
"Lex, Loe mau kemana?. ” Seru teman nya saat melihat Alex. Yang baru beberapa menit masuk kedalam Villa. Namun, Ia malah kini langsung keluar dengan buru-buru.
Tak hanya itu saja, Alex sampai menyeret kembali koper kecilnya. Dan memasukkan nya lagi kedalam mobilnya.
"Bro, Loe kenapa?. ” Teman nya yang lain pun ikut menyusul Alex. Yang hampir saja naik Kemobilnya.
" Gue, Gak jadi nginep. Sorry!. " Jawab Alex dengan sangat buru-buru sekali.
"Iya, Tapi kenapa?. Bahkan, Kita belum memulai pestanya. " Teman nya masih saja ingin menahan Alex.
"Ada hal penting, Yang mesti gue urus. " Timpal Alex mencari alasan saja.
Tanpa ingin mendengarkan lagi, Apa yang akan di katakan oleh tiga pria itu. Alex pun langsung menutup pintu mobilnya. Dan segera menyalakan mesin mobil. Untuk segera meninggalkan villa. Ia akan kembali ke Jakarta saat ini juga.
__ADS_1
"Dia kenapa?. " Tanya teman Alex dengan pria lainnya. Namun, Alih-alih mendapatkan jawaba. Teman nya malah hanya mengangkat bahunya saja.
Sebab, Mereka juga tidak tahu. Apa yang terjadi pada Alex. Sehingga ia seperti di kejar hantu saja. Dan bahkan, Mengabaikan para wanita cantik di dalam Villa. Seolah ia sudah tak berminat lagi dengan wanita bayaran tersebut. Wanita yang biasanya menghangatkan ranjangnya. Setiap kali ia butuhkan.
Sementara di dalam mobil sana. Alex terus saja mengumpat kasar. Sambil memukul stir mobilnya.
"F*ck,,, Awas saja kau. "
Pria itu mengendarai mobilnya. Dengan kecepatan di atas rata-rata. Ia tidak perduli meskipun jalanan disana sedikit bergelombang. Dan masih banyak bebatuan kerikil. Yang ada dalam otak pria itu sekarang. Hanya ingin membuat Monica membayar mahal. Apa yang telah ia lakukan beberapa menit yang lalu.
*****
Sedangkan di dalam kamar mewah. Di sebuah Apartemen milik Alex. Tempat tinggal mereka setelah resmi menikah. Monica sedang terkekeh geli. Menertawakan dirinya sendiri. Yang sudah berani mengirimi Alex foto se*si nya, Dan beberapa video menggodanya. Seolah ia adalah wanita panggilan. Yang di bayar untuk memuaskan pelanggannya saja.
__ADS_1
”Dia sudah membaca pesan ku. Tapi, Kenapa dia tidak membalasnya sama sekali. " Guman Monica sambil berpikir keras.
Monica nampak menatap ponselnya. Bahkan, Ia masih memakai handuk yang ia ikatkan hanya sebatas pinggangnya saja. Setelah melakukan pose gila nya barusan.
"Ah, Bodoh amat. Apa yang dia pikir kan tentang aku. Dan tak ada salahnya, Jika aku mengirimkan nya foto-foto dan Video seperti tadi. Toh Kami juga sudah sah jadi suami istri. Anggap saja, ibadah sama suami sendiri. " Guman Monica bicara seorang diri.
Monica pun mengembalikan tongsis serta alat untuk pengambilan fotonya tadi. Ketempat semula, Karena ia juga akan pergi kerumah orang tuanya setelah ini. Memberikan uang untuk membayar semua hutang kakaknya.
Wanita itu pun tidak tahu, Jika apa yang ia lakukan saat ini. Malah akan jadi masalah untuk dirinya nanti. Monica bahkan, Tidak tahu jika suaminya sudah dalam perjalanan pulang. Meninggalkan pesta bersama teman -teman nya. Hanya karena melihat video dan pose istrinya. Yang sangat menggoda iman nya itu.
Monica mengganti pakaian nya, Sambil terus bernyanyi. Seolah ia sedang sangat bahagia. Dan inilah sifat Monica yang sebenarnya. Ia adalah tipe gadis yang cerewet dan juga ceria. Hanya saja, Hari-harinya selalu tak seimbang dengan suasana hatinya.
Wanita itu hidup seolah seperti bukan dengan keluarga nya sendiri. Padahal, Ia adalah anak bungsu. Namun, Dari segi pendidikan dan juga pekerjaan sangat beda dengan kakaknya. Walaupun kasih sayang orang tuanya tak pernah berubah. Namun, Kadang hati Monica berpikir jika ia seperti orang asing dirumah nya sendiri.
__ADS_1