
Setelah melalui sarapan pagi yang penuh drama kemesuman suaminya. Kini, Monica bisa lega karena Alex sudah pergi bekerja. Sekarang, Ia hanya tinggal bersantai saja. Sembari menyiapkan menu makan siang untuk suaminya nanti. Karena beberapa hari ini, Alex selalu pulang ke Mension saat makan siang. Meskipun, Pulang nya pun tak selalu hanya untuk makan siang semata, Tapi ia juga ingin makan siang dengan menu yang lain.
"Nyonya, Di depan ada tamu. Katanya orang tuanya Nyonya. " Ujar maid yang langsung menghampiri Monica, Ketika Monica baru saja akan masuk kedalam kamarnya.
Dahi Monica mengerut, Saat ia mendengar jika keluarga yang telah ia anggap orang tuanya selama ini, Dan ternyata karena mereka juga, kedua orang tuanya meninggal dunia. Lebih parahnya lagi, Mereka malah memanfaatkan dirinya. Hanya untuk penyumbang dana sebagai bentuk balas budi, Lantaran telah menampung nya selama ini. Dan juga membesarkannya hingga seusia sekarang. Padahal juga, Mereka sendiri telah mengambil hal Monica. Untuk biaya pendidikan putri semata wayangnya.
Dengan helaan nafas yang sedikit kasar. Monica pun akhirnya menyuruh maid untuk menerima tamunya itu. Ia juga tidak ingin di anggap orang yang tidak tahu terima kasih, Karena sudah dibesarkan. Walaupun hatinya kecewa dan telah merasa di bohongi selama ini. Namun, Monica adalah wanita yang tidak pernah menyimpan dendamnya secara berlebihan. Hanya saja, Ia tidak ingin terlihat lemah dimata mereka, Dengan terus ditindas dan dibohongi terus menerus.
__ADS_1
"Suruh mereka masuk saja, Bik! " Titah Monica dengan senyum tipisnya.
"Tapi, Nyonya... " Maid itu tahu, bagaimana hubungan majikannya dengan keluarga nya tersebut. Karena, Alex juga sudah mewanti-wanti mereka untuk tidak mengizinkan keluarga tersebut masuk ke mension.
"Mereka keluarga saya, Bik. " Potong Monica sambil tersenyum teduh, Walaupun sebenarnya Monica sendiri masih enggan untuk menemui mereka. Namun, Disisi lain bumil itu tidak ingin berlarut-larut dalam kesedihan nya, Dan juga rasa kecewanya yang mendalam. Jasa keluarga itu juga membuat nya tumbuh dengan baik, Meskipun dirinya ujung-ujungnya hanya di manfaatkan saja.
"Baik, Nyonya!,"
__ADS_1
Sementara di luar sana, Pasangan paruh baya yang sejak tadi hanya bisa menunggu di luar pagar. Hanya bisa terdiam dan juga tak bisa berbuat apa-apa. Saat mereka di tahan dan tak di izinkan untuk masuk sembarangan kearea mension. Sekalipun mereka mengaku adalah orang tuanya Monica.
Disana juga ada Mirna, Yang saat ini jauh lebih sopan dari sebelumnya. Bahkan, gadis itu nampak berpakaian lebih tertutup dari dia yang dulu. Padahal, mereka baru beberapa pekan tidak bertemu dengan Monica. Selain itu juga, Mirna telah mengundurkan diri dari perusahaan Alex. Dan entah apa yang membuat keluarga tersebut bisa berubah. Yang jelas semua nya adalah campur tangan dari Daddy Satria dan Mom Jeny.
"Kalian boleh masuk!. Nyonya Monica sudah menunggu di dalam, " Ujar pihak keaman mension sambil membuka pintu pagar.
Senyum pak Husein dan Ibu Ratna terbit seketika. Dan segera membawa Mirna untuk masuk ke halaman mension mewah tersebut. Bahkan, Mereka bisa melihat Monica yang telah berdiri di depan teras sana. Dengan penampilan yang jauh sempurna.
__ADS_1
"Terimakasih, Pak! " Ucap Pak Husein pada pihak keamanan tersebut.