Tersesat Dalam Fantasi

Tersesat Dalam Fantasi
ALENCA WILSON


__ADS_3

Keesokan harinya, Di sebuah rumah sakit mewah milik keluarga Bagaskara. Tepatnya di sebuah ruangan bersalin. Alex baru saja keluar dengan penampilan yang sangat kacau. Bagaiamana tidak?. Karena nyatanya membuat baby jauh lebih nikmat. Daripada harus menemani istrinya yang akan melahirkan Baby nya.


Jeny tak bisa menahan tawanya. Ketika ia melihat penampilan putranya sudah tak serapi saat ia masuk pertama tadi. Kini, rambutnya acak-acakan. Dengan baju kaos yang sudah sedikit longgar, lengan tangan yang sudah ada bekas cakatan kuku. Yang Jeny sendiri bisa tebak jika itu adalah ulah menantunya di dalam sana.


"Lex, Bagaimana?. Nikmat bukan?. Saat menemani istri yang sedang lahiran?, " Satria malah dengan sengaja nya, Menggoda putranya yang dulunya begajulan itu.


Alex datang menghampiri Daddy nya. Dan memilih duduk tepat di samping Satria. "Apa Mommy dulu juga seperti ini?. Dad?. " Tanya nya dengan suara pelan.


Satria pun sedikit memajukan tubuhnya. Lalu, Mengintip istri nya lewat sela punggung putranya. Karena posisi Jeny sedang ada di depan pintu ruangan bersalin Monica. Sepertinya Jeny sudah tak sabaran lagi, Untuk melihat cucu pertama nya itu. Yang jenis kelamin nya saja ia belum tahu.


"Lebih parah, " Bisik Satria dengan sangat pelan. Membuat Alex ingin sekali tertawa saat ini juga. Namun, Jeny lebih dulu bertanya padanya.


"Alex, Cucu Mommy perempuan apa laki-laki?. "


"Girl Mom, Sangat cantik. " Jawab Alex dengan begitu antusias sekali. Bahkan, Saat pertama melihat wajah putri nya tadi, Alex sudah sangat terpesona akan kecantikan nya.

__ADS_1


"Really? " Satria dan Jeny nampak begitu bahagia sekali. Bahkan, Mereka tak perduli walaupun cucu pertama nya seorang perempuan. Baginya, Mereka sudah mendapatkan keturunan dari putra pertama nya saja, Pasangan paruh baya itu sudah sangat bersyukur sekali.


"Yes, Mom. "


Tanpa ingin mendengar penjelasan Alex lebih panjang lagi, Jeny malah langsung masuk begitu saja. Karena wanita paruh baya itu, Benar-benar tak sabaran lagi untuk melihat cucunya.


"Lihat saja, Istri Daddy itu!. Dia benar-benar tidak bisa menunggu lebih lama lagi, Dad. " Alex menggeleng kan kepalanya. Sementara Satria malah ikut bangkit dari kursi tunggu tersebut.


"Daddy juga mau ikut masuk. " Seru Satria sebelum Alex mengajukan pertanyaan nya untuknya.


Senyum merekah mewarnai keluarga besar Wilson dan Bagaskara siang ini, Karena Alex rupanya bisa juga mendapatkan seorang anak, Dan juga pasangan hidup yang begitu sabar, baik, setia dan juga begitu tulus.


Jeny dan Satria pun tak henti- hentinya mengucap syukur. Dengan penuh ketulusannya, Sebab sekarang mereka bisa tenang. Untuk mempercayakan Alex tinggal di Jakarta. Tanpa adanya perasaan was-was sama sekali.


"Siapa nama cucu Oma ini?. " Tanya Jeny yang sejak tadi tak ingin melepaskan cucunya dari gendongnya itu.

__ADS_1


" ALENCA WILSON". Jawab Alex yang sudah menyiapkan nama untuk anaknya. Baik ia lahir perempuan ataupun laki-laki.


"Wah, Nama yang cantik. " Puji Jeny dengan mengecup pipi merah Alenca, Sang cucu pertamanya.


Alex ikut tersenyum, Seraya menatap dalam mata indah istrinya. Dimana Monica saat ini pun tengah ikut tersenyum. Ia akan mulai menikmati momen menjadi seorang ibu. Serta menjalani kehidupan nya yang baru, Bersama anak dan suaminya. Setelah badai berlalu yang menerpa kehidupan nya. Sekarang, Monica tinggal menikmati buah kesabaran nya.


"Terimkasih, Sayang!. " Ucap Alex begitu tulusnya.


"Terimkasih, Karena kalian sudah hadir di hidupku!. Dan terimkasih sudah bertahan sampai sejauh ini!. " Ungkapnya dengan wajah yang berbinar cerah, Bahkan Alex nampak berkaca-kaca. Mengungkap kan perasaannya pada istrinya saat ini.


Monica tersenyum dan semakin menggenggam erat punggung tangan suaminya. Lalu ia menjawab. "Sama-sama Mas, Aku sangat bahagia sekarang. " Walaupun Monica hanya menjawab dengan tanpa suara. Namun, Gerakan bibirnya sangat bisa di baca dengan jelas oleh Alex.


Sementara, Kedua orang tuanya hanya pura-pura tak mendengarnya saja. Pasangan paruh baya itu seolah hanya sibuk dengan cucu pertama mereka saja. Membiarkan putra dan menantunya juga sibuk dengan dunianya sendiri. Saling tersenyum dengan penuh cinta.


Kehidupan yang awalnya terasa begitu sulit. Kini, telah terpupuk dengan banyaknya kebahagiaan yang nyata. Sehingga tak terlihat cela untuk saling menyiksa kembali. Siapa sangka?. Seorang cassanova sejati, Kini telah benar-benar tobat nasuha. Dan memutuskan untuk bertahan dalam pernikahan, Yang dulu nya tak ia harapkan sama sekali. Begitu lah hati, Bisa berubah tanpa diminta. Namun, Bisa berbenah jika niatnya benar. Tak perduli rasa sakit yang awalnya begitu menyiksa. Dan keterpaksaan yang menjadi jeratnya, Sehingga hanya ada kecewa dan keegoisan yang melanda. Namun, Siapa perduli jika hati sudah memutuskan untuk mencintai. Maka, Sekuat apapun membenci. Pada akhirnya keegoisan akan kalah jua.

__ADS_1


\***TAMAT**\*


__ADS_2