Kakak baru saja datang. Apa kau tidak mau menyambut kedatangan kakak dengan cara yang ramah?" Ucap Mirna dengan tatapan sendunya.
"Maaf, Mirna!. Monica harus istirahat juga!. Karena calon anak kami juga perlu istirahat!. " Sahut Alex sambil mengelus pelan perut Monica. Yang masih terlihat rata itu.
"Hah.Jadi, Monica saat ini sudah... " Mirna sampai membulat sempurna. Merasa tak percaya saat tahu Monica, bisa hamil secepat itu. Padahal, Alex sama sekali tak mencintainya. Dan semua itu sudah di ketahui olehnya. Sebelum ia ingin berusaha memikat adik iparnya itu. Berniat untuk merebutnya dari Monica.
"Kamu bisa kembali besok lagi!. Atau biarkan Maid menemani kamu!. Soalnya aku juga harus menemani istri ku!. Iya kan sayang?. " Lagi-lagi Alex malah bersikap tak wajar padanya. Membuat Monica hanya bisa menganggukkan kepalanya pelan.
Semenjak itu, Di balik tembok sana. Satria dan Jeny masih menguping pembicaraan mereka. Hingga senyum Jeny terbit begitu puas sekali.
__ADS_1
"Honey, Apa kamu begitu bahagia?. Saat melihat kakaknya Monica di perlakukan seperti itu, Oleh putramu sendiri?. Hem?. " Tanya Satria dengan suara pelan nya.
Jeny langsung menatap suaminya, Lalu tersenyum sambil mendekat kan tubuhnya. Agar bisa menempel pada suaminya. "Wanita seperti itu, Memang wajar di perlakukan begitu juga. Karena, Orang seperti mereka kadang juga perlu di buat sadar!. Agar tidak besar kepala dan juga tahu posisi mereka sebenarnya seperti Apa?. Honey. " Jawab Jeny lalu mengedipkan matanya pada suaminya.