Tersesat Dalam Fantasi

Tersesat Dalam Fantasi
Perubahan Sikap Alex


__ADS_3

Beberapa hari berlalu sejak dimana Satria menemui pasangan paruh baya. Yang dulu nya adalah orang yang telah menyebabkan kecelakaan kedua orang tua Monica. Bahkan, Cerita itu sangat sedih untuk di ingat. Satria dan Jeny pun yakin jika Monica tahu yang sebenarnya. Kemungkinan terbesar adalah menantunya itu akan semakin membenci pasangan itu. Apalagi, Uang yang seharusnya menjadi biaya hidup dan juga biaya pendidikan nya. Malah digunakan untuk membiayai pendidikan putri mereka. Sementara, Monica harus banting tulang dulu agar ia bisa melanjutkan pendidikan nya. Meskipun, Pak Husein selalu memberikan nya uang jajan secara diam-diam. Tapi, Semua itu tidaklah cukup. Sebab, Semua penghasilan pak Husein selalu berada di tangan ibu Ratna.


Jeny dan Satria pun telah kembali ke mension mereka sendiri. Karena, Mereka juga ingin sedikit lama berada di Jakarta. Setidaknya sampai cucunya lahir nanti. Satria juga nampak lega. Saat Alex telah berubah dan ingin benar-benar melakukan kewajiban nya sebagai seorang suami.


Nampaknya kehadiran anak dalam kandungan Monica. Membuka jalan pikiran Alex yang benar. Sehingga pria itu sudah berani meninggal kan kebiasan buruknya. Dan mulai menata hidupnya lagi.


"Morning, Sayang. " Sapa Alex saat ia baru saja masuk kedalam ruangan makan. Dan langsung mendaratkan kecupan nya di kening dan pipi istrinya. Dimana, Monica saat ini sedang menata peralatan makan di meja tersebut.


Monica nampak sedikit heran akan sikap Alex, Bahkan pria itu berubah sejak kemarin. Sikapnya jauh lebih lembut dan juga selalu memanggilnya dengan panggilan sayang. Sebuah kata yang pendek. Namun, Terdengar begitu dalam sekali. Dan Monica malah selalu saja salah tingkah, Ketika panggilan itu di lontarkan Alex untuknya.


Alex terus tersendiri, Dan menarik kursi lalu meraih tangan istrinya. Membimbing Monica untuk duduk di kursi sana. Lalu, Pria itu mengeluarkan sesuatu dari saku jas kerjanya.


"Tara... Ini hadiah untukmu!. " Ujarnya sambil menyadarkan sebuah kotak persegi bewarna hitam. Berukuran kecil yang ia keluar kan dari saku jas nya tadi.


"Apa ini?. " Tanya Monica masih dengan mode bingung nya.

__ADS_1


Alex kembali tersenyum dan malah berjongkok di hadapan istrinya. Senyumnya pun terbit seiring dengan terbukanya kotak persegi tersebut. Lalu, mata Monica membulat sempurna. Ketika ia sudah melihat isi kotak tersebut.


"Bagaimana?. Apa kamu suka hadiahnya?. " Tanya Alex begitu antusias nya. Dengan senyum yang tak pernah pudar.


"Ini kan gelang yang... "


"Aku tahu, Sayang. Makanya aku sengaja beli untuk kamu. " Potong Alex sambil meraih tangan istrinya. Dan memasangkan langsung gelang tangan , Yang mempunyai rantai berlian.


Dimana gelang tersebut, Pernah Monica lihat di dalam sebuah majalah fashion Mommy mertuanya. Beberapa hari yang lalu. Saat dimana, Jeny masih tinggal bersama mereka. Padahal, Monica hanya terpesona saja akan model gelang tersebut. Namun, Monica sama sekali tidak berharap ia bisa memiliki nya. Apalagi, Harganya tak main-main. Dan itupun gelang limited edition, Yang hanya ada 2 gelang. Untuk di jual belikan di tahun ini.


"Tapi bagaimana, Mas tahu?. Jika gelang ini... "


Alex sepertinya sudah mengetahui sesuatu. Sehingga sikapnya berubah seratus delapan puluh derajat. Bahkan, Ia lebih bisa bertutur kata lembut pada istrinya.


"Ayo kita sarapan dulu!. Setelah itu aku akan antarkan kamu ke mension utama!. " Ujar Alex sambil tersenyum. Dan kembali bangkit seraya mengecup pelan bibir istrinya.

__ADS_1


Monica hanya menangguk kepalanya pelan. Sambil terus berpikir keras, Akan perubahan sikap Alex yang sekarang.


"Terimakasih!, " Ucap Monica tiba-tiba. Yang membuat Alex kembali menatap istrinya.


"Untuk?. "


"Hadiahnya" Sahut Monica jujur. Lalu langsung menundukkan kepalanya lagi. Tak mau berlama-lama untuk menatap wajah tampan Alex itu.


"Aku ingin rasa terimakasih yang lain!, " Alex mulai mengeluarkan jurusnya.


"Apa?. " Dengan konyolnya Monica malah bertanya. Dan terpancing akan ucapan Alex.


"Kamu bisa membayarnya di atas ranjang kita, Nanti malam!" Alex setengah berbisik sambil mengedipkan matanya.


"Ck,,, Dasar mesum. " Ketus Monica sambil memanyunkan bibir nya. Namun, Monica ikut mengulum senyum nya juga. Karena, Tak hanya Alex saja yang mesum sekarang. Tapi, Dirinya juga kadang lebih parah. Karena ketularan suaminya sendiri.

__ADS_1


Alex ikut tersenyum dalam hatinya. "Andaikan aku menemukan mu lebih awal?. " Batin Alex dalam hatinya. Bahkan Alex sama sekali tak memutus pandangannya. Karena ia baru sadar,Jika wajah istrinya begitu sangat cantik.


"Kamu memang sangat cantik, dan lebih cantik lagi kalau tanpa sehelai benang pun. " Batin Alex lagi lalu terkekeh pelan.


__ADS_2