Tersesat Dalam Fantasi

Tersesat Dalam Fantasi
Renacana


__ADS_3

Monica duduk dengan santainya, Di salah satu sofa yang ada di ruang tamu sana. Sambil terus mengedarkan pandangan. Menelisik seluruh ruangan dengan bebas. Dan juga tatapan kekagumannya. Meskipun Monica terus bersikap cuek. Serta seolah tak perduli dengan suasana mension luas nan mewah milik Alex saat ini.


"Apa kau menyukainya? " Alex bertanya seraya ikut mendaratkan bokongnya, Tepat di hadapan istrinya. Dengan tatapan penuh harap, Agar Monica memuji mension mewah. Yang akan menjadi tempat tinggal mereka mulai saat ini.


"Akan aku pikirkan. " Jawab Monica dengan gaya santainya. Padahal, Di dalam hatinya. Ia sangat kagum dan terpesona akan selera Alex. Dimana, Bangunan ini adalah impian rumahnya di masa depan dulu. Meskipun tak memiliki impian akan membangun rumah semewah dan semegah Mension suaminya saat ini. Tetapi, Impian nya itu adalah harapan yang ingin ia wujudkan.


"Apa ada yang salah dengan bangunannya?. Atau ada warna yang tidak kau sukai?. Atau juga... "


"Maksud nya?. " Potong Monica menautkan kedua alisnya bingung. Karena Alex malah bertanya, Seolah ia ingin meminta pendapat dari dirinya saat ini.


Alex langsung bangkit dari tempat duduknya. Lalu berucap. " Istirahat lah!. Mulai malam ini kita akan pindah kemari!. " Ujarnya tak mau menjawab pertanyaan Monica barusan.


"Tapi aku... "

__ADS_1


"Pelayan, " Lagi-lagi Alex menyela ucapan istrinya. Membuat Monica semakin bingung akan sikap Alex saat ini. Belum juga sempat ia membuka mulutnya lagi. Alex sudah lebih dulu memanggil art nya.


"Iya tuan"


"Antarkan istriku!. Menuju kamar utama!. " Titah Alex yang langsung beranjak pergi dari sana.


"Baik, Tuan!. "


Setelah melihat tuannya beranjak pergi dari sana. Seorang art paruh baya langsung menatap kearah Monica. "Mari, Nyonya!. Saya antarkan kekamar Anda!. " Ujarnya dengan sangat sopan.


*****


"Bu, Apa aku masih punya harapan?. " Tanya seorang wanita pada wanita paruh baya, Yang merupakan ibu nya sendiri.

__ADS_1


"Sayang, Kamu itu lebih baik dari dia. Bahkan, Kamu bisa mendapatkan nya kembali. Maafkan ibu!. Karena ibu tidak tahu, Jika dia adalah seorang CEO perusahaan besar. Coba kalau sejak awal ibu tahu, Tentu saja Ibu akan membiarkan kamu menikah dengannya!. "


Wanita paruh baya itu berusaha untuk mendukung putri semata wayangnya. Dan ingin membuat nya tenang. Karena ia tak akan pernah membiarkan kebahagiaan selalu berpihak pada orang yang menurutnya salah.


"Bu, Apa Ayah akan setuju?. Dengan rencana kita ini?. " Tanya anak perempuan nya, Yang selalu saja tak pernah mendapatkan dukungan dari sang Ayah.


"Sejak kapan, Kita meminta persetujuan darinya?. " Jawab sang Ibu dengan seringai liciknya.


"Ibu benar, Ayah akan selalu memihak pada anak haram nya itu saja. Sejak dulu sampai sekarang, Ayah masih saja memojokkan aku. " Tatapan sinis wanita dewasa itu. Penuh dengan kebencian dan kekecewaan nya.


Apalagi, Ibunya malah mendukung rencananya. Untuk memiliki yang bukan milik nya. Padahal, Dia sendiri yang sejak awal. Menolak keras orang yang akan menikahi putrinya. Dengan mengobarkan orang lain, Berharap putrinya bisa mendapatkan kebahagiaan dengan jalan nya sendiri. Namun, Setelah tahu orang yang di jodoh kan dengan putrinya. Merupakan seorang pengusaha sukses, Pemilik perusahaan besar dan juga ternama. Mereka malah menyesal, Dan ingin merebutnya kembali.


"Bagaimana dengan Monic, Bu?. " Tanya sang putrinya lagi.

__ADS_1


"Biar ibu yang urus dia!. Kamu tenang saja!. Anak itu pasti nurut dengan Ibu." Dengan sangat percaya diri sekali, Ia mengatakan jika rencananya akan berjalan dengan lancar setelah ini.


__ADS_2