Tersesat Dalam Fantasi

Tersesat Dalam Fantasi
Perihal Susu


__ADS_3

Suasana pagi ini nampak begitu berbeda dari biasanya. Dimana, Awalnya dulu suasana rumah nampak begitu canggung dan juga sunyi. Karena sang pemilik rumah tak saling bertegur sapa. Dan sesekali bicara mereka malah hanya terlihat penuh sindiran serta ketus. Hingga, suaminya mulai berubah setelah ia mengetahui hal, Yang awalnya tak pernah ia pikirkan sebelum nya. Kalau dia akan bertemu kembali dengan seorang gadis kecil, Yang dulunya sempat ia tolong bersama kedua orang tuanya.


Bahkan, Pria itu tak pernah sekalipun melupakan wajah gadis kecil tersebut. Walaupun, Ia tahu jika sudah dewasa nanti. Ia pasti akan berubah dan mungkin tak akan ia kenali lagi. Namun, Takdir rupanya begitu mendukung keduanya. Sehingga sampai saat ini mereka masih sama-sama di pertemukan. Dan malah sudah menjadi suami istri. Meskipun, Awalnya mereka sendiri tidak paham. Akan jalan yang telah di rencanakan oleh kedua orang tuanya itu.


"Morning istri ku! " Sapa Alex dengan begitu sumringah nya. Tak perduli jika di lehernya ada bekas gigitan istrinya semalam. Yang malah memang sengaja untuk ia perlihatkan ke semua orang.


"Morning , Yah. " Sahut Monica sambil tersenyum manis. Dan meletakkan piringnya di atas meja makan sana.


Cup!


Satu kecupan singkat, sudah mendarat di bibir istrinya. Membuat para maid langsung menoleh kearah lain. Ada juga yang langsung menundukkan kepalanya. Karena tak mau kena semburan Alex, Dengan melihat adegan mengirikan tersebut. Yang sepertinya akan mulai di perlihatkan setiap harinya, Oleh majikan nya tersebut.


"Kenapa, Yah?. Bukan... "


"Karena mas adalah Ayah dari anak kita. " Potong Monica sambil mengedipkan sebelah matanya.


Alex terkekeh pelan, Lalu melingkar kan kedua tangannya. Untuk memeluk pinggang istrinya. Dimana, Perut buncit itu mulai menghalanginya untuk mendekap erat pinggang Monica.

__ADS_1


"Wah, Dia benar-benar sudah tumbuh dengan baik rupanya. " Seru Alex sambil terus menciumi wajah istrinya.


"Bagaimana tidak?. Orang Ayahnya selalu memberikan pupuknya. " Jawab Monica sambil memberikan sindiran untuk suaminya itu.


Tawa Alex langsung pecah begitu saja, Dan menggigit kecil leher istrinya. Hingga Monica pun ikut terpekik.


"Aww... Mas" Monica ingin melepaskan kedua tangan Alex dari pinggangnya. Namun, Alex malah semakin erat untuk memeluk nya.


"Jangan menjerit seperti itu, Sayang!. Kita bahkan belum memulainya lagi. " Ucap Alex dengan wajah mesumnya.


Helaan nafas Monica begitu terdengar pelan. Lalu tangannya terulur, Untuk menjewer telinga suaminya. Sehingga kini, Gantian Alex yang berteriak.


"Biarkan saja lepas!. Orang ada telinga saja masih tidak mau dengar. " Jawab Monica sedikit kesal.


Tapi lagi-lagi, Bicara dengan Alex sama saja bicara dengan tiang listrik. Yang tak akan pernah di dengarnya dengan baik. Namun, Hal itu adalah watak Alex dari dulu. Meskipun demikian, Alex sangat paham arah pembicaraan dan semua nasihat untuknya.


"Ayo sarapan dulu!. Daddy bilang ada rapat dewan direksi pagi ini di kantor. Jadi, Mas gak boleh telat! " Ucap Monica mengingat kan suaminya.

__ADS_1


"Oke sayang. " Jawabnya dengan santai. Sembari menarik satu kursi untuk istrinya.


Monica tersenyum, Dan segera duduk di kursi yang telah suaminya siapkan untuk nya. Lalu, Alex pun ikutan duduk tepat di samping istrinya.


"Sayang,, "


"Iya ada apalagi?. "


"Susunya mana?. " Tanya Alex sambil meraih sendok dan garpunya.


"Susu apa?. " Monica ikutan bingung, Karena suaminya selama ini juga tak pernah minum susu, Tapi tiba-tiba saja menanyakan susu.


"Bukannya mas, Gak minum susu?. " Sambung Monica masih dengan wajah bingung nya.


Namun, Pria mesum itu malah tersenyum jahil. Sambil mendekatkan wajahnya kearah istrinya. Lalu, Ia mulai membisikan kalimat. " Susu kamu, Sayang. " Ucapnya dengan nada pelan nya.


Pug!

__ADS_1


Akhirnya, Monica pun langsung menepuk bahu suaminya kesal. Lantaran Alex selalu saja berpikiran mesum, Tanpa ingat tempat sedikitpun.


__ADS_2