Tersesat Dalam Fantasi

Tersesat Dalam Fantasi
Peluh


__ADS_3

Sentuhan tangan begitu lembut mengusap area-area sensitif milik Monica. Dimana, Tangan kekar dan lincah itu. Telah menyentuh dan meraba area favoritnya. Sehingga, suara yang begitu menggairahkan tak bisa terelakkan lagi. Meskipun dalam kondisi perutnya yang mulai membuncit. Namun, Tak membuat bumil itu menyerah juga.


Apalagi, Ketika si Jalu suaminya yang telah menyentuh area ternikmatnya saat ini. Sehingga rintihan yang sangat membuat libido naik. Kini, Telah menjadi iringan musik yang syahdu.


"Akhh... Mas. "


Rintihan pelan namun, Terdengar indah di telinga Alex. Ketika Jalunya mulai menerobos masuk kedalam singgahsananya itu.


"Hsssttt...!, Aku belum bergoyang, Sayang. " Sahut Alex dengan kata konyolnya. Sembari menggoda istrinya. Padahal dia sendiri malah sudah tak sabaran sejak tadi.


"Tapi, Mas... ini... Akhh... "


Sungguh Monica selalu saja tak mampu untuk berkata-kata. Saat dimana suaminya telah menanamkan Jalunya didalam sana. Sehingga, Hanya rintihan kenikmatan nya saja. Yang bisa memperlihatkan bagaimana rasanya saat ini.

__ADS_1


Pasangan yang mulai dimabuk cinta. Serta saling merindukan sentuhan nya masing-masing. Kini, Tak akan bisa di cegah lagi. Yang ada mereka malah tak akan memperdulikan keadaan sekitarnya. Karena, Rasa yang mereka nikmati saat ini, Melebihi rasa apapapun di dunia ini. Apalagi, Saat keduanya mulai sadar akan perasaannya masing-masing. Sehingga tak akan ada lagi rasa canggung, Ataupun keterpaksaan di antara mereka berdua.


Alex terus memacu gerak pinggulnya. Perlahan namun menuntut. Untuk mencapai rasa yang tak pernah gagal. Sungguh Alex memang sangat pandai, Membuat lawannya begitu menikmati permainan nya. Sampai peluh dan keringat akan menjadi satu. Hingga mereka sampai mencapai klimaksnya masing-masing.


"Ouw... shitt... "


Erangan panjang Alex, Mengakhiri permainan panas itu. Setelah beberapa menit lamanya. Mereka berperang dalam kenikmatan yang tiada jedanya. Sampai keduanya benar-benar terpuaskan.


Meskipun demikian, Alex masih bisa memikirkan janin yang ada di dalam kandungan istri nya. Karena, Ia tidak mau sampai calon anaknya kenapa-kenapa. Hanya karena ia begitu menggilai tubuh istrinya. Dan kalau ingin menuruti nafsu nya saja, Tentunya Alex tak akan bisa berhenti. Walaupun sudah berakhir satu kali saja.


Cup!


Alex mengecup kening istrinya. Dan ambruk tepat di samping Monica. Sementara itu, Tangannya meraih tubuh istrinya. Dan ia masukan kedalam dekapannya.

__ADS_1


"Terimakasih, Sayang! " Ucap Alex dengan begitu tulusnya. Membuat Monica semakin menelusupkan tubuhnya. Yang mulai terhalang oleh perut buncit itu. Untuk menempel pada dada bidang suaminya.


Alex tersenyum, Dan kembali mendaratkan kecupan singkatnya di pucuk kepala Monica. Tanpa melepaskan dekapannya sedikitpun. Hingga tak berselang lama, Terdengar dengkuran pelan dari istrinya.


"Haiss... kenapa kau cepat sekali tertidur?. " Lirih Alex sambil mengulum senyumnya.


Padahal, Dia sendiri yang membuat istrinya kelelahan seperti itu. Namun, Alex malah pura-pura tak tahu saja. Akan ulah nya beberapa menit yang lalu.


Mendengar istrinya telah terlelap, Alex pun langsung merendahkan suhu ruangan kamarnya. Yang tadinya terasa sangat dingin, Namun berasa panas sampai mereka mengeluarkan keringat dan peluh. Kini kembali ia atur ulang, Agar istrinya bisa tertidur dengan nyaman. Sambil menarik selimut, Untuk menutupi tubuh molek Monica.


Saat seperti ini, Alex bisa melihat dengan jelas. Bagaimana, Proses setiap harinya perut istrinya membuncit dan mengembang.


"Kamu akan hadir hanya menghitung bulan lagi, Sayang. " Lirihnya pelan sembari mengusap perut istrinya dengan usapan yang sangat lembut. Senyumnya menggembang sempurna. Karena merasa sangat tak sabaran lagi. Untuk segera melihat anaknya lahir nanti.

__ADS_1


MAAF YA GENGS, KAGAK BISA UP BANYAK-BANYAK🙏🙏🙏, UNTUK KARYA BARU NANTI AKAN SAYA UMUMKAN SETELAH NOVEL INI AKAN SEGERA TAMAT YA🙏 KARENA DUNIA NYATA OTHOR JUGA LAGI BANYAK KEGIATAN, JADI HARAP MAKLUM KAGAK BISA BIKIN KARYA BANYAK-BANYAK DULU🙏🙏


__ADS_2